Sebuah pesawat buatan Tiongkok yang dijual kepada Angkatan Udara Pakistan (PAF) baru-baru ini jatuh di kota Mastung di Pakistan barat, yang mengakibatkan kematian pilot.

Kecelakaan pesawat F-7PG terjadi selama misi pelatihan operasional rutin pada 23 Januari, menurut The Daily Times, surat kabar Pakistan.

Pakistan adalah importir terbesar pesawat F-7PG dari Tiongkok.

Ini bukan pertama kalinya model jet tempur ini mengalami kecelakaan. Dalam 17 tahun terakhir, setidaknya 13 pesawat F-7PG telah jatuh atau mengalami kecelakaan yang tidak terduga, menurut Fighter Jets World, sebuah situs web berita militer.

PAF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memerintahkan dewan penyelidikan untuk menyelidiki insiden tersebut.

Wakil Komisaris Mastung, Mumtaz Khetran mengatakan kepada The Daily Times bahwa parasut ditemukan di lokasi kecelakaan.

Pabrik pembuatan F-7PG adalah Chengdu Aircraft Industry Corp, anak perusahaan dari perusahaan kedirgantaraan milik negara, Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Ia telah menghasilkan sejumlah besar pesawat tempur J-7 (J-7), yang mengikuti model MiG-21 yang dibuat oleh Uni Soviet sebelumnya. Model J-7 secara resmi ditugaskan pada tahun 1960-an.

Ada beberapa versi turunan dari pesawat tempur J-7, di antaranya F-7PG telah sering diekspor ke Pakistan.

F-7PG memulai tugasnya di Pakistan pada tahun 2002, menurut Dawn, sebuah koran berbahasa Inggris Pakistan.

Pada Juni tahun lalu, sebuah F-7PG jatuh saat mendarat di Peshawar Air Base Pakistan, menewaskan dua pilot, menurut laporan Dawn.

Ada lebih dari 50 pesawat tempur F-7PG di Angkatan Udara Pakistan, menurut The Daily Times.

Pakistan semakin beralih ke Tiongkok untuk memasok peralatan militer. Sebuah makalah penelitian Juli 2018 oleh perusahaan konsultan Avascent menemukan bahwa Pakistan telah menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar untuk pesawat tempur, kapal selam, dan kapal perang dari Tiongkok.

Sementara itu, pembelian dari Amerika Serikat telah berkurang. Menurut data dari Stockholm International Peace Research Institute, ekspor senjata AS ke Pakistan telah merosot menjadi US$21 juta pada tahun 2017 dari US$1 miliar pada tahun 2010.

Salah satu kontrak militer terbaru dengan Tiongkok, menurut China Daily yang dikelola pemerintah, adalah pembelian empat kapal perang angkatan laut tipe 054A / Jiangkai II “paling canggih”. Kapal perang tersebut saat ini sedang dibuat oleh Hudong-Zhonghua Shipbuilding Corp Shanghai, dan akan dikirim pada tahun 2021.

Kapal perang ini, masing-masing seharga sekitar US$348 juta, dilengkapi dengan radar dan rudal canggih, dan mampu melakukan operasi anti-kapal, anti-kapal selam, dan pertahanan udara, menurut laporan tersebut. (ran)

Video pilihan:

Komunis Tiongkok Larang Generasi Muda Bergaya Hidup ala Buddha

Share

Video Popular