Erabaru.net. Adalah hal yang sangat membahagiakan bagi wanita melahirkan anak kedua dengan lancar dan sehat. Namun, seorang wanita bernama Xu Yuan (Samaran) dari Tongcheng, Provinsi Anhui, Tiongkok ini hampir mengalami depresi berat pasca melahirkan.

Dia tidak menyangka bahwa proses semasa nifas kali ini jauh lebih menyakitkan daripada saat melahirkan. Perutnya kembung seperti bola, susah buang air kecil, tidak bisa duduk atau berdiri dengan nyaman, bahkan tubuhnya memancarkan bau tak sedap.

Dia tidak tahan dengan sakitnya, dan tanpa sengaja menyentuh kain kasa medis di dalam tubuhnya, dia dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya dan kain kasa itu dikeluarkan dari dalam tubuhnya.

Xu Yuan (Samaran) yang berusia 30 tahun adalah penduduk Kota Tongcheng, Anhui Tiongkok. Tiga tahun lalu ia melahirkan seorang bayi perempuan di Rumah Sakit Kota Anqing.

Itu adalah anak kedua Xu Yuan. Anak pertama dilahirkan melalui operasi caesar. Dan kali ini melahirkan secara normal, namun, tak disangka ia mengalami hal yang menyakitkan semasa nifas.

Melahirkan secara normal seharusnya bisa segera turun dari tempat tidur, tidak perlu berbaring terlalu lama. Tapi, dia merasakan nyeri yang luar biasa dua hari setelah melahirkan, sama sekali tidak bisa turun dari tempat tidur.

Awalnya dia berpikir mungkin tubuhnya terlalu lemah dan akan pulih kembali dengan berbaring istirahat di tempat tidur. Tapi siapa sangka, tiga hari kemudian, perutnya membengkak seperti orang hamil.

“Perutnya seperti seukuran bayi dalam perut,” kata ibu mertua Xu Yuan kepada wartawan. Namun, kurang dari dua menit kemudian Xu Yuan jatuh pingsan saat mencoba bangun dari tempat tidur.

Seterusnya semakin sakit, tapi dokter selalu mengatakan bahwa hal itu karena faktor dari dirinya sendiri yang kurang bergerak, dan tidak memeriksa kondisinya lebih lanjut.

Dan demi menghemat biaya rumah sakit, pada hari keempat, dia memaksakan diri untuk pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, gejala sakit di perut bagian bawah Xu Yuan semakin serius dari hari ke hari,dia sampai tidak mampu turun dari tempat tidur.

Ia selalu merasakan sakit pada perutnya setiap kali berdiri, bahkan untuk makan saja ia harus jongkok.

“Buang air kecil juga tidak lancar, baru beberapa tetes urin langsung berhenti,” kata suami Xu Yuan.

Yang membingungkan keluarganya sekujur tubuh Xu Yuan juga selalu mengeluarkan bau tak sedap.

“Bagian bawahnya sangat bau dan semakin bau, sampai seisi kamar juga bau” kata Xu Yuan.

Bahwa ketika kerabat dan teman-temannya datang untuk melihat anaknya, ia tidak berani membiarkan mereka masuk ke kamarnya, karena takut akan membuat pingsan para tamu.

Sampai saat itu, keluarganya masih merasa bahwa tubuh Xu Yuan terlalu lemah setelah melahirkan anak keduanya itu, jadi mereka mengatur pola makannya setiap hari.

Ilustrasi.

Sampai suatu hari, Xu Yuan tiba-tiba menemukan “penyebab” yang menyakitkan itu.

“Saya merasa sangat tidak nyaman ketika itu, kemudian saya mengambil sebaskom air untuk mencucinya, tiba-tiba saya merasakan sesuatu yang keras, dan itu bukan bekas luka. Saya merasa itu adalah sepotong kain, bukan sesuatu dari tubuh,” kata Xu Yuan.

Keluarganya kemudian segera membawanya ke rumah sakit. Dan diiringi jeritan sakitnya, dokter setempat mengeluarkan sepotong kasa medis yang sudah menghitam dari bagian bawah tubuhnya.

Suami Xu Yuan baru menyadari bahwa rasa sakit istrinya yang membingungkan selama 25 hari itu ternyata kasa medis penyebabnya.

“Faktor yang membuat perutnya membengkak dan susah buang air kecil itu mungkin karena kain kasa menekan ureter dan kandung kemih,” kata suaminya.

Bagaimana ceritanya kasa medis bisa bercokol di dalam tubuh Xu yuan ? Keluarga Xu Yuan segera mengajukan komplain pada pihak rumah sakit, tetapi sikap kepala rumah sakit terkait membuat keluarganya tidak berdaya.

“Karena masa nifas yang sangat menyiksanya. Saya khawatir istri saya akan depresi pasca persalinan.”kata suami Xu Yuan.

Suami Xu Yuan mengatakan bahwa rumah sakit itu juga mengakui bahwa kain kasa itu ditinggalkan oleh mereka, tetapi sikap mereka terhadap masalah itu sangat mengecewakan, tidak ada permintaan maaf, dengan alasan hal itu tidak menyebabakan masalah yang serius.

Sebelum dan sesudah Festival Perahu Naga ketika itu, reporter dua kali menemani keluarga pasien ke Rumah Sakit Kota Anqing untuk memahami situasi terkait, tetapi staf pusat layanan rumah sakit tersebut menolak menjawab pertanyaan apa pun terkait dari keluarga ketika mendengar ada wartawan.

Kemudian, seorang direktur rumah sakit itu mengatakan bahwa ia akan memberi tahu reporter tentang penyelidikan masalah tersebut secara tertulis, namun, hingga berita itu dipublikasikan pihak rumah sakit belum memberikan jawaban.

Sehubungan dengan itu, pihak keluarga Xu Yuan mengatakan kepada wartawan bahwa komisi medis setempat telah dua kali berkoordinasi terkait masalah itu.

Pihak rumah sakit mengusulkan rencana kompensasi total 3.000 yuan (sekitar 6 juta rupiah) kepada keluarga Xu Yuan, namun, mereka menolak dan berencana mengambil langkah-langkah hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular