- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Penjualan Tanah di 300 Kota, di Tiongkok Turun Hingga 40 Persen

Erabaru.net. Pada bulan Februari, jumlah keseluruhan transaksi penjualan tanah di sekitar 300 kota di Tiongkok, berkurang sebanyak 40 persen dari bulan sebelumnya. Baik jumlah penjualan maupun harganya, sama-sama mengalami penurunan.

Menurut Tospur Real Estate Consulting Co yang berbasis di Shanghai, ada total 1.168 transaksi penjualan tanah, pada 300 kota di Tiongkok bulan Februari tahun ini. Berkurang 44 persen dari Januari (2097 transaksi) dan turun 19 persen dari bulan Februari tahun lalu (1443 transaksi).

Angka penjualan pada bulan Februari mencapai 19,85 miliar Yuan ($2,95 miliar). Rata-rata harga tanah per meter persegi adalah 2.320 Yuan ($32 per meter persegi), sebuah peningkatan sebesar 16 persen dari bulan sebelumnya dan penurunan sebesar 7,5 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya.

Di kota-kota tingkat pertama, rata-rata harga tanah per meter persegi adalah 11.008 Yuan ($152 per meter persegi), sebuah peningkatan sebesar 106 persen dari bulan Januari, dan 13 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya.

Di kota-kota tingkat kedua, rata-rata harga tanah per meter persegi adalah 2.554 Yuan ($35 per meter persegi), naik 1 persen dari bulan Januari, dan turun 24 persen dari tahun sebelumnya. Di kota-kota tingkat ketiga dan keempat, rata-rata harga tanah per meter persegi adalah 1.118 Yuan ($15 per meter persegi), turun 2 persen dari Januari, dan turun 7 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut Real Estate Research Center milik Centaline Group, pada dua bulan pertama tahun ini, rata-rata nilai tanah di kota-kota paling dicari tetap berada pada tingkat rendah, sekitar 10 persen.

Pada awal tahun 2019, transaksi jual beli tanah di banyak kota masih berada dalam tahap penyesuaian, kata kepala analis dari divisi Real Estate milik Centaline Group, Zhang Dawei, kepada media Securities Daily. Bahkan, ada aturan ketat perihal dana perwalian, membuat mereka yang ingin berinvestasi di bidang real estate sulit mendapatkan pendanaan. Karena itu perusahaan-perusahaan real estate menjadi lebih hati-hati saat mempertimbangkan untuk membeli tanah di lokasi yang mahal.

Seorang eksekutif di perusahaan real estate mengungkapkan bahwa tahun 2019 akan menjadi puncak kedewasaan dari ikatan antar perusahaan-perusahaan real estate. Beberapa perusahaan telah menggadaikan sejumlah besar saham ekuitas mereka untuk mendapatkan pendanaan. Jadi orang-orang di dalam industri real estate tidak terkejut ketika aktivitas pembelian tahun ini menurun drastis.

Pengamat dari luar Tiongkok, Wen Xiaogang, yakin bahwa lingkungan ekonomi Tiongkok sedang menurun. Selain kota tingkat pertama dan beberapa kota tingkat kedua yang cukup besar, kebanyakan kota-kota tingkat lainnya sedang mengalami penurunan jumlah populasi yang masuk dan dalam masa akhir proyek revitalisasi perkotaan. Banyak perusahaan real estate tidak optimis akan prospek ke masa depan dari bidang ini.

“Pengurangan penjualan tanah secara langsung menyebabkan berkurangnya pendapatan pajak. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang menurun, usulan pengurangan pajak senilai 2 triliun akan sangat sulit dicapai. Sangat mungkin pemerintah setempat akan berupaya untuk menutupi berkurangnya pendapatan pajak lewat jalan lain,” kata Wen.

Sebagai tambahan dari pasar tanah yang lesu, pemasukan perusahaan real estate juga menurun.

Menurut Wind Information, sebuah penyedia data finansial yang berbasis di Shanghai, total penjualan dari 33 perusahaan real estate yang terdaftar mencapai 334 miliar Yuan pada Januari 2019, turun 18 persen dari Januari 2018. Total tanah yang dijual mencapai 23,32 juta meter persegi, turun 26 persen dari bulan Januari tahun sebelumnya.

Pada empat perusahaan real estate terbesar, Evergrande, Country Garden, Vanke, dan Sunac, total penjualan mencapai 149 miliar Yuan di bulan januari, yakni 44,59 persen dari keseluruhan penjualan 33 perusahaan real estate yang terdaftar, menurut data dari Wind. Dibandingkan dengan bulan Januari tahun lalu, jumlah penjualan empat perusahaan terbesar tersebut turun sebanyak 33,38 persen. 

VIDEO REKOMENDASI