Erabaru.net. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan dari kamis (7/2/2019) hingga Jumat (8/2/2019)  visual gunungapi Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, terlihat jelas hingga tertutup kabut.

PVMBG melaporkan, asap kawah utama teramati berwarna putih tebal setinggi 150 m diatas puncak. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dan baratdaya. Suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di pos pengamatan Gunung Api.

PVMBG juga mencatat panjang tumpukan/leleran lava sungai melebuhe sejauh lk 3.500 meter dari puncak kawah II. Di ujung tumpukan/leleran lava terjadi penguapan dan menimbulkan kepulan asap putih tebal mengepul.

Selain itu, guguran dari pinggiran tubuh lava sering terjadi yang menimbulkan asap coklat, kelabu terkadang kehitaman tipis sampai tebal. “Saat ini aliran lava sudah mencapai laut,” demikian laporan resmi PVMBG.

Hingga kini tingkat aktivitas Level III (SIAGA). G. Karangetang (2460 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.

Melalui rekaman seismograf tanggal 7 Februari 2019 tercatat:

37 kali gempa Guguran

53 kali gempa Hembusan

8 kali gempa Hybrid

9 kali gempa Tektonik Jauh (1 kali diantaranya merupakan gempa terasa pada skala III MMI)

Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 – 1 mm, dominan 0,25 mm

PVMBG mengimbau kepada masyarakat di sekitar G. Karangetang dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Masyarakat di sekitar G. Karangetang yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Desa Niambangeng, Desa Beba dan Desa Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran G. Karangetang yaitu di luar zona bahaya tersebut pada poin di atas.

Bagi, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Terakhir, masyarakat disekitar G. Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. (asr)

Share

Video Popular