Li Yumei

*Seorang wanita bernama Fang Fang (37, nama samaran), telah menikah selama beberapa tahun dan berhasil hamil 6 kal,i tapi semuanya mengalami keguguran yang tak diketahui penyebabnya, padahal rahim dan ovariumnya normal.

*Kebetulan karena dia menderita rematik lantas diperiksakan di bidang Rheumatology dan ditemukan ternyata dia memiliki kelainan kekebalan tubuh, dokter pun menulis resep obat aspirin, kina dan steroi.

*Ketika hamil untuk kali ketujuh, masih saja keguguran. Kerapnya mengalami keguguran ini sering menghantui dirinya, tekanan batin oleh kehamilan singkat yang disusul dengan keguguran, sulit dipahami oleh orang lain, kemudian Fang Fang yang tidak mudah menyerah ini mencari sinshe Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) untuk menerima terapi akupunktur.

Setelah tiga bulan terapi akupunktur, dia berhasil memperoleh kehamilan yang ke 8 dan selama masa kehamilannya itu Fang Fang rajin datang ke klinik dengan jadwal 3 kali per minggu, dan menjalani pula pengobatan dengan resep herbal PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok), serta secara teratur melakukan tes darah untuk mengetahui angka terakhir kekebalan tubuhnya. Dengan kombinasi Pengobatan Barat Modern (PBM) dengan PTT, Fang Fang akhirnya mengalami masa kehamilan penuh dan secara alami telah melahirkan bayi laki-laki yang sehat.

Kekebalan Tubuh yang Abnormal adalah Pembunuh Infertilitas Tak Terlihat

Dokter PTT Lin Lijia dari Rumah Sakit Gabungan Kota Taipei untuk Wilayah Yang Ming Yuan, Taipei menyatakan bahwa infertilitas adalah derita yang tak terperikan dari banyak pasangan yang mendambakan anak, penyebab infertilitas ada banyak, selain faktor umum, pernikahan yang lambat dan penuaan ovarium cukup banyak dijumpai, selain itu masih ada pembunuh tak terlihat, dan itu adalah kelainan kekebalan tubuh yang menyebabkan infertilitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, dari pengamatan pengobatan rawat jalan PTT ditemukan bahwa trennya semakin banyak perempuan mencari pengobatan dikarenakan gangguan kekebalan tubuh yang abnormal.

Pemeriksaan reproduksi dari sejumlah pasangan sesudah menikah dinyatakan normal, tetapi selalu tidak berhasil hamil; ada juga sejumlah wanita telah hamil beberapa kali, tetapi mengalami serangkaian keguguran yang tak dapat dijelaskan penyebabnya, setelah dilakukan pemeriksaan kromosom pun tidak ditemukan kelainan apapun, pada saat itulah sudah harus dipertimbangkan apakah ada kelainan kekebalan tubuh yang telah menyebabkan infertilitas, biasanya dokter akan mengatur tes darah untuk memastikan diagnosanya.

Ilustrasi (Fotolia)

Pada saat diagnosis mungkin secara wajar boleh saja mencurigai: apakah dikarenakan pencemaran serius dari udara, air dan lingkungan di zaman modern ini, makanan yang tidak aman (misalnya: makanan aditif, logam berat, pestisida, plastisicer dan lain-lain), gaya hidup yang tidak sehat (misalnya: begadang, kurang olahraga), sehingga menyebabkan wanita yang cukup umur mengalami kondisi peradangan kronis, atau thrombositnya terlalu tinggi, kekacauan kekebalan tubuh, sel-sel imun menyerang embrio yang merugikan kehamilan.

Akupunktur memperbaiki kekebalan tubuh untuk meningkatkan tingkat kehamilan

Lin Lijia mengatakan bahwa terapi akupunktur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan Qi (dibaca: chi. Bioenergi) dan memperbaiki kelainan kekebalan tubuh, untuk meningkatkan tingkat inseminasi buatan dan tingkat keberhasilan pengobatan in vitro, serta wanita yang beberapa kali mengalami keguguran karena kelainan kekebalan tubuh, berhasil hamil dan setelah 9 bulan dengan lancar dan sukses melahirkan.

Memilih titik akupunktur yang sesuai pada meridian (saluran sirkulasi darah dan Qi di dalam tubuh), sinshe menggunakan teknik menusuk dan menggerak-gerakkan jarum, untuk melancarkan aliran Qi dan darah yang tersumbat, sehingga dapat tercapai perbaikan sirkulasi darah dan pembenahan kelainan kekebalan tubuh.

Selain itu, akupunktur juga dapat meningkatkan kualitas tidur, mengendurkan otot, meredakan stress, meningkatkan sirkulasi darah di daerah panggul, memperbaiki rasa tidak nyaman yang disebabkan konsumsi obat ovulasi dan kaki edema dan lain sebagainya.

Lin Lijia menambahkan bahwa dikarenakan kelainan autoimun diri sendiri, misalnya seperti: penderita sindrom antibodi antifosfolipid (APS), didalam diri sendiri mungkin tidak ada gejala yang tidak nyaman, sampai suatu saat tidak bisa hamil atau mengalami keguguran berulang kali, setelah tes darah baru ditemukan bahwa dikarenakan APS, itu sebabnya kasus kelainan kekebalan tubuh sering diabaikan  orang atau insidensinya dianggap remeh.

Akupunktur
Akupunktur. (wavebreakmedia/shutterstock)

Menurut temuan pengamatan klinis, selama masa kehamilan, menerima terapi akunpuntur dari dokter/sinshe yang berkualitas dan bersertifikat dalam akupunktur adalah terapi yang aman bagi wanita yang menggunakan aspirin atau heparin, mungkin selain kulit agak lebih mudah memar, tidak ditemukan efek samping yang signifikan lainnya.

Oleh karena itu disarankan kepada kaum perempuan, ketika mencoba untuk kehamilan selama 1 tahun tanpa hasil, maka harus sesegera mungkin periksa ke dokter dan mencari tahu penyebabnya, terutama wanita di atas usia 35 tahun, jangan sekali-kali menyia-nyiakan waktu yang berharga, sedangkan bagi yang mengidap kelainan autoimun, harus secara rutin menerima terapi akupunktur.

Lin Lijia mengingatkan, terhadap pasien yang memiliki kelainan autoimun harus simtomatik mengkonsumsi obat, juga harus disesuaikan menurut laporan darah secara teratur menggunakan resep herbal PTT.

Selain akupunktur dan obat simtomatik, juga harus berolahraga secara teratur tiga kali per minggu, asupan  makanan yang ringan, tidak begadang, hindari makanan gorengan dan panggangan, yang dapat meningkatkan kemungkinan pembekuan darah, menjaga suasana hati yang bahagia dan sikap optimis, maka akan terjadi kehamilan. (HUI/WHS/asr)

Video rekomendasi : 

Atau anda menyukai ini : 

Share

Video Popular