Erabaru.net. Bagi seorang pasien yang sakit parah, pendengar terbaik menjelang kemtiannya bukanlah “perawat”! Selain merawat , seorang perawat juga harus merangkap sebagai asisten “paruh waktu” pasien, dengan sabar menemani sang pasien sampai akhir kehidupan mereka.

Itulah Karen, seorang perawat yang penuh perhatian, dia sendiri adalah ibu dari tiga orang anak.

Ketika dia mendengar kecemasan Patty, pasiennya tentang putranya yang baru berusia 9 tahun, Karen sendiri ikut larut dalam kecemasan. Tapi siapa sangka, sepatah kalimat “Saya pikir kita bisa mengadopsinya” dari Michael, suaminya, akhirnya telah mengubah nasib kedua keluarga ini !

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Friday, December 4, 2015

Karen dan Michael bekerja di pusat perawatan kanker yang sama. Karen menjadi perawat dan Michael adalah seorang pendeta.

Pada 2011 lalu, Karen pernah merawat Patty, seorang pasien kanker otak, keduanya tampak akrab dan terbuka seperti sahabat karib. Karen bisa memahami bahwa satu hal yang paling mengganjal pikiran Patty adalah Stephen, putranya yang baru berusia 9 tahun.

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Sunday, December 6, 2015

Ketika Steven masih kecil, Patty didiagnosis menderita kanker otak. Dan nasib buruk kembali menimpanya secara beruntun, karena tak lama kemudian, suaminya mengalami kecelakaan mobil dan otaknya mengalami cedera serius.

Keduanya harus dirawat di rumah sakit. Sementara di rumah tinggal anaknya sendiri yang masih kecil. Dan mereka semakin tak berdaya, karena tak satu pun dari keluarga Patty dan suaminya yang mau mengadopsi dan mengurus Stephen, putra mereka yang masih kecil.

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Sunday, December 6, 2015

Patty berasal dari keluarga biasa, tetapi dia sangat menyayangi Stephen, putra semata wayangnya.

Harapan terbesarnya adalah bisa menemani putranya tumbuh sehat dan bahagia, oleh karena itu Stephen menjadi kekuatan pendorong terbesar bagi Patty untuk berjuang melawan momok penyakit yang menderanya.

Karen tahu satu hal yang paling dicemaskan Patty adalah putranya. Karena itu dia pun mulai tidak bisa tidak ikut mengkhawatirkan Stephen. “Bagaimana dengan nasib Stephen jika terjadi sesuatu pada Patty, ibunya ?” pikir Karen dalam hati.

Pada Agustus 2012, sel-sel kanker di tubuh Patty mulai menyebar dan kondisinya semakin serius. Dia mulai jatuh dalam siksaan batin. Tapi siksaan ini bukan dari momok penyakit yang menggerogotinya, melainkan kekhawatirannya tentang masa depan putranya. Begitu terlintas dalam benaknya bahwa anaknya akan dikirim ke panti asuhan, suasana hati Patty yang tak menentu semakin berat.

Ketika Michael melihat kesedihan dan kerisauan Patty serta penyakit yang menderanya, dia mengajukan sebuah saran yang terbaik : “Saya pikir kita bisa mengadopsi Stephen!” katanya.

Karen tertegun mendengar usul Michael, suaminya. Karena mereka tidak pernah berencana mengadopsi anak, apalagi mereka masih memiliki dua anak perempuan dewasa dan seorang putra yang duduk di sekolah menengah atas, biaya pengeluaran keluarga menjadi lebih besar.

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Sunday, December 6, 2015

Setelah beberapa dipertimbangkan , akhirnya Karen memutuskan mengadopsi Stephen dan bersama dengan Michael suaminya memberiahu keputusannya itu kepada Patty.

Dengan gembira Patty langsung setuju dan ia sangat tenang menitipkan putranya pada keluarga dan yakin Karen sekeluarga akan mengurus putranya dengan baik.

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Sunday, December 6, 2015

Meskipun pada akhirnya Patty harus pergi selamanya, meninggalkan putranya selamanya, tapi dia bisa pergi dengan tenang, karena tak perlu lagi mengkhawatirkan putranya. Sejak itu, Stephen tinggal bersama orangtua angkatnya dan hidup rukun dengan tiga saudara angkatnya.

Karen dan Michael berjanji pada Patty, bagaimana pun tidak akan pernah menelantarkan Stephen, meskipun kondisi ekonominya terbatas. Mereka tetap akan membesarkan Stephen dan membiayainya studinya sampai lulus dari perguruan tinggi.

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Wednesday, December 2, 2015

Selain itu, mereka juga akan membawa Stephen ke sanotarium membesuk ayah kandungnya yang tengah dirawat di sana.

Please take a moment to read this incredibly thoughtful and well-written poem by Stephen:

Posted by Help Get Stephen McNulty on The Ellen Show on Friday, December 11, 2015

Stephen sangat berterima kasih kepada keluarga Karen, ia sering mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan ungkapan-unggkapan. Dia juga menulis puisi berjudul “Mom, I Love You” untuk Karen, ibu angkatnya yang baik!

Stephen sangat berbakat dalam menulis puisi, meski masih kecil, tapi dia tahu cara menulis puisi.

Sesuai dengan janji yang pernah mereka katakan di depan Patty semasa hidup, sekeluarga Karen telah mencurahkan cinta kasih dan perhatian sepenuhnya pada Stephen, yang mengubah perjalanan hidup Stephen dan kembali merasakan kebahagiaan bersama segenap keluarga!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular