Erabaru.net. Instagram akhirnya memenuhi permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan penutupan akses (blokir) terhadap akun instagram Alpantuni karena memuat konten pornografi.

Tercatat, mulai  Rabu (13/02/2019) pukul 05.00 pagi akun tersebut tidak bisa diakses lagi.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan emblokiran terhadap akun tersebut dilakukan setelah Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menerima laporan publik dan melakukan verifikasi.

Menurut Ferdinandus, hasil verifikasi menunjukkan semua konten yang dimuat dalam akun instagram Alpatuni memenuhi unsur Pasar 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai distribusi konten pornografi.

“Pasal 27 ayat 1 UU ITE menyatakan setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” demikian dalam keterangannya.

Kementerian Kominfo mengapresiasi publik yang ikut melaporkan akun Alpatuni tersebut melalui fitur report di Instagram sehingga mempercepat proses takedown.

Kementerian Kominfo mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media soaial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545.

Sebelumnya, Kominfo sempat mengajak publik beramai-ramai melaporkan akun sosmed yang diketahui memiliki muatan konten negatif. Meskipun, Indonesia belum memiliki Undang-Undang anti-LGBT, tetapi memiliki aturan pornografi. Jika kemudian bertujuan kepada porno aksi, maka secara hukum legal ditindak.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima laporan terkait akun yang memiliki muatan LGBT itu. sejauh ini pihaknya belum menerima laporan atas akun itu.

Menurut dia, pihak kepolisian masih memeriksa dan mendalami keberadaan tersebut. Jika kemudian ditemukan pelanggaran, maka pihak kepolisian akan menggelar proses lebih lanjut.

“Kami cek dahulu nanti, nanti kami lidik,” katanya kepada wartawan.

Pada Oktober 2018 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika telah memblokir group facebook LGBY yang dalam beberapa waktu lalu menghebohkan warganet Indonesia. 

Langkah pemblokiran terhadap group facebook dilakukan setelah mendapat surat elektronik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta group facebook tersebut diblokir karena group tersebut dinilai dapat membahayakan anak-anak dan remaja di wilayah Garut dan sekitarnya. Group LGBT di Garut tersebut, menurut KPAI berpotensi mengkampanyekan praktik gay di kalangan anak-anak atau remaja laki-laki.

Sebelumnya Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo RI telah melakukan penelusuran dan analisis terhadap muatan group facebook tersebut dan menemukan bahwa terdapat beberapa konten yang mengandung muatan pornografi. 

Kategori pornografi mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak.” (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular