Epochtimes.com

Pada 14 Februari adalah hari Valentine, mari kita bersama melihat kisah cinta yang ‘menembus ruang dan waktu’ antar 2 orang muda-mudi yang terjadi setengah abad yang lalu. Kisah cinta antar seorang pemuda Vietnam dengan gadis Korea Utara yang mungkin karena jodoh bertemu di Korea Utara.

Namun, akibat kebijakan ketat yang diterapkan oleh kedua negara sosialis tersebut, mereka terpaksa menanti selama 30 tahun, hingga tahun 2002 baru bisa menikah. “Cinta ternyata berhasil mengalahkan sosialisme,” kata mereka.

Tahun 1967, Pham Ngoc Canh yang berasal dari Vietnam bertemu dengan Ri Yong-hui di Korea Utara dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Pham Ngoc Canh yang kini berusia 69 tahun mengatakan : “Saya langsung berkata kepada diri saya bahwa saya harus menikahi gadis ini.”

Vietnam yang masih berada menghadapi peperangan pada tahun 1967, Pham Ngoc Canh merupakan satu dari 200 orang murid Vietnam yang dikirim ke Korea Utara untuk belajar teknik yang dipersiapkan untuk membangun kembali Vietnam setelah perang usai.

Di bawah larangan ketat dari dua negara sosialis, Kedua mempelai ini baru bisa bersatu setelah 30 tahun menanti. Pada tahun 2002 mereka melangsungkan pernikahan. (video screenshot)

Ketika Pham magang di Pabrik Pupuk di Kota Hamhung, Korea Utara, ia pertama kali bertemu dengan Ri Yong-hui yang bekerja di laboratorium, Ia sampai memberanikan diri untuk pergi ke tempat tinggal Ri untuk “berkunjung”.

Firasat Ri Yonghui pada saat itu adalah, ini akan menjadi cinta yang tak mungkin berujung.

Ri Yong-hui yang kini berusia 70 tahun mengatakan : “Ketika kami bertemu untuk pertama kalinya, saya merasa sedih. Karena pada awalnya saya tahu bahwa ini adalah cinta yang tidak dapat diwujudkan.”

Ri Yong-hui dan Pham Ngoc Canh saat menerima wawancara BBC di rumahnya. (BBC)

Pada saat itu, pemerintah Korea Utara dan Vietnam secara tegas melarang rakyatnya untuk nikah dengan orang asing. Bahkan Korea Utara sampai sekarang pun masih memberlakukan larangan tersebut.

Pham Ngoc Canh sebelum meninggalkan Korea Utara pada tahun 1973, setiap bulannya pasti wakuncar (wajib kunjungi pacar) ke tempat tinggal Ri.

Pada tahun 1990-an, Korea Utara mengalami bencana kelaparan, Pham mengumpulkan tujuh ton beras untuk disumbangkan kepada Korea Utara yang berdampak pada menambah keeratan hubungan kedua pemerintah.

Di bawah larangan ketat dari dua negara sosialis, Kedua mempelai ini baru bisa bersatu setelah 30 tahun menanti. Pada tahun 2002 mereka melangsungkan pernikahan. (video screenshot)

Setelah 30 tahun menunggu, sepasang “muda-mudi” tersebut baru bisa menikah.

Tahun 2002, Pham Ngoc Canh dan Ri Yong-hui baru melangsungkan pernikahan di Kedutaan Besar Vietnam untuk Korea Utara di kota Pyongyang. Setelah itu mereka menetap di kota Hanoi, Vietnam. Mereka akhirnya bisa bersatu di bawah satu atap.

Pada 27 dan 28 Februari tahun ini, KTT Trump – Kim Jong-un akan diadakan di Hanoi, Vietnam.

Pham Ngoc Canh dan Ri Yong-hui menanti pertemuan tersebut, mereka mengatakan bahwa cinta mampu mengalahkan sosialisme.

Pham mengatakan : “Saya pikir kita harus hidup demi cinta, cinta tidak memiliki hal-hal buruk”. “Saya tidak menyetujui sosialisme, karena tidak membuat orang saling mencintai, saya tidak setuju dengan itu, saya tidak suka sistem sosialis”.

Mereka berharap bahwa KTT ini akan memungkinkan Korea Utara untuk melangkah lebih jauh  di atas jalan menuju perdamaian. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular