- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Buku ”Pengetahuan Ilmiah Dunia Rohani” (1) : Medan Informasi – Temuan Besar dalam Pengamatan Pengukuran Misteri Alam Semesta

Li Sicen

“Saya setapak demi setapak mengurai mereka, mulai dari hal-hal yang gaib, ternyata di balik ini semua terdapat dunia yang lebih maha besar sedang beroperasi; karena Anda tidak mengetahui, maka merasakan sebagai sesuatu yang supernormal, begitu Anda mengetahuinya akan menjadi salah satu bagian dalam ilmu pengetahuan ilmiah, Anda akan dapat menerimanya dan memanfaatkannya, peradaban kita akan melaju satu langkah besar.” – Li Sicen, Doktor dalam bidang Electrical Engineering, Stanford University USA, Mantan Rektor National Taiwan University.

 Temuan ke-2 pada akhir abad ke-20 yang menggemparkan, terjadi pada tahun 1999 tentang riset kemampuan paranormal tubuh dalam bidang membaca tulisan dengan jari tangan.

Kemampuan paranormal tubuh seperti telepati, clairvoyance, psikokinesis dan lain-lain, sejak zaman dulu sudah terdapat banyak catatan bersejarah, merupakan pengamatan pengukuran terjadinya keganjilan tubuh dalam alam semesta, di dunia Barat riset ilmiah yang sesungguhnya dimulai di Inggris sejak tahun 1882, yang dinamakan parapsychology.

Sampai sekarang, sekalipun sudah dilakukan riset selama 130 tahun, juga telah diterbitkan banyak literatur ilmiah, namun tetap tidak mendapat perhatian dari dunia ilmiah arus utama, terutama oleh dunia fisika.

Riset di dunia timur terutama dimulai di Daratan Tiongkok, pada tahun 1979 telah dilakukan riset paranormal tentang membaca tulisan dengan jari tangan dan telinga, psikokinesis dan lain-lain.

Demikian pula, karena membaca dengan jari tangan adalah melampaui kerangka ilmu pengetahuan modern dan tidak dapat dijelaskan oleh sains modern, itu sebabnya tidak dihargai oleh komunitas ilmiah arus utama tetapi tingkat pentingnya adalah melebihi dark energy dan dark mass.

Membaca dengan jari tangan dan psikokinesis adalah penyatuan makroskopis batin dan materi

Mulai tahun 1996 penulis mengulangi pengamatan hasil riset yang dilakukan di Daratan Tiongkok sejak tahun 1979 atas latihan terhadap anak-anak untuk membaca dengan jari tangan dan psikokinesis. Setelah melakukan pengukuran berulang-ulang terhadap berpuluh-puluh anak berusia 9 sampai dengan 17 tahun mengenai kemampuan membaca dengan jari tangan, terbukti mereka dapat dengan sentuhan jari tangan meraba isi lipatan kertas yang mengandung tulisan atau gambar, dan tulisan atau gambar ini terlihat dalam otak mereka.

Munculnya tulisan dan gambar, kadang-kadang muncul secara berurutan sebagian demi sebagian, kadang-kadang seluruh huruf dan gambar muncul bersamaan pada layar dalam otak (mata ke tiga).

Ketika keterampilan membaca dengan jari tangan sudah sangat terlatih, terdapat sebagian kecil yang mampu berlatih psikokinesis yakni, menggunakan pikiran untuk membengkokkan kawat logam, kami percaya bahwa munculnya kemampuan paranormal membaca dengan jari tangan dan psikokinesis merupakan fenomena makroskopik penyatuan batin dan materi.

Di tahun 1999-lah, kami mendapatkan penemuan besar. Di bawah kesaksian hampir sepuluh orang sarjana fisika dalam negeri.  Kami menemukan jika digunakan huruf-huruf yang berkaitan dengan agama atau tokoh suci dalam sejarah seperti: ”Buddha”, “Bodhisatwa”. “Yesus”, “Konghucu”, “Lao Zi”, “An ma ne pa mi hom” atau lambang Swastika (diagram alam semesta dari aliran Tao). Maka pada mata ketiga para remaja ini akan nampak cahaya atau orang yang bercahaya, kuil, salib, kadang-kadang akan nampak bayangan orang atau mendengar suara, yang sama sekali berbeda dengan hasil membaca dengan jari tangan sebelumnya yang telah dilakukan melebihi 800 kali.

Namun begitu kosakata suci ini dirusak, misalnya huruf “Buddha (佛)” dalam bahasa mandarin dihapus atau ditambah satu guratan (彿), maka penampakan di atas akan hilang dan hanya nampak kosakata yang terganggu.

Fenomena ini setara dengan konsep alamat web-site di dunia internet, kosakata suci adalah alamat web-site, yang dapat dihubungkan dengan sebuah situs web, ini menunjukkan bahwa di luar dunia ini kelihatannya terdapat sebuah dunia jaringan informasi.

Untuk memastikan bahwa gejala ini bukan disebabkan oleh pengetahuan dan rasa hormat anak-anak kepada sang Sadar yang menimbulkan ilusi dalam otak. Maka kami mengubah penggunaan kosakata suci itu dengan bahasa Tibet, bahasa Ibrani dan lain-lain yang tidak dikenali oleh anak-anak dalam melakukan pengamatan itu, hasilnya sama saja akan menimbulkan visi, melihat cahaya, melihat orang yang bercahaya dan lain-lain, begitu kosakata suci dirusak, maka visi menghilang, anak-anak hanya dapat melihat kosakata yang telah rusak. Hal ini telah membuktikan bahwa visi bukanlah ilusi yang dihasilkan oleh otak besar.

Setelah tahun 1999 kami melanjutkan lagi eksperimen selama 5 tahun, kami menemukan bahwa di luar dunia materi 4 dimensi ruang dan waktu di mana kita berada, sepertinya masih terdapat dunia lain, pada waktu itu saya menyebut dunia tersebut sebagai medan informasi, yaitu yang pada umumnya disebut sebagai dunia rohani. Karena di dalamnya eksis roh dengan kearifan tinggi, kita dapat menghubungi web-site mereka bahkan mengunjunginya. Sedangkan medan informasi ini seolah-olah terdiri dari web-site yang berbeda, sedangkan kosakata suci merupakan alamat web-site yang bersesuaian untuk menghubunginya.

Ketika mengenali huruf-huruf dengan jari tangan, apakah dengan memasukkan alamat web-site tersebut langsung dapat terhubung dengan alamat web-site yang bersangkutan untuk mengambil informasi, hal mana masih tergantung pada kemampuan otak besar sang anak.

Kemampuan ini bagaikan web browser, anak yang berkemampuan tinggi menunjukkan ketepatan tinggi pada saat mengenali huruf dengan jari, ini bagaikan browser edisi sangat baru.

Anak dengan kemampuan agak rendah, browser dalam otak bagaikan edisi lebih lama, hanya dapat melihat informasi pada web-site dengan informasi edisi lama, sehingga visi yang dapat dihasilkan untuk kosakata suci agak sedikit.

Dari pengamatan ini, kita mulai mengerti bahwa alam semesta dan dunia medan informasi telah membentuk sebuah dunia web-site yang kompleks.  (PUR/WHS/asr)

Bersambung