Su Lin -The Epoch Times

Erabaru.net. Cukup banyak orang yang bisa mengingat tentang kehidupan mereka sebelumnya.

Terkadang, demi memberi tahu kepada orang lain bahwa kehidupan sebelumnya memang ada. Dalam kasus lain, sosok ini membantu dengan tujuan membayar karma.

Alkisah, seorang biksu meminta sedekah makanan pada siang hari. Dia melihat seorang gadis memetik daun dari pohon mulberry.

Lalu biksu itu menghampirinya dan bertanya, “Apakah ada bagi tempat saya mendapatkan makanan?” Gadis itu menjawab: “Sebuah keluarga dengan nama keluarga Wang sekitar tiga atau empat li [satu li sama dengan sekitar setengah kilometer] dari sini sedang menyiapkan makanan vegetarian untuk para biksu. Pergi sekarang. Mereka akan dengan senang hati menerima Anda. “

Biksu itu mengikuti saran wanit aitu dan datang ke kediaman keluarga itu. Dia gembira melihat sekelompok biksu duduk makan bersama dan diundang untuk bergabung dengan mereka.

Setelah makan, istri tuan rumah di keluarga tersebut bertanya-tanya bagaimana bhiksu itu mengetahui tentang makan siang dan bisa tiba dengan tepat waktunya. Lalu biksu itu menyampaikan tentang gadis pemetik daun mulberry.

Tuan rumah dan istrinya tidak bisa mempercayai apa yang mereka dengar dari biksu itu. “Bawa kami ke gadis itu,” kata mereka.

Ketika gadis itu melihat tuan rumah keluarga wang dan istrinya, dia bergegas turun dari pohon, membuang keranjang, dan beranjak ke rumahnya. Lalu kedua pasutri yang ingin menemuinya langsung mengejar wanita itu ke rumah. Ternyata orangtua gadis itu adalah kenalan mereka.

Apa yang dilakukan gadis itu? dia membarikade dirinya di rumah di tempat tidurnya.

Ibu gadis itu bertanya kepada pasutri yang mengejar putrinya dan bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk mereka. Pasutri itu berkata: “Kami sedang menyiapkan pesta vegetarian untuk beberapa biarawan hari ini. Seorang biksu datang dan mengatakan bahwa seorang gadis muda telah memberitahunya tentang makan siang itu. Saya tidak memberi tahu kepada siapa pun tentang rencana saya. Jadi saya hanya ingin tahu bagaimana putri Anda bisa tahu tentang makan besar itu. “

Ibu gadis itu berusaha meyakinkan kepada putrinya agar keluar dari kamar dan menemui kedua pasutri itu. Tetapi dia menolak begitu saja. Sang ibu menjadi gelisah dan menjadi berang.

Gadis itu berkata, “Saya tidak ingin melihat lelaki tua dan istrinya. Apa masalahnya?” Ibunya bertanya, “Mengapa kamu tidak melihat mereka?” Lelaki dan istrinya itu bahkan lebih bingung. Mereka memohon padanya untuk menemuinya.

Gadis itu berteriak, “Pada hari dan tanggal ini, apa yang terjadi kepada penjual kambing dan kedua putranya?”

Begitu pasutri mendengar teriakan itu, mereka langsung kabur tunggang langgang.

Ibu gadis itu bertanya kepadanya apa yang terjadi. Si Gadis menjelaskan: “Dalam salah satu kehidupan sebelumnya, saya adalah penjual kambing yang datang dari Xiazhou. Saya menghabiskan malam di rumah lelaki tua itu. Dia membunuh anak-anakku dan aku pada malam itu dan mengambil uang kami.“

“Lalu, dalam kehidupanku yang terakhir, aku adalah putranya dan biji mata mereka. Saya jatuh sakit pada usia 15 dan meninggal pada usia 20 tahun. Uang yang mereka habiskan untuk obat-obatan saya beberapa kali lebih banyak daripada yang mereka curi dari saya.”

“Mereka juga membayar biksu untuk melakukan ritual pada hari sebagai peringatan kematian saya setiap tahun. Pasangan tua itu sering memikirkan saya dan menangis.”

“Biksu itu bertanya padaku di mana dia bisa mendapatkan makanan, dan aku menyuruhnya pergi ke keluarga Wang. Darah buruk berakhir di sana.”

Siapa yang akan berdosa jika mereka tahu mereka harus membayarnya suatu hari? Tidak ada yang bisa lepas dari karma. (asr)

Diadaptasi dari “The Book of Unofficial History”

Share

Video Popular