Erabaru.net. Di taman dan komplek pemukiman kerap terlihat pembantu rumah tangga (PRT) mendorong seorang lansia dengan kursi roda untuk sekedar jalan-jalan, berjemur atau sekadar menikmati udara segar di luar.

Beberapa waktu lalu, seorang ibu muda menyuruh seorang PRT agar membawa seorang lansia yang didorongnya dengan kursi roda agar menjauh dari pandangannya. Namun, PRT itu bukan saja tidak menggubrisnya, sebaliknya justru memberinya pelajaran, sehingga orang-orang di sekitar taman yang menyaksikan kejadian itu diam-diam salut dengan respon PRT yang tak terduga ini

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Xu Linong, seorang pensiunan tentara berusia 90-an, baru-baru ini memosting di facebooknya tentang sebuah peristiwa yang disaksikannya sendiri.

Ia menuturkan bahwa untuk mencegah fungsi tubuh menurun terlalu cepat, hampir setiap hari ia meminta PRT dari Indonesia yang telah merawatnya selama hampir 8 tahun itu untuk membawanya jalan-jalan selama satu jam di sekitar taman terdekat.

Di bawah pengamatannya selama beberapa waktu itu, ia mendapati bahwa yang paling umum ditemui di taman adalah “kereta dorong”, seperti “kursi roda” untuk orang tua dan orang cacat, “stroller” atau kereta dorong untuk anak-anak, dan bahkan “kereta dorong khusus hewan piaraan”.

Dia mengatakan, umumnya orang-orang yang kerap mendorong kereta dorong hewan seperti anjing atau kucing adalah para nyonya atau wanita muda dari kalangan berada. Kereta dorong yang bukan saja memiliki karpet/selimut lembut di bagian bawah kereta, tapi juga dilengkapi dengan makanan hewan dan air minum.

Bisa dikata betapa nyamannya anak anjing yang duduk di dalam kereta dorong. Sementara kereta dorong anak-anak (stroller) sebagian besar didorong oleh para orangtua muda (usia).

Namun, ia menarik napas panjang ketika melihat kursi roda untuk orang tua yang sebagian besar didorong oleh PRT, para lansia itu tampak duduk lemah dan tak berdaya di atas kursi roda. Karena faktor bahasa, mereka juga sulit untuk berinteraksi dengan PRT asing, sehingga hanya bisa duduk dengan kepala terkulai dan diam-diam memejamkan mata mengusir kesepian yang tak berujung.

Xu Linong berjalan santai sambil menikmati pemandangan di sekitarnya dan tanpa sengaja ia mendengar seorang ibu muda berkata kepada seorang PRT Indonesia yang sedang mendorong manjikannya yang sudah lansia: “Hei, bawa pergi orang tua itu, jangan menggangu anak saya yang sedang olahraga di sini.”

Namun, tak disangka, PRT Indonesia itu bukan saja tidak menggubris permintaan ibu muda itu, sebaliknya, ia meresponnya dengan tenang, “Ini adalah fasilitas umum yang bebas digunakan oleh siapa pun. Anda boleh saja membawa anak Anda ke sini, tetapi jangan lupa juga tunjukkan sedikit kepedulian Anda untuk menghormati orangtua!” katanya tegas.

Ilustrasi.(Foto: pixabay)

Ibu muda terhenyak diam mendengar kata-kata PRT yang tak terduga itu, dan menjadi salah tingkah, sehingga tidak mengatakan apa-apa lagi. Xu Linong yang menyaksikan kejadian itu, diam-diam juga kagum mendengar kata-kata PRT yang sangat filosofis itu.

Terus terang, saya tidak bisa tidak harus memuji PRT itu. Apa yang dikatakannya itu sangat rasional. Semua orang pasti akan menjadi tua suatu saat nanti. Jadi sebagai sesama itu jangan terlalu egois, apalagi ada anaknya di sana, seharusnya ia bisa memberi teladan yang baik.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=6aUeYkMal7M

Share

Video Popular