Ottawa – Kasus kesehatan misterius kembali menyerang diplomat Kanada di Kuba. Korban ke-14 sejak 2017 dikabarkan jatuh sakit karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan di Havana, Kuba. Insiden ini kembali mendorong kebijakan pengurangan staf kedutaan besar di negara itu.

Pejabat pemerintah Kanada, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Badan Urusan Global Kanada (GAC) akan mempertimbangkan untuk mengurangi separuh staf diplomat di ibukota Kuba itu. Ini berpotensi mengurangi keterwakilan mereka, menjadi hanya delapan orang dari 16 personel yang saat ini bertugas di kedutaan Havana.

Para diplomat yang tersisa hanya akan memberikan layanan konsuler yang penting. Kebijakan ini menyusul perampingan pada bulan April 2018, yang memutuskan bahwa diplomat yang ditempatkan di Kuba tidak akan didampingi oleh keluarga dan asisten karena ketidakpastian yang berkelanjutan.

Kasus terakhir ini melibatkan seorang diplomat yang tiba di musim panas dan melaporkan gejala penyakit misterius pada 29 Desember 2018. Staf itu menderita masalah termasuk mual, pusing, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. GAC mengatakan via email bahwa, setelah kasus yang dikonfirmasi terakhir dari gejala kesehatan yang tidak biasa pada bulan November 2018, sejumlah staf diplomatik Kanada yang ditempatkan di Havana menjalani tes medis tambahan, yang mengkonfirmasi kasus terbaru ini.

Penyebabnya masih menjadi misteri, dan para pejabat Kanada mengatakan mereka mendapatkan kerja sama yang baik dari pemerintah Kuba, yang juga frustrasi dengan insiden itu. RCMP memimpin penyelidikan atas penyebab penyakit yang telah memengaruhi diplomat yang bertugas, maupun anggota keluarga mereka. Kasus sejenis juga menyerang beberapa diplomat Amerika di Havana. (THE CANADIAN PRESS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds