Erabaru.net. Ada sebuah negara di Afrika barat daya bernama Namibia, yang merupakan negara terakhir yang mendeklarasikan kemerdekaan di Benua Afrika. Namibia memiliki satu suku asli yang hampir punah, yang disebut Himba. Sebagai bangsa ekologis primitif terakhir di Afrika, dimana dalam rangka mempertahankan tradisi, anggota keluarga menetap dan berkembang biak di hutan terpencil Namibia.

Dalam catatan sejarah, suku Himba datang ke Namibia dari dataran tinggi Angola pada awal abad 17. Mereka pernah menjadi nomaden yang paling kuat dan makmur di benua Afrika.

Saat ini, jumlah total suku Himba telah kurang dari 20.000. Selain tidak mempertahankan klan atas dasar garis keturunan ibu (Matrilineal), bentuk kehidupan lain tetap mempertahankan pola aslinya.

Di hutan yang terpencil dan jauh dari masyarakat ini, mereka tinggal di desa-desa terpencil dan mempertahankan kebiasaan serta gaya hidup 500 tahun silam.

Namibia adalah negara yang khas dengan banyak anak perempuan sedikit anak laki-laki. Untuk memfasilitasi reproduksi generasi masa depan, negara ini menerapkan sistem “poligami”.

Ketidakseimbangan antara pria dan wanita suku Himba ini sangat tinggi, dan jarang ditemui di dunia: jumlah wanita adalah 10 kali lipat dari kaum pria. Suku ini memiliki satu aturan yang aneh: Kaum pria dapat menikahi lebih dari lima wanita.

Banyak orang mungkin bertanya, mengapa jarak antara jumlah pria dan wanita di suku begitu jauh ?

Sebenarnya menyedihkan juga, gen yang misterius telah menyebabkan usia hidup sebagian besar kaum pria suku ini tidak lebih dari 15 tahun.

Oleh karena itu, hubungan laki-laki dan perempuan suku Himba relatif bebas, kaum pria bisa membawa pulang seorang gadis yang disukainya hanya dengan (mahar) tiga ekor sapi.

Wanita Himba dapat memilih untuk menikah setelah masa menstruasi pertama. Model rambut dan gaya busana wanita dari berbagai usia juga berbeda.

Sebagai contoh, model rambut seorang wanita Himba yang berusia kurang dari 17 tahun hanya dapat dikepang dua, hanya ketika ia berusia 17 tahun atau lebih baru boleh mengepang rambutnya lebih dari itu.

Tugas utama kaum pria suku Himba adalah bekerja atau berburu, sementara wanita merawat orang tua dan anak-anak. Ketika kakak laki-laki tertua meninggal, istri dan harta benda diambil alih oleh saudaranya, dan orang tua juga menjadi tanggung jawabnya.

Rumah-rumah suku Himba sangat sederhana, sebagian besar rumah jerami, dan setiap rumah jerami ini ditinggali sebuah keluarga.

Jika seorang pria Himba mau menikah, ia harus membangun sebuah gubuk. Ingin tahu berapa banyak istri yang dimiliki seorang pria suku Simba, Anda akan tahu sendiri dengan menghitung rumah gubuk keluarganya.

Satu hal yang cukup mengejutkan: Sampai sekarang para wanita Himba tidak mengenakan pakaian bagian atas. Namun, kulit mereka sangat baik dan sehat, tidak ada kerutan, karena mereka menghabiskan setidaknya tiga jam sehari untuk kecantikan.

Kondisi cuaca yang ekstrem dan iklim gurun sehingga membuat wilayah tersebut sering mengalami kekurangan air. Karena tinggal di wilayah seperti itu, suku Himba tidak pernah mandi.

Namun, mereka punya cara yang unik untuk membuat badannya tetap bersih, meski tidak mandi dengan air. Sebagai ganti mandi dengan air, orang-orang suku Himba di Afrika ini mengoleskan tubuh mereka dengan Otjize.

Mentega dan oker merah yang dapat menjaga kulit mereka agar terlindungi dari sinar Matahari dan serangga.

Otjize dibuat dengan cara menghancurkan batu oker merah menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, pecahan tersebut dicampur dengan lemak dan mentega yang telah dipanaskan menggunakan asap.

Lapisan merah yang terdapat dalam oker dapat membantu melawan radiasi Matahari yang menyengat, sekaligus menjaga kulit tetap lembab.

Orang-orang suku Himba tidak memiliki totem sendiri, mereka menyembah leluhur dan api. Satu suku terdiri dari satu keluarga, dan satu keluarga sama dengan satu desa.

Sistem keluarga adalah satu-satunya sistem sosial suku bangsa ini. Para tetua keluarga mengendalikan segala sesuatu mulai dari perencanaan ekonomi hingga penegakan hukum administratif, hukuman dan sebagainya, dan pemimpinnya umumnya adalah kaum wanita.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=6aUeYkMal7M

Share

Video Popular