Erabaru.net. Mensius atau Mengzi berkata: “Pada dasarnya, sifat manusia itu baik” karena ada sisi lembut dalam lubuk hati setiap orang. Ada keinginan untuk membantu saat melihat anak-anak terluka dan simpati ketika melihat seseorang tak berdaya, ini adalah sifat alami manusia. Meskipun ada banyak orang di dunia yang melakukan kejahatan, namun, pada akhirnya mereka akan menyadari kesalahannya dan meneteskan air mata penyesalan.

Berikut ini adalah sebuah kisah nyata tentang seorang penjahat ⋯⋯

Suatu malam sekitar jam 10 malam waktu setempat, Connor Dawes, seorang pemuda berusia 19 tahun melihat seorang priai muda sedang berjalan sendirian ketika ia dan seorang temannya sedang jalan-jalan di Nuneaton, utara Warwickshire, Inggris.

Pada saat itu, suasana sepi dan gelap, tidak ada seorang pun yang berlalu lalang. Terlintas dalam benak Dawes, itu adalah saat yang tepat untuk beraksi, kemudian dia mengikuti pria itu dan memukul tengkuk pemuda itu hingga pingsan, lalu menjarah ponsel dan dompetnya.

(Foto:Pixabay)

Tapi tak disangka, akhir cerita itu tidak terduga! Dawes memilih untuk menyerahkan diri ke polisi dan mengecam dirinya sebagai manusia “sampah”. Semua perubahan itu karena sebuah benda di dalam dompet hasil jarahannya.

Ketika Dawes berhasil menjarah dompet dan dengan penuh semangat ingin berbagi dengan temananya, dia melihat beberapa informasi di dalam dompet, yang menyatakan bahwa korban adalah pasien Sindrom Asperger (salah satu gejala autisme), inilah yang seketika membuatnya merasa malu dan mengetuk dirinya sendiri.

Kemudian dia memutuskan untuk menyerahkan diri dan memberi tahu polisi bahwa dia adalah seorang “manusia sampah”, dan dia kahirnya dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Sindrom Asperger merupakan gangguan neurobiologi yang masih termasuk dalam spektrum austisme. Penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. Namun, kecerdasan pasien normal, dan bahkan banyak penderita ini memiliki bakat yang sangat tinggi dalam bidang tertentu.

Ciri-ciri yang ditunjukkan oleh pengidap Asperger dan autisme sangat mirip, tetapi Asperger dianggap sebagai bentuk autisme ringan.

Pengidap Asperger biasanya menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata, cepat menguasai bahasa dan kosakata baru, serta mampu menghafal berbagai hal dengan detail. Kondisi ini biasanya terjadi sebelum usia dua tahun, dan penyakit ini akan menyertainya seumur hidup.

(Foto:Wikipedia)

Rasa bersalah yang membuat Dawes memilih untuk menyerahkan diri atas kesadarannya sendiri, dan hakim berkata: “Anda mungkin tidak tahu pemuda yang Anda jarah itu menderita penyakit Asperger, tetapi Anda pasti tahu ia berada dalam posisi yang lemah, karena ia berjalan sendirian di malam hari, sementara Anda berdua orang, dia hanya sendiiri.”

Siapa pun yang melakukan kejahatan harus dikenai sanksi hukum. Ini adalah aturan hukum dan disiplin yang diatur oleh negara. Meskipun Dawes memilih untuk menyerahkan diri, tetapi fakta kejahatannya tidak dapat diabaikan, dan oleh karena itu harus menerima ganjarannya dengan hukuman dua tahun penjara.

(Foto:Pixabay)

Seperti kata pepatah: “Bisa menyadari kesalahan dan memperbaikinya adalah hal yang sangat baik”.

Batin Dawes yang tersentuh seketika telah mengetuk hati nuraninya. Meskipun dia harus menjalani hukuman karena perbuatannya, namun, ia menyadari sepenuhnya dan dalam arti tertentu dia sudah tidak bersalah.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular