Erabaru.net. Menjadi gelandangan bukanlah akhir hidup Anda, dan lelaki ini adalah bukti hidup. Dari seseorang yang tidak memiliki apa-apa dan mulai dari nol, Jimelle Levon dari Columbus, Ohio sekarang menjalankan perusahaan fesyennya sendiri.

“Saya dan ibu saya tinggal di tempat penampungan sebelumnya, ketika saya di kelas lima. Dari sana, begitu saya mencapai kelas enam, saya selalu menjadi pekerja keras, baik menyekop salju atau apa pun untuk mendapatkan uang, karena saya tidak ingin berada dalam kesulitan lagi, ”kata Levon kepada WCMH.

Levon mengalami kesulitan, tetapi dia tidak membiarkan itu mendefinisikan dirinya.

View this post on Instagram

Twenties : more life , more designs

A post shared by Jimelle LeVon – Designer (@jimellelevon) on

Pada usia yang sangat muda, Levon yang berusia 10 tahun dan ibunya menjadi tunawisma. Mereka beringsut dari satu tempat penampungan ke tempat lain dan tidak pernah benar-benar memiliki tempat yang dapat mereka sebut rumah pada waktu itu.

Terlepas dari betapa sulitnya kehidupan yang ia lalui, Levon tidak pernah menyerah dan menolak untuk mengakui kekalahan. Pada usia 14, bocah lelaki itu mulai belajar cara menjahit. Tidak mungkin bagi anak laki-laki untuk tiba-tiba belajar cara menjahit, tetapi dia melakukannya.

Tahun lalu adalah saat yang mengubah hidup bagi Levon. Untuk merayakan kelulusan sekolah menengahnya, ia menciptakan gaun prom yang memukau untuk teman kencannya.

Dengan inspirasi yang didapatnya dari film Coming to America, Levon membuat setelan jas untuk dirinya sendiri dan gaun dengan applique emas untuk teman kencannya.

Gaun cantik itu menarik perhatian Steve Harvey yang kemudian menyambut pria muda itu ke pertunjukannya.

(Foto: Yahoo Lifestyle)

Levon dan teman kencannya terlihat megah di malam prom mereka! Untuk pakaiannya sendiri, ia menggunakan daun emas yang sama untuk memperindah blazer, yang ia kenakan di atas kaus putih yang robek dan celana khaki yang dipotong dengan topi baseball.

Juga dijuluki sebagai raja gaun prom, Levon kini telah lulus dari Universitas Clark Atlanta dan menjalankan perusahaan fesyennya sendiri.

Gaun rancangan desainer muda ini masing-masing dijual hingga 450 dollar (sekitar 6,2 juta rupiah) dan bahkan mendapat daftar tunggu bagi mereka yang ingin mendapatkan rancangan remaja berbakat ini.

View this post on Instagram

Jimelle LeVon✨

A post shared by Jimelle LeVon – Designer (@jimellelevon) on

Levon kini telah menjadi inspirasi lokal bagi banyak orang tetapi tidak pernah berhenti bekerja keras. Dia memposting lebih banyak gaun menakjubkan yang dia buat di akun Instagram-nya.

Anak muda yang berbakat! Selama seseorang tidak takut kerja keras, ada kemungkinan yang tak terbatas untuk masa depan!(yant)

Sumber: GoodTimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular