Erabaru.net. Akibat terpapar cairan nikotin yang biasa digunakan dalam alat vape, seorang bayi dilaporkan meninggal dalam satu insiden di Australia pada hari Rabu lalu.

Ilustrasi.

The Herald Sun melaporkan bahwa hanya 1 mililiter (ml) cairan nikotin diperlukan untuk membunuh bayi jika cairan itu tertelan, terpercik atau dihirup. Meskipun cairan e-rokok atau vape ini telah dilarang di seluruh Australia, pengguna masih bisa mendapatkannya secara online.

Berdasarkan data dari Poison Information Center menemukan bahwa ada 70 kasus keracunan e-rokok yang dilaporkan pada 2016. Jumlah ini juga dikatakan dua kali lipat dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.

Ilustrasi.

Selain itu, dari semua 202 kasus keracunan e-rokok yang dilaporkan di Australia, 76 di antaranya melibatkan anak-anak termasuk 62 bayi.

Oleh karena itu, peningkatan tingkat keracunan e-rokok terhadap bayi dan anak-anak membuat Dr Sarah White memandang serius tentang masalahnya.

“Singkirkan segala diskusi tentang berhenti merokok atau pengurangan bahaya, yang kami butuhkan adalah standar keamanan dasar ketika pelanggan berada di dekat cairan ini”.

Ilustrasi.

Bahkan, Departemen Kesehatan Australia juga menyatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengkonfirmasi bukti yang mendukung keamanan penggunaan cairan nikotin ini.

“Meningkatnya popularitas e-rokok yang digunakan secara internasional juga menyebabkan meningkatnya kasus keracunan nikotin yang disebabkan oleh paparan atau menelan e-cairan. Efek dari paparan ini termasuk radang mata dan kulit, mual dan muntah dan penyakit yang mengancam jiwa, dalam beberapa kasus, kematian,” Mengutip pernyataan Anne Kelso CEO National Health and Medical Research Council CEO.(yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds