Satu dekade setelah gempa bumi Wenchuan yang menghancurkan telah melanda provinsi Sichuan di Tiongkok barat daya, penduduk setempat di Kabupaten Rong memprotes “gempa bumi” yang mereka yakini buatan manusia.

Gempa tersebut telah menyebabkan setidaknya empat kematian dan banyak orang terluka di kabupaten, menurut penduduk setempat. Warga Kabupaten Rong menyalahkan penggalian gas serpih di daerah itu yang telah memicu bencana.

Gas serpih (Shale gas) adalah gas alam yang ditemukan terperangkap di dalam formasi batu serpih.

Pada 24 Februari, banyak orang berkerumun memenuhi jalan-jalan di depan kantor pemerintah daerah untuk memprotes. Keesokan harinya, sekitar 10.000 pengunjuk rasa bentrok dengan polisi, setelah itu kepala daerah mengumumkan bahwa proyek serpih itu akan dihentikan.

gempa bumi akibat pertambangan gas serpih
Banyak rumah dindingnya retak akibat gempa di Kabupaten Rong, Provinsi Sichuan. Penduduk setempat percaya bahwa penambangan gas serpih di daerah tersebut yang memicu gempa bumi-gempa bumi ini. (Foto disediakan oleh warga Kabupaten Rong, Provinsi Sichuan, Tiongkok)

BENCANA BUATAN MANUSIA?

Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok telah mencatat tiga gempa bumi berkekuatan 4 di Kabupaten Rong selama dua hari, termasuk gempa berkekuatan 4,7 pada pagi hari 24 Februari dan dua lagi pada 25 Februari berkekuatan 4.3 dan 4.9.

Seorang wanita bermarga Chen mengatakan pada The Epoch Times bahwa dia telah mendengar setidaknya empat kematian di daerah itu karena runtuhnya rumah-rumah dan benda-benda lainnya, dan bahwa dia sendiri hampir tertimpa.

Zhao, seorang warga desa di pinggiran kota kecil Gaoshan, juga mengatakan bahwa ada empat kematian di Kabupaten Rong. Dia menambahkan bahwa ada kematian lain di sebuah tambang, tetapi pihak berwenang dengan cepat mengambil mayatnya untuk pemakaman dan menekan informasi tentang peristiwa tersebut.

Menurut Li, dia menyaksikan kematian di Gaoshan, mengatakan bahwa dua wanita telah tewas oleh benda jatuh sekitar pukul 1 malam pada 25 Februari, ketika gempa bumi kedua melanda. Salah satu dari mereka telah berteriak beberapa menit sebelumnya.

Penduduk setempat percaya bahwa industri penggalian serpih setempat adalah penyebab tragedi tersebut. Seorang pengusaha lokal bermarga Yu mengatakan bahwa penambangan tersebut memiliki efek geologis di daerah sekitarnya.

“Rumah-rumah mulai runtuh sesudahnya,” katanya. “Dinding rumah-rumah mulai retak. … Kami tidak berani tidur di malam hari. Orang-orang di sini dipenuhi dengan ketakutan dan kecemasan setiap saat.”

Menurut Wu, seorang pramuniaga lokal, tanah berhenti bergetar selama sekitar 15 hari selama periode Tahun Baru Tiongkok, yang dimulai sekitar 5 Februari, hari Tahun Baru Imlek Tiongkok, atau menjelang liburan. Gempa bumi kembali terjadi segera setelah musim liburan berakhir.

KEMARAHAN PUBLIK

Sebagian besar ketidakpuasan penduduk Kabupaten Rong bersamaan dengan situasi tersebut telah mempusatkanperhatian pada peran otoritas setempat dalam mengembangkan industri gas serpih. Diperkirakan bahwa cadangan gas serpih di Kabupaten Rong adalah 5,18 triliun meter kubik, atau sekitar seperenam dari total perkiraan cadangan gas serpih di Tiongkok.

Pada 12 April 2016, otoritas provinsi Sichuan mengeluarkan “Rencana Pelaksanaan Pengembangan Industri Gas Serpih Tahun 2016 di Provinsi Sichuan.” Rencana tersebut bertujuan untuk memproduksi 2,5 miliar meter kubik per tahun di provinsi dan menetapkan target untuk Kota Zigong, yang mengelola Kabupaten Rong, untuk menghasilkan 500 juta meter kubik per tahun pada tahun 2018.

Pada 24 Februari, ribuan orang memegang spanduk dan turun ke jalan untuk memprotes. Keesokan harinya, 10.000 orang berkumpul di depan gedung pemerintah daerah. Di beberapa titik selama demonstrasi, pengunjuk rasa menghancurkan gerbang depan.

Sejumlah orang yang ikut serta dalam aksi protes ditangkap, termasuk anak-anak yang merusak pintu gerbang kantor pemerintah. Menurut Wu, pramuniaga, jumlah pengunjuk rasa meningkat bahkan setelah penangkapan dilakukan. “Masyarakat marah,” katanya. (ran)

Video pilihan:

Ternyata ini Esensi Reformasi Ekonomi Tiongkok Jual Hak Tanah, Meminjam dan Cetak Uang

Share

Video Popular