oleh Li Yun

Kongres Rakyat Nasional Partai Komunis Tiongkok diselenggarakan di Balai Agung Rakyat, Beijing pada Selasa (5/3/2019). Pada kesempatan itu, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menyampaikan laporan kerja pemerintahan RRT.  Ia mengatakan bahwa pada tahun 2019, Partai Komunis Tiongkok (PKT) menghadapi lingkungan yang lebih rumit dan lebih parah dengan risiko yang lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu semua jajaran harus mempersiapkan diri untuk menghadapi “gencarnya perang”. Ia juga memperingati pemerintah untuk lebih ketat dalam pembelanjaan dan lebih berkonsentrasi pada pemanfaatan potensi yang dimiliki.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Mencapai Level Terendah

Dalam laporan kerja pemerintah yang disampingkan PM. Li mengatakan bahwa anggaran belanja pertahanan negara tahun  2019 adalah RMB. 1.18 triliun, naik 7.5 % dari tahun 2018. PDB ditetapkan pada level 6 – 6.5 %, lebih rendah dari tahun lalu yang 6.5 %.

Namun pada bulan Desembe tahun lalu, Xiang Songzuo, Direktur Lembaga Penelitian Moneter Internasional Kongres Rakyat Nasional dalam sebuah pidatonya mengungkapkan bahwa, laporan kelompok penelitian dari sebuah organisasi yang sangat penting dalam internal pemerintahan Tiongkok menyebutkan, perhitungan pertumbuhan PDB Tiongkok tahun 2018 menghasilkan 2 kesimpulaan, yakni antar 1.67 % atau minus pertumbuhan.

Kesimpulan yang diberikan organisasi tersebut selain tidak langsung membongkar kedok pemerintah komunis Tiongkok memanipulasi angka pertumbuhan, tetapi juga telah mengirim sinyal kuat kepada dunia bahwa ekonomi Tiongkok sedang menghadapi risiko besar.

Lingkungan Makin Rumit dan Parah

Dilaporkan oleh PM. Li bahwa anggaran belanja untuk keamanan publik telah ditingkatkan menjadi 5,6 % atau RMB. 179,7 miliar tahun ini. Tingkat defisit anggaran adalah 2,8 % lebih tinggi dari tahun lalu yang 2,6 %, dan defisit fiskal mencapai RMB. 2,76 triliun.

Li Keqiang mengatakan bahwa perkembangan tahun ini jelas menghadapi lingkungan yang lebih rumit dan lebih parah, sehingga risiko baik yang terprediksi maupun yang tidak akan lebih tinggi lagi. Karena itu semua jajaran perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi “gencarnya perang” dengan kerja keras dan tidak membiarkan operasi ekonomi berjalan di luar dari kisaran yang wajar.

Laporan juga menyinggung soal salah satu tugas utama tahun ini adalah untuk “mempertahankan stabilitas bagi industri” melalui cara menerapkan kebijakan berupa pengurangan pajak yang lebih besar, termasuk “membuka kran air agar ikan dalam kolam dapat bertahan hidup” (Red. kebijakan pelonggaran moneter) untuk mengurangi beban perusahaan.

“Mengencangkan Ikat Pinggang”

Laporan juga meminta perusahaan milik negara dan perusahaan milik pemerintah pusat untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Lembaga perbankan dapat memperbesar skup pinjaman yang diberikan kepada usaha kecil dan mikro dan meningkatkan obligasi khusus pemerintah daerah hingga menjadi RMB. 2,15 triliun.

Tak diduga laporan Li juga menyinggung soal rencana untuk mengurangi pemungutan pajak pendapatan perusahaan dan pembayaran jaminan sosial sekitar RMB. 2 triliun. Arena itu anggota pemerintah di semua tingkatan perlu bersiap untuk “mengencangkan ikat pinggang”, dan pemerintah pusat perlu meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran.

Tingkatkan keuntungan dari lembaga keuangan milik negara dan perusahaan pusat tertentu, pengeluaran umum akan berkurang lebih dari 5 %, anggaran dana untuk ketiga urusan dinas (Red. pengeluaran untuk perjalanan resmi ke luar negeri, kendaraan resmi dan akomodasi resmi) akan berkurang sekitar 3 %, dan dana simpanan jangka panjang akan dipulihkan.

Laporan mengharuskan pemerintah daerah untuk secara aktif mengeksplorasi potensi ekonomi, mengoptimalkan struktur pengeluaran, dan mengaktifkan berbagai jenis dana dan aset melalui berbagai saluran.

Laporan juga menekankan bahwa pemerintah bermaksud untuk melonggaran aturan masuk, mengurangi daftar akses bagi investor asing demi menggalakkan pasar dalam negeri. Hal memungkinkan lebih banyak bidang untuk dimasuki oleh perusahaan yang sepenuhnya dimiliki asing.

‘Made In China 2025’ Tidak Disinggung-singgung Lagi

Namun laporan PM. Li kali ini tidak lagi menyebutkan ‘Made In China 2025’.

Seperti yang kita ketahui bahwa ‘Made In China 2025’ terus disebut-sebut oleh PKT dalam tiga tahun terakhir. Namun, sejak perang dagang dengan AS dimulai tahun lalu, istilah yang telah dianggap sebagai duri di mata Amerika Serikat, secara resmi tidak lagi disinggung-singgung oleh PKT.

‘Made In China 2025’ diumumkan oleh Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok pada 8 Mei 2015. Tujuan utama dari proyek ini adalah mengubah Tiongkok dari negara manufaktur menjadi negara besar dalam manufaktur pada tahun 2025. Sehingga dapat melampaui negara manufaktur seperti Jepang, Jerman, dan negara-negara industri lainnya pada tahun 2035.

Namun, negara-negara Barat menemukan bahwa rencana PKT yang disebutkan di atas sebagian besar dicapai melalui cara ilegal seperti mencuri teknologi Barat dan menjiplak hak kekayaan intelektual.

Presiden Trump tahun lalu menyebutkan bahwa ia sangat khawatir dengan apa yang disebut ‘Made In China 2025’ itu “Karena saya menemukan proyek ini mengandung sifat agresif, menyinggung nilai moral, karena itu berarti mereka ingin mendominasi ekonomi global pada tahun 2025. Tetapi hal ini tidak akan bisa terjadi.’ (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular