TORONTO — John McCallum, duta besar Kanada untuk Tiongkok yang dikecam karena memberikan argumen hukum untuk membela eksekutif Huawei yang ditangkap, Meng Wanzhou, telah mengundurkan diri atas permintaan perdana menteri.

“Tadi malam saya meminta dan menerima pengunduran diri John McCallum sebagai Duta Besar Kanada untuk Tiongkok,” kata Perdana Menteri Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan pada 26 Januari.

Trudeau tidak memberikan alasan untuk meminta pengunduran diri McCallum, tetapi langkah itu muncul setelah McCallum yang dikutip oleh reporter StarMetro Vancouver pada 25 Januari mengatakan itu akan “bagus untuk Kanada” jika permintaan ekstradisi Meng dibatalkan oleh Amerika Serikat.

Trudeau sebelumnya menolak seruan oleh oposisi untuk memecat McCallum.

Dalam sebuah konferensi pers di Toronto pada 22 Januari bersama media milik negara Tiongkok termasuk CCTV, Xinhua News Agency, dan sekelompok media berbahasa Mandarin terpilih yang berbasis di Kanada, McCallum mengatakan Meng memiliki kasus yang kuat untuk melawan ekstradisi ke Amerika Serikat , menambahkan bahwa ekstradisinya “akan menjadi hal yang tidak menyenangkan.”

Pernyataan-pernyatannya dipandang sebagai campur tangan politik oleh seorang pejabat pemerintah dalam suatu kasus sebelum pengadilan.

McCallum kemudian menarik kembali komentar-komentarnya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 24 Januari, mengatakan ia telah salah bicara.

Pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer mengatakan dalam tweet bahwa Trudeau seharusnya memecat McCallum setelah komentar awalnya dalam konferensi pers 22 Januari.

“Seharusnya tidak sampai seperti ini. Justin Trudeau seharusnya memecat duta besarnya saat dia ikut campur dalam kasus ini. Sebaliknya, dia tidak melakukan apa-apa dan membiarkan lebih banyak kerusakan dilakukan. Lebih banyak kelemahan dan lebih banyak keraguan dari Trudeau tentang Tiongkok,” tulis Scheer.

John McCallum, duta besar Kanada mengundurkan diri
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kanan) berjabat tangan dengan mantan menteri kabinet John McCallum, yang sekarang menjadi duta besar Kanada untuk Tiongkok, pada 31 Januari 2017. (Reuters / Chris Wattie / File Foto)

TAMU RUTIN

McCallum, mantan anggota Parlemen dan menteri kabinet Liberal, adalah salah satu pengguna terbesar perjalanan yang disponsori ke Tiongkok sebagai anggota parlemen.

Dia juga tamu rutin di Konsulat Tiongkok di Toronto.

The Epoch Times dapat menemukan hampir 50 acara terkait konsulat Toronto di situs webnya yang telah dihadiri McCallum pada waktu menjabat sebagai anggota parlemen. Kebanyakan adalah perayaan untuk menyambut atau perpisahan kepala konsulat.

Catatan-catatan online juga menunjukkan dia bertemu di Kanada maupun di Tiongkok dengan pejabat-pejabat dari berbagai tingkat Kantor Urusan Luar Negeri Tiongkok, Overseas Chinese Affairs Office (OCAO).

OCAO dan Departemen Front Persatuan (United Front Department) adalah organisasi yang diberi mandat oleh rezim komunis Tiongkok untuk mengatur kegiatan dan inisiatif spionase di luar negeri untuk tujuan memberikan pengaruh di luar negeri. Tahun lalu, OCAO digabung dengan Front Persatuan.

“Kegiatan Front Persatuan menyatukan kerja dengan kelompok dan individu-individu terkemuka di masyarakat; manajemen informasi dan propaganda; dan ia juga sering menjadi sarana untuk memfasilitasi spionase,” menurut sebuah makalah yang ditulis oleh Anne-Marie Brady, seorang profesor di Universitas Canterbury di Selandia Baru dan mitra global di Wilson Center.

‘BANYAK TEMAN DI SINI’

Dalam sebuah video konferensi pers 22 Januari di Toronto tersebut, setelah berjalan masuk ke dalam ruangan, McCallum disambut oleh Tao (Thomas) Qu, presiden eksekutif Dewan Guanxi Tiongkok Kanada, yang menyelenggarakan acara tersebut. Qu menunjuk ke ruangan dan berkata, “Banyak sekali teman di sini.”

John McCallum duta besar kanada untuk tiongkok mengundurkan diri
Chief financial officer Huawei Meng Wanzhou dikawal oleh regu keamanan pribadinya saat tiba di kantor pembebasan bersyarat di Vancouver pada 12 Desember 2018. (The Canadian Press / Darryl Dyck)

Qu telah terlibat dalam sejumlah inisiatif di komunitas Tiongkok yang terkait erat dengan Beijing.

Pada tahun 2014, ia berada di antara pembicara di sidang dengar pendapat Dewan Pendidikan Distrik Toronto (TDSB) yang membela menjaga kemitraan dewan dengan Institut Konfusius, sebuah jaringan lembaga pendidikan yang digunakan oleh Beijing untuk menyebarkan kekuatan lunaknya. Qu juga terlihat bertindak sebagai organisator dan mengarahkan pembicara-pembicara lain yang mendukung Institut Konfusius.

Sebuah artikel yang diterbitkan di media milik pemerintah Tiongkok, China Daily mengutip Qu yang mengatakan bahwa jika Meng diekstradisi, itu akan memperlambat kemajuan hubungan Kanada-Tiongkok selama beberapa dekade.

Kembali pada tahun 2005, Qu adalah satu dari 28 orang Tionghoa perantauan yang diundang ke Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok selama 10 hari di Beijing, sebuah hak istimewa yang hanya diberikan kepada pendukung Partai Komunis Tiongkok yang paling tepercaya.

Qu juga merupakan anggota dewan pendiri dan mantan presiden Asosiasi Profesional Tionghoa Kanada, Chinese Professional Association of Canada (CPAC), yang pro-Beijing.

Selama presentasi pada TDSB, Michel Juneau-Katsuya, mantan kepala Asia-Pasifik untuk Layanan Intelijen Keamanan Kanada, menunjukkan foto-foto dan catatan-catatan online perwakilan dari sejumlah organisasi, termasuk CPAC, yang diterima atau dipuji oleh pejabat Tiongkok.

“Apa yang sangat penting [untuk Tiongkok] adalah memiliki organisasi-organisasi tertentu yang menjadi agen-agen pengaruh untuk mereka sendiri di dalam komunitasnya, untuk dapat mengidentifikasi terlebih dahulu para pembangkang, dan kemudian mampu melobi pemerintah lokal di negara mana pun,” kata Juneau-Katsuya.

Qu juga bekerja pada kampanye-kampanye pemilihan McCallum dan mantan anggota parlemen Liberal Ontario, Michael Chan.

The Epoch Times telah menghubungi Qu dan McCallum untuk memberikan komentar namun tidak mendapat tanggapan. (ran)

Analisis lebih lanjut untuk mengikuti di artikel mendatang.

Video pilihan:

Trump Isyaratkan Mata Mata PKT Merajalela di Amerika Serikat

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds