Erabaru.net. Setelah delapan tahun meninggalkan rumah, akhirnya dia pun pulang. Pada saat ini, dia merasa lega. Karena selama 8 tahun kerja kerasnya, akhirnya dari seorang pria miskin berubah menjadi pengusaha yang sukses.

Di kereta, dia menggenggam kartu ATM yang berisi satu juta yuan (sekitar 2 miliar).

Dalam benaknya pernah berulang kali terlintas bayangan seperti ini : Dia menyodorkan kartu ini kepada istrinya kemudian berkata belanjakan sesukamu, kalau habis masih bisa diisi lagi.

Lalu istrinya menyambutnya dengan mata berbinar-binar dan dengan manja meminta maaf kepadanya, tidak seharusnya berkata kasar kepadanya waktu itu.

Dulu, setiap saat membayangkan hal ini, dia selalu tersenyum sendiri tanpa sadar.

Sekarang, menyaksikan khayalannya akan segera menjadi kenyataan, entah mengapa dia tidak merasa bahagia.

Karena ketika dia benar-benar mendapatkan 2 miliar pertama dalam hidupnya, tiba-tiba dia merasa bahwa prestasi terbesar yang dia dapatkan dalam delapan tahun terakhir ini, bukan berhasil mengumpulkan 2 miliar itu, meskipun uang itu setara dengan tabungan seumur hidup ayahnya.

Dia merasa prestasi terbesarnya adalah tidak menyia-nyiakan waktu sehari pun selama delapan tahun terakhir, tetapi telah belajar banyak hal.

Dia dan istrinya adalah teman semasa kanak-kanak. Meskipun kondisi ekonomi keluarga istrinya memprihatinkan, ibu mertuanya juga terbaring lumpuh di tempat tidur sepanjang tahun, tetapi ia tetap saja jatuh cinta pada istrinya yang baik hati dan lembut itu.

Sebelum menikah, hubungan mereka sangat harmonis. Namun, setahun setelah menikah, dia mendapati istrinya berubah drastis, seperti bukan sosok istri yang dikenalnya, dia menjadi sensitif/gampang naik darah, selalu menggerutu dan berkeluh kesah.

Setelah menikah, dia tetap bekerja di pabrik seperti biasa, dengan gaji sekitar 5 juta sebulan.

Sepulang kerja, dia pun berbaring di tempat tidur sambil bermain game atau ponsel. Istrinya selalu mengeluh dan mengatainya malas dan tak berguna.

Suatu hari mereka bertengkar hebat, istrinya berkata lantang sambil menunjuk-nunjuknya bahwa dia laki-laki yang tak berguna, istrinya juga menyalahkan dirinya yang bodoh mau menikah dengannya dan hidup susah

Ilustrasi. (Internet)

Untuk pertama kalinya, dia merasa bahwa istrinya telah melanggar garis bawahnya, lalu meresponnya dengan beberapa patah kata.

Namun, istrinya lebih marah lagi, dan berteriak sambil menunjuk ke pintu. “Kamu memang tak berguna, pintu keluar ada di sana, kau pergi saja kalau memang hebat, dan baru bicara lagi kalau sudah punya uang,”teriak istrinya berang.

Malam itu juga, dia mengemasi barang-barangnya. Pagi keesokannya, dia naik kereta ke selatan kota, pergi dari rumah dengan kesal.

Dia bersumpah akan berjuang sekuatnya dan akan kembali dengan segepok uang dan dilempar ke muka istrinya.

Kereta yang membawanya perlahan-lahan merapat di kota kabupaten kampung halamannya.

Kota kecil di kampung halamannya itu tidak banyak berubah meski selama delapan tahun tak pernah lagi menginjakkan kakinya di sana.

Sesampainya di depan pintu rumah, dia terkejut melihat pintu rumahnya dipenuhi dengan rumput liar, dan tampak sunyi.

Seorang tetangga yang melihatnya kepulangannya juga terkejut dan berkata dengan terbata-bata : “Kau…kau sudah pulang!”

Dia bermaksud menanyakan lebih lanjut, tetapi melihat tetangganya yang berbicara tergagap-gagap, dia pun mengurungkan niatanya.

Pintu rumahnya tampak kendur dan tidak tertutup rapat, dia mendorong pintu itu dan langsung berjalan ke sebuah ruangan.

Namun, dia tercengang seketika saat melihat sesosok orang di dalam ruangan itu.

Ilustrasi.

Dia melihat istrinya duduk di kursi roda dan dengan susah payah memotong sayuran di ruangan itu.

Istri berbalik dan juga terkejut melihatnya, sayuran di tangannya tidak terasa jatuh di lantai.

Perasaannya bergejolak tak menentu melihat semua perubahan di depan matanya, buru-buru dia bertanya pada istrinya apa sebenarnya yang terjadi, kenapa bisa seperti ini.

Matanya berkaca-kaca dan air matanya berlinang setelah mendengar cerita istrinya.

Ternyata di keluarga istrinya, ada distrofi otot atau penyakit/gangguan otot bawaan yang disebabkan gen spesifik abnormal dengan gejala kelemahan otot.

Nenek istrinya baru mengalami gejala itu pada usia 60 tahun, sementara ibunya pada usia 45 tahun, dan istrinya yang malang, dimana setelah setahun menikah dengannya, perlahan-lahan dia merasa ada kelainan pada fisiknya.

Karena tak ingin menjadi beban suaminya, dia pun sengaja mencari gara-gara dengannya, dan mencari kesempatan agar sang suami marah dan pergi meninggalkannya.

Selama delapan tahun itu, istrinya hidup sendirian, dan menghidupi dirinya dengan susah payah dari hasil kerajinan tangan.

“Aku tak pernah menyangka, kamu akan pulang lagi. Sebenarnya, aku berharap kamu tidak usah kembali lagi,” kata istrinya sambil menangis terisak.

Sementara itu, dia juga tidak menyangka, istrinya yang masih muda dan di masa remajanya yang paling indah itu mengalami penyakit seperti itu.

Dia tidak bisa membayangkan bagaimana istrinya menghabiskan delapan tahun waktunya dalam keadaan seperti itu, tapi sekarang dia telah kembali, dan dia bertekad akan menghabiskan sisa hidupnya bersama dengannya sampai ajal menjemput.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular