Epochtimes.com

Pada awal Dinasti Qing,  seorang pemikir bernama Huang Zongxi (1610 – 1695) menulis cerita gaib tentang Zhang Sanfeng, leluhur Taijiquan (ilmu silat aliran Taichi), dalam bukunya “Wang Zhengnan’s Epitaph”.

Zhang Sanfeng pernah bermimpi bahwa Xuan Wu Da Di (atau Xuan Tian Shang Di, salah satu dewa Tao yang banyak dipuja oleh para praktisi ilmu bela diri dan merupakan roh pelindung untuk provinsi Hebei, Mancuria dan Mongolia) mengajarinya ilmu silat (Kungfu).

Sejak itu, ia memiliki kekuatan sakti satu untuk menaklukkan seratus lawan. Hal-hal yang diwariskan melalui mimpi banyak pula terjadi di zaman modern ini. Berikut ini adalah tiga kasus terkenal:

1.Penemuan etsa

Prinsip pembuatan etsa ditemukan melalui mimpi, menurut penyair dan pelukis Inggris William Blake (1757-1827) mengenang kembali ketika saudara lelakinya meninggal karena penyakit serius pada 1787, Black melihat rohnya meninggalkan tubuh, bertepuk tangan menunjukkan perasaan bahagia, kemudian ia menghilang dengan menembus plafon.

Lukisan Portret William Black, dibuat oleh Thomas Phillips. (domain publik)

Sejak itu, roh adik lelakinya itu acap kali kembali menjumpainya, suatu kali ia bermimpi dan di dalam mimpinya itu, sang adik menunjukkan kepadanya prinsip ukiran etsa, yaitu, menggunakan tulisan atau desain dengan bahan kedap air dan menggambarnya pada pelat tembaga. Kemudian, merendamnya dalam larutan asam, maka bagian luar dari gambar akan terkikis, dan pelat tembaga yang timbul dapat digunakan untuk mencetak kertas.

2.Obat Ajaib “penumbuh rambut” dari Ny. Walker

Ny. C. J. Walker (1867-1919) adalah jutawan wanita Afro-Amerika pertama di Amerika Serikat. Pada awal abad ke-20, dia mulai menjual produk yang disebutnya “obat mujarab pemulihan rambut oleh Ny. Walker.”

Pada saat itu, dia pernah mencoba beberapa produk di pasaran untuk memperbaiki kerontokan rambutnya, tetapi tidak membuahkan hasil, jadi dia pun mulai mengembangkan produknya sendiri.

Nyanya Walker dengan “Penumbuh rambut dari Nyonya Walker. (domain public)

Menurut buku “Ny. Walker: sang Pengusaha”, Ny. Walker mengatakan kepada wartawan bahwa:

“(Tuhan) menanggapi doa-doa saya. Suatu malam, saya bermimpi. Dalam mimpi itu, muncul seorang lelaki kulit hitam yang tinggi besar, ia memberitahu saya resep untuk pemulihan rambut saya. Ada beberapa bahan yang hanya tumbuh di Afrika, tetapi saya mendapatkannya. Setelah meraciknya, saya mengoleskan  pada kulit kepala saya. Dalam beberapa minggu, tingkat pertumbuhan rambut saya melebihi kerontokan rambut. Saya mencobanya untuk teman-teman saya dan itu juga berhasil, maka saya memutuskan untuk memproduksinya.

2.Ilmu yang diwariskan oleh Dewata kepada seorang empu pedang

Chen Shicong, seorang empu pedang terkenal dari Taiwan, menciptakan pedang pusaka yang tidak hanya dapat membelah batu, tetapi juga jika pedangnya ditekuk maka akan segera kembali ke posisi lurus.

Pedang pusaka telah menjadi benda ritual dalam agama Buddha dan Tao sejak zaman kuno. Tatkala Chen Shicong baru mulai membuat pedang di usia paruh baya, seni keterampilan membuat pedang Tiongkok telah terputus sejak tiga ribu tahun lalu.

Chen Shicong telah bekerja keras melakukan penelitian, tetapi dia mengatakan kepada Epoch Times bahwa sejumlah teknik tersulit dalam pembuatan pedang pusaka dan golok pusaka ia dapatkan berkat petunjuk dari Dewata lewat mimpi.

Chen Shicong (Sun Guoying / Epoch Times)

“Ini mungkin terdengar agak gaib, umumnya dia turun mengajari saya di malam hari, para empu pembuat pedang menyembah Ou Yezi: guru leluhur pembuat pedang baja Tiongkok. Sebenarnya, selama kita memiliki hati yang tulus terhadap dunia spiritual, mereka dengan sendirinya akan turun mengajar dan memberitahumu lewat mimpi.”

Yang paling banyak diajarkan kepadanya adalah “Raja Pedang (Jian Wang)” Qi Xing Jian (Pedang Tujuh Bintang) yang telah lama punah, konon ia merupakan salah satu benda ritual dari Empat Vajra Pelindung Hukum.

Agar hati tentram dan penuh konsentrasi, sebelum membuat pedang sang empu diharuskan bermeditasi. Ia berkata: “Pedang dibagi menjadi pedang hidup dan pedang mati. Pedang hidup dalam proses pembuatannya akan menyerap energi manusia dan esensi matahari serta bulan, kualitas pedang berkaitan langsung dengan moral dan karakter sang empu.” (Ang/WHS/asr)

Share

Video Popular