BEIJING — Pengadilan militer Tiongkok menghukum seorang jenderal senior yang menjadi kepala departemen pertahanan seumur hidup di penjara pada 20 Februari setelah mendapati dia bersalah atas korupsi, menurut laporan kantor berita negara, Xinhua.

Militer Tiongkok, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang merupakan yang terbesar di dunia dan berada di tengah-tengah kampanye modernisasi, telah menjadi fokus penting dari perjuangan pemimpin Tiongkok Xi Jinping untuk memberantas korupsi.

Jenderal senior, Fang Fenghui, yang pernah menemani Xi pada pertemuan pertamanya dengan Presiden Donald Trump pada 2017, telah ditempatkan kembali ke posisi sebelumnya sebagai kepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat akhir tahun itu tanpa penjelasan.

Jenderal Fang Fenghui dihukum penjara seumur hidup tas kasus suap dan korupsi
Pemimpin Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Jenderal Fang Fenghui, kepala staf umum Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, menunggu untuk bertemu Jenderal Joseph Dunford, ketua kepala staf gabungan AS, di Aula Besar Rakyat di Beijing pada 17 Agustus 2017. (Andy Wong / AFP / Getty Images)

Pemerintah kemudian mengkonfirmasi bahwa ia sedang diselidiki dengan dugaan korupsi.

Fang sesudah itu ditempatkan sebagai anggota Komisi Militer Pusat, Central Military Commission (CMC), dipimpin oleh Xi dan yang mengendalikan angkatan bersenjata, pada kongres Partai Komunis lima tahun pada Oktober 2017, sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan militer yang luas.

Xinhua mengatakan pengadilan militer mendapati Fang bersalah atas suap dan memiliki kekayaan besar yang tidak dapat dia pertanggungjawabkan.

Aset haramnya akan disita dan diberikan kepada Partai Komunis, tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Tidak mungkin menghubungi Fang untuk berkomentar karena dia di penjara. Tidak jelas apakah ia diizinkan untuk menyewa pengacara atau siapa pun itu.

Komentator politik Epoch Times, Zhou Xiaohui mengatakan bahwa Fang dituntut karena menerima suap adalah yang diharapkan: perwira-perwira tinggi militer diketahui secara teratur menerima uang tunai dan suap hadiah dari bawahan-bawahan mereka, dan sebagai imbalannya mengeluarkan promosi dan manfaat-manfaat lainnya. Namun, Zhou menyatakan, “mengingat posisi Fang di militer, jumlah perwira berpangkat tinggi yang bisa disuapnya sangat kecil.”

Zhou menambahkan: “Wakil ketua CMC yang pada saat itu menjabat Guo Boxiong dan Xu Caihou, keduanya orang kepercayaan Jiang Zemin, adalah dua kandidat yang paling mungkin.”

Lusinan perwira telah diselidiki dan dipenjara, termasuk Xu Caihou dan Guo Boxiong, keduanya mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat. Guo dipenjara seumur hidup pada tahun 2017. Xu meninggal karena kanker pada 2015 sebelum ia bisa diadili.

Fang adalah bawahan Guo, yang dulunya adalah pejabat militer tertinggi Tiongkok, yang memperoleh kekuasaan melalui kesetiaan kepada mantan pemimpin Partai Jiang Zemin. Guo memungkinkan Jiang mengontrol militer dari balik layar, lama setelah Jiang secara resmi mundur dari posisi kepemimpinan Partai.

Zhang Yang, yang bertugas di komisi tersebut bersama Fang, melakukan bunuh diri pada November 2017 ketika sedang diselidiki karena korupsi dan hubungannya dengan Guo dan Xu.

Xi Jinping telah membersihkan lembaga militer untuk membersihkan pengaruh Jiang dan fraksinya yang tersisa. (ran)

Video pilihan:

Benarkah North University of China, adalah Sekolah Mata mata Tiongkok

Share

Video Popular