Erabaru.net. Pagi 21 Juni 2018 lalu, Jiu Yue menghembuskan napas terakhirnya. Dia menyumbangkan 5 organnya yang terdiri dari sepasang ginjal, hati dan sepasang kornea, memberikan harapan hidup baru kepada 5 keluarga lain …

Hanya dalam tempo 20 hari, sebuah penyakit serius yang datangnya tiba-tiba telah merenggut nyawa seorang “malaikat kecil” berusia 4 tahun.

Namanya Jiu Yue September, ketika tidak ada harapan lagi untuk menyembuhkan penyakit yang menderanya, pihak keluarga dengan berat hati dan sambil menahan pilu memutuskan : Menyumbangkan organ-organnya setelah ia tiada untuk melanjutkan hidup orang lain, sekaligus hidupnya di dunia dengan “cara lain.”

Menurut penuturan ibunya, Jiu Yue sakit di bagian batang otaknya, dan datangnya tiba-tiba. Pada 1 Juni tahun lalu, ia masih sempat melewati Hari Anak-anak di taman kanak-kanak.

2 Juni, ia terjatuh saat bangun pagi dan keluarganya tidak memperhatikan lebih lanjut saat itu, mereka pikir berpikir itu hal biasa saat bangun tidur.

3 Juni, atau keesokannya, mereka melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan putrinya, kecepatan bicaranya menjadi sangat lambat, dan jalannya juga tidak stabil.

Saat itu juga ibunya segera membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Ketika hasil pemeriksaan MRI keluar, dokter setempat memastikan adanya space occupying lesion/SOL ( lesi desak ruang), yakni lesi yang meluas atau menempati ruang dalam otak termasuk tumor, hematoma dan abses.

Dokter mengatakan bahwa masalahnya sangat serius, dan disarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit pusat di Beijing untuk pemeriksaan dan penanganan.

Ibunya segera membawanya ke rumah sakit di Beijing, dan didiagnosis menderita lesi di batang otak dan telah kehilangan syarat untuk penanganan bedah.

Pakar terkait mengatakan bahwa jika dilakukan perawatan intensif juga hanya dapat memberikan dua bulan kesempaan hidup pada anak itu, namun, dalam dua bulan itu, si anak akan lebih mendeita siksaan radioterapi.

“Kami tidak ingin melihatnya tersiksa, jadi membawanya pulang,” kata Ma, ibunya..

Supaya hidup putrinya bisa berlanjut dengan cara lain, dan membawa harapan hidup bagi keluarga lain, dia memutuskan menyumbangkan organ putrinya kelak setelah tiada.

21 Juni pagi waktu setempat, gadis kecil itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Afiliasi Qingdao University, Tiongkok.

Dia didorong ke ruang operasi dari bangsal ICU (Intensive Care Unit) dan semua dokter serta staf medis membungkukkan badan, berbela-sungkawa dan berdoa untuknya.

Dan dari hasil evaluasi terakhir, organ hati, dua ginjal dan sepasang kornea milik Jiu Yue memenuhi syarat untuk disumbangkan, dan telah didistribusikan melalui sisitem komputerisasi bersama dengan pendistribusian organ manusia setempat dan telah menemukan pasien penerima donor yang cocok.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular