Erabaru.net. Indonesia  dan  Korea  Selatan  sepakat  meningkatkan  hubungan perdagangan    dengan    mengaktivasi    kembali    negosiasi    Perjanjian    Kerja    Sama    Ekonomi Komprehensif    Indonesia    dan    Korea    Selatan    (Indonesia-Korea    Comprehensive    Economic Partnership Agreement/IK-CEPA).

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan pernyataan bersama   reaktivasi   IK-CEPA   oleh   Menteri   Perdagangan   RI,   Enggartiasto   Lukita   dan   Menteri Perdagangan,  Industri,  dan  Energi  Republik  Korea  Selatan,  Hyun  Chong Kim  dalam  Forum  Bisnis Indonesia-Korea Selatan, Selasa (19/2) di Jakarta.

“Jika  tanpa  dipayungi  perjanjian  IK-CEPA,  kesepakatan-kesepakatan  antara  Indonesia  dan  Korea Selatan  baik  dalam  investasi  mau  pun  perdagangan  akan  ketinggalan.  Melalui  perjanjian  ini, kedua pihak akan menyepakati penurunan tarif dan berbagai fasilitas perdagangan lainnya serta kemitraan yang saling menguntungkan,” ungkap Mendag dalam siaran persnya.

Inisiatif  ini  menandakan  tekat  kuat  kedua  pemerintah  untuk  menciptakan  lingkungan  yang kondusif  guna  memperluas  perdagangan  dua  arah  dan  investasi,  serta  memaksimalkan  potensi kemitraan ekonomi.

Indonesia dan Korea Selatan juga sepakat mengaktivasi IK-CEPA berdasarkan prinsip-prinsip utama yaitu  memastikan  perjanjian  akan  memberikan  hasil  yang  terbaik,  saling  menguntungkan,  serta komprehensif  yang  mencakup  perdagangan  barang  dan  jasa  serta  bidang-bidang  lainnya. 

Selain itu, reaktivasi IK-CEPA juga akan dilakukan berdasarkan perjanjian multilateral dan regional yang sudah serta negosiasi antara Indonesia dan Korea Selatan, misalnya Indonesia-Korea FTA (AKFTA).

Adapun  tujuan  dari  kesepakatan  ini  yaitu  memperkuat  perekonomian  kedua  negara  melalui peningkatan perdagangan dan investasi secara optimal. Indonesia dan Korea Selatan berkeinginan menjadikan IK-CEPA sebagai perjanjian berkelanjutan yang dapat terus berkembang dari waktu ke waktu. 

Untuk  mencapai  tujuan  ini,  kedua  menteri  menginstruksikan  para  juru  rundingnya untuk segera memulai perundingan sehingga dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini.

“Melalui  IK-CEPA,  diharapkan  target  perdagangan  yang  telah  dicanangkan  oleh  kedua  kepala negara sebesar USD 30 miliar, dalam tiga tahun ke depan dapat dicapai. Selain itu, kedua negara tengah  menyusun  kerja  sama  kemitraan  investasi  yang  lebih  luas  karena  potensi  kedua  negara sangat besar dengan kemajuan teknologi Korea Selatan yang pesat,” tutup Mendag.

Total  perdagangan  antara  Indonesia-Korea  Selatan  di  tahun  2018  tercatat  sebesar  USD  18,62 miliar, dengan nilai migas sebesar USD 3,40 miliar dan nonmigas sebesar USD 15,22 miliar. Nilai total  perdagangan  tersebut  meningkat  14,08  persen  dibandingkan  tahun  2017  yang  tercatat sebesar USD 16,32 miliar.

Produk  ekspor  utama  Indonesia  ke  Korea  Selatan  adalah  batu  bara,  tembaga,  karet,  kayu  lapis, timah, bubur kertas, minyak kelapa sawit, alas kaki, dan produk kayu. Sedangkan, produk utama Korea Selatan yang diekspor ke Indonesia adalah minyak bumi, kapal, sirkuit terpadu elektronik, karet sintetis, kain tenun, dan baja. (asr)

Share

Video Popular