Cannbera – Ratusan ribu ikan mati massal di sungai Australia pada 28 Januari 2019. Ini adalah fenomena kematian massal ke-3 dalam beberapa pekan terakhir, di hamparan sungai besar Australia. Para pejabat lokal menyalahkan kekeringan sebagai penyebabnya. Akan tetapi para kritikus mengatakan fenomena ini sebagian akibat ‘salah urus air’.

Kematian massal bermula di Sungai Darling, di dekat kota Menindee di negara bagian New South Wales bagian barat. Itu adalah area yang sama, di mana ratusan ribu ikan ditemukan mengambang mati pada awal Januari dan sebelum Natal Desember 2018.

Sebuah video yang diposting ke Facebook pada 7 Januari, menunjukkan para petani lokal yang memegang bangkai ikan kod Murray asli. Foto itu segera menjadi viral, dengan warganet menyoroti bencana lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam video itu, penduduk setempat Menindee Rob McBride dan Dick Arnold divideokan berdiri di tepi Sungai Darling sambil mengatakan, “Saya merasa ingin menangis.”

Anggota parlemen independen NSW, Jeremy Buckingham secara pribadi mengunjungi Menindee pada 10 Januari untuk menyoroti kematian ikan masal yang terjadi dalam sistem sungai. Buckingham memposting videonya sendiri ke media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang kematian ikan dan keadaan sungai yang buruk.

Cuaca panas pada siang hari diduga menyebabkan ganggang menjamur. Suhu malam yang lebih dingin kemudian menyebabkan ganggang mati, yang membuat air mendadak kekurangan oksigen.

Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, menyalahkan kualitas air yang buruk pada musim kemarau panjang yang melanda sebagian besar negara bagian.

Menteri Air Regional, Niall Blair mengatakan departemennya tahu kondisi cuaca ‘mengerikan’ itu. Dia telah mengerahkan dua aerator bertenaga surya di wilayah Menindee. Pemerintah membeli 16 aerator untuk digunakan di saluran air di sekitar negara bagian itu setelah kematian ikan masal terakhir pada 6-7 Januari 2019.

“Sayangnya, tidak ada yang bisa menjelaskan, baik ilmuwan, penduduk setempat, tidak ada yang bisa memberikan solusi yang bisa mencegah hal seperti ini,” kata Blair kepada wartawan.

Presiden Asosiasi Turis Daerah Menindee Rob Gregory, yang mengoperasikan kapal pesiar sungai, mengatakan pemerintah telah mengizinkan para petani mengambil terlalu banyak air dari sungai untuk pengairan selama empat tahun terakhir.

“Sekarang kami tidak punya cadangan air untuk mengisi sungai dengan cukup, dan kami telah melihat oksigen yang habis karena menjamurnya ganggang biru-hijau dan ini adalah hasil akhirnya,” kata Gregory.

“Ini mungkin adalah ‘pembunuhan’ ikan terakhir yang akan kita lihat, karena tidak ada lagi yang tersisa untuk ‘dibunuh’,” tambahnya.

Murray-Darling Basin adalah sistem sungai utama Australia. Sungai itu berkelok-kelok di empat negara bagian, dan mendukung sepertiga dari sumber makanan Australia.

Warga Menindee, Graeme McCrabb, mengatakan kematian ikan-ikan itu menyoroti bagaimana rencana pengelolaan air di kawasan itu, gagal total.

“Ada 13 miliar dolar Australia uang pembayar pajak yang dihabiskan di sini, dan tetap berakhir dengan kekacauan mutlak,” kata McCrabb kepada Australian Broadcasting Corp.

Pemilihan umum federal akan digelar sebelum akhir Mei. Juru bicara lingkungan partai oposisi, Tony Burke menyerukan penjelasan ilmiah untuk kematian ikan terbaru.

“Sungai terakhir yang saya datangi adalah Darling, tempat Anda bisa melihat bencana ekologis yang terjadi,” kata Burke kepada wartawan. (AP dan NTD/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular