Erabaru.net. Baru enam bulan kerja sudah minta cuti tahunan selama 5 hari, tapi, atasannya justru memberinya 15 hari cuti plus gaji!

Sesuatu yang langka dari seorang pimpinan pada umumnya ini benar-benar terjadi pada pemuda kelahiran tahun 1997-an yang belum memiliki pengalaman kerja, Tapi ketika orang-orang mengetahui hal itu, mereka pun mengacungkan jempol pada manajer umum itu.

Pemuda berusia 21 tahun, bercita-cita menjadi tentara tapi tidak terwujud itu akhirnya pergi ke Hangzhou untuk bekerja. Xiao Dong, nama pemuda tersebut adalah penduduk Fenghua, Provinisi Ningbo, Tiongkok, adalah sosok orang yang pemalu.

Setelah lulus dari sekolah menengah dua tahun yang lalu,karena tidak ingin membebani keluarga dia memilih masuk tentara, namun gagal.

Kegagalan dirinya untuk menjadi tentara tidak membuat dirinya terpuruk. Dia akhirnya mendapat pekerjaan di Hangzhou November lalu dan bekerja sebagai koki di restoran. Setiap hari dari jam 9:30 pagi hingga 2 siang, dan dari jam 5 sore sampai 10 malam, boleh dikata pekerjaannya cukup sibuk dan padat.

Namun, dia tidak menyangka, sel punca hematopoietik “yang tidak disengaja” diambil darinya dan dimasukkan ke bank darah saat pemeriksaan darah untuk pendaftaran menjadi tentara ketika itu, ternyata memberi harapan bagi keluarga lain dua tahun kemudian.

Pada Juni tahun lalu, Xiao Dong tiba-tiba menerima telepon dari Palang Merah setempat yang mengatakan bahwa sel induk hematopoietik-nya memiliki kecocokan awal dengan seorang pasien leukemia. Dia diminta ke rumah sakit untuk analisis lebih lanjut.

Pada 2 Juli, dia meluangkan waktu ke rumah sakit provinsi untuk mencocokkan hal terkait seperti yang disampaikan palang merah itu.

Pencocokan dari darah dua orang yang tak saling mengenal itu berhasil. Beberapa minggu kemudian, ketika hasilnya keluar, orangtua Xiao Dong mengatakan dengan nada curiga,: “Itu bukan panggilan telepon penipuan kan?”

Saat itu, keluarga Xiao Dong tidak tahu bahwa di Hebei yang jauhnya lebih dari 1.000 kilometer, seorang gadis Sichuan berusia 15 tahun yang menderita leukemia baru saja kehilangan pendonor.

Karena sel punca dari pendonor pertama untuk remaja itu tidak memenuhi syarat, sehingga membuat sedih keluarga si gadis yang sangat mengharapkan sumbangan itu untuk keselamatan putrinya.

He Jiani, salah seorang staf Palang Merah Distrik Xihu mengatakan,: “Penyakit leukemia yang menimpa gadis itu terlalu tiba-tiba, tidak ada yang bisa memastikan berapa lama remaja itu bisa bertahan. Mungkin begitu terinfeksi sekali, orangnya pun pergi selamanya …”

Pada 31 Juli, Xiao Dong sebagai relawan alternatif, segera ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Dia berkonsultasi dengan dokter dan mencari tahu banyak informasi, setelah tahu tidak akan berdampak pada kesehatannya, dia pun sepenuhnya menghilangkan kekhawatirannya yang memang dari awal yang dia dicemaskannya.

Orangtuanya mencapai kesepakatan dengannya: “Bagaimana pun sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan hidup itu harus dilakukan, dan tidak ada alasan untuk tidak menyelamatkan seseorang yang membutuhkannya ?”

“Di antara sekian banyak sukarelawan, Xiao Dong adalah relawan yang paling tenang,” puji He Jiani, staf dari Palang Merah setempat.

“Dia sangat kooperatif dengan setiap permintaan. Dia bahkan tidak banyak bertanya mengenai efek samping atau semacamnya, justru kita sebagai staf yang memberitahunya,” lanjut He Jia-ni.

Karena dia menjadi pendonor, ini berarti Xiao Dong harus sering bolak balik antara restoran dan rumah sakit. Agar tidak memengaruhi pekerjaannya, Xiao Dong memilih waktu istirahat ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.

Sehubungan dengan pendonoran itu, Xiao Dong belum memberi tahu atasannya. “Baru enam bulan kerja sudah minta 5 hari cuti tahunan, gak enak juga,”gumam Xiao Dong serba salah.

“Dari restoran tempat kerjanya ke Rumah Sakit, butuh waktu sekitar satu jam perjalanan, ongkos taksi lebih dari 60 yuan, empat hari sekitar 960 yuan, setara dengan satu minggu upahnya terbuang sia-sia.

Awalnya dia berpikir fisiknya masih fit, dan masih bisa kembali kerja setelah pulang dari rumah sakit, dengan begitu upahnya juga tetap utuh. Namun, akhirnya dia mengajukan cuti tahunan selama 5 hari.

Pada saat itu, Xiao Dong menceritakan kepada temannya di salah satu cabang resto tempat kerjanya bahwa ia mengajukan cuti pada atasan. Dari sini, rahasia Xiao Dong pun sampai ke telinga manajer umum. Sang manajer mengetahui bahwa pendonor biasanya membutuhkan waktu dua minggu untuk istirahat, jadi dia pun segera memberinya 15 hari liburan.

Untuk memudahkannya istirahat dan mengamati kondisi fisik, pihak Palang Merah menyiapkan sebuah kamar untuk Xiao Dong di sebuah penginapan dekat rumah sakit. Namun, Xiao Dong menolak setelah mengetahui biaya penginapan itu ditanggung sepenuhnya oleh keluarga pasien.

“Mereka seharusnya lebih menghemat uang untuk pengobatan putrinya!” Kata Xiao Dong beralasan.

Pada 31 Agustus jam 09:00 pagi waktu setempat, operasi transplantasi sel punca darah ke 9 mulai dilakukan di Distrik Xihu dan kasus ke-431 di Provinsi Zhejiang, Tiongkok dengan pendonor bernama Xiao Dong.

Transplantasi berlangsung selama 3 jam, dan diharapkan transplantasi sel punca darah itu dapat memberikan harapan hidup kepada gadis 15 tahun yang menderita leukemia.

Selama proses pengambilan sel punca darah, manajer Xiao Dong juga datang ke rumah sakit menjenguknya.

“Dia adalah karyawan pertama dari perusahaan kami yang menyumbangkan sel punca darahnya. Kami pasti akan mempromosikan nanti di kantor, supaya rekan-rekan semua bisa belajar dari Xiao Dong!” Kata Manajer Xu sambil menoleh ke Xiao Dong yang masih terbaring di atas ranjang pasien.

“Karyawan teladan tahun ini pastilah dia, Xiao Dong, tapi jangan sombong ya !” tambahnya.

Selama empat hari itu, sukarelawan Palang Merah Li Qin-ai tampak sibuk, dan sambil menujuk ke dinding yang bertuliskan “kasus ke-431”.

Kepada wartawan dia menatakan, : “Dari kasus ke- 90 hingga 431 sekarang, saya telah melayani lebih dari 300 pendonor selama 8 tahun pengabdian saya di sini, mereka adalah orang-orang yang hebat, diam-diam melakukan hal-hal baik.”

Di depan ranjang pasien di rumah sakit, Wakil Presiden dari Palang Merah Hangzhou juga memuji Xiao Dong,: “Lahir tahun 1997, baru 21 tahun, datang sendirian, tidak pernah ditemani keluarga, kamu benar-benar hebat anak muda.”

“Saya hanya orang biasa, belum pernah melakukan hal-hal yang menghebohkan,” kata Xiao Dong tersipu malu.

Selain itu, Xiao Dong juga mengatakan sesuatu kepada gadis yang tidak dikenalnya itu: “Semoga cepat sembuh, dan sehat kembali, serta bisa segera pulang dan menikmati hidup dengan ceria!”(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular