oleh Wu Ying

Uni Eropa pada Selasa (12/3/2019) merilis sebuah pernyataan yang isinya menyangkut  penyesuaian kembali kebijakan Tiongkok dan mengadopsi sikap keras seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Pernyataan ini menempatkan Tiongkok sebagai pesaing ekonomi di bidang pengembangan utama seperti jaringan internet generasi kelima 5G, serta pesaing kelembagaan politik. Disebutkan dalam pernyataan itu, bahwa Uni Eropa harus mengadopsi peraturan yang lebih ketat tentang investasi Tiongkok di Eropa.

Menurut sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (UE) pada Selasa, Komisi Eropa meminta Beijing untuk mengakhiri perlakuan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan Eropa, termasuk investasi yang mengancam supremasi hukum di UE dan yang membahayakan negara-negara debitor.

Beijing Merampas Ekonomi dan Menganiaya HAM, UE Memutuskan untuk Mengubah Kebijakan Terhadap Tiongkok

Seorang pejabat UE mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa sikap Eropa terhadap Beijing telah berubah, terutama karena Beijing belum membuka pasarnya, menggunakan subsidi untuk menciptakan perusahaan unggul, menganiaya hak asasi manusia, memperluas kedaulatan, dan mempromosikan dominasi dalam teknologi dan telekomunikasi.

Dokumen tersebut mengkritik Partai Komunis Tiongkok yang menganiayaan pengacara dan aktivis hak asasi manusia dan menindas para warga Muslim etnis Uighur di Xinjiang.

Persepsi Eropa mengenai tantangan dan peluang Tiongkok telah berubah. Komunis Tiongkok  telah secara terbuka menyatakan bahwa ambisi reformasi dan seharusnya hal itu diterjemahkan ke dalam kebijakan atau tindakan, dan harus sepadan dengan peran dan tanggung jawabnya. Demikian bagian kalimat dalam dokumen tersebut.

UE Memperingatkan Beijing adalah Pesaing Ekonomi dan Politik

UE memperingatkan bahwa Beijing adalah pesaing ekonomi dan politik serta pesaing kelembagaan yang secara aktif mempromosikan model tata kelola.

Perubahan kebijakan UE terutama untuk menanggapi tekanan yang meningkat dari negara-negara Uni Eropa termasuk Jerman. Negara-negara ini mengharuskan Komite Eksekutif untuk mengambil sikap lebih keras terhadap ambisi PKT.

UE mendesak Beijing untuk memberlakukan hubungan ekonomi yang lebih seimbang dan timbal balik. Langkah ini menunjukkan bahwa Beijing selama ini melalui pembatasan untuk menghalau perusahaan asing untuk memasuki pasarnya, mensubsidi perusahaan Tiongkok, dan tidak menerapkan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual.

Investasi luar negeri komunis Tiongkok merusak peraturan negara lain

Selain itu, laporan mengatakan bahwa meskipun investasi luar negeri Tiongkok berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, akan tetapi sering kali mengabaikan keberlanjutan sosial-ekonomi dan keuangan dari negara-negara investasi, karena mereka (Tiongkok) mengendalikan aset strategis serta merusak hukum yang berlaku. Ketika memperoleh pendanaan yang didukung oleh Beijing, menjadikan pesaing asing berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

UE Akan Mengambil Tindakan untuk Menghadapi Tiongkok

 Dokumen kebijakan yang dirilis Uni Eropa menyebutkan, negara-negara Eropa berjanji untuk mengambil langkah-langkah demi mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dan teknologi dari perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti Huawei dalam jaringan komunikasi seluler 5G. Termasuk rencana untuk mempromosikan langkah-langkah risiko keamanan 5G yang umum dan pertukaran informasi dan penilaian risiko di dalam internal UE. Selain itu, nantinya menerapkan penilaian dan langkah-langkah manajemen risiko.

Mengenai perilaku predator PKT (Partai Komunis Tiongkok), laporan tersebut memberikan rekomendasi kepada UE untuk mengadopsi kebijakan perdagangan yang proaktif untuk mencegah perusahaan Tiongkok yang menerima subsidi PKT mengakuisisi perusahaan Eropa.

Laporan tersebut menyerukan kepada negara-negara yang bergabung di UE untuk mengintensifkan upayanya dalam memastikan inisiatif One Belt One Road (OBOR) sesuai dengan aturan UE dan memberikan tekanan pada PKT melalui negosiasi perdagangan internasional untuk mengakhiri transfer teknologi wajib dan praktik tidak adil lainnya.

Perusahaan-perusahaan Eropa mengeluh soal pemerintah asing mengadopsi kebijakan subsidi yang longgar sedangkan UE memberlakukan aturan subsidi yang ketat.

Menanggapi hal ini, laporan Uni Eropa menyebutkan bahwa Komite Eksekutif akan mempelajari bagaimana mengubah kesenjangan yang ada dalam peraturan UE untuk mengatasi distorsi efek pasar yang disebabkan oleh kepemilikan pemerintah asing dan peraturan pembiayaan nasional. Komite Eksekutif juga berjanji akan mengusulkan solusi sebelum akhir tahun. 

Untuk pengadaan pemerintah di UE, Brussels berencana untuk mengambil tindakan yang mencegah pemasok melakukan diskriminasi terhadap negara-negara UE dari berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah di UE.

Negara-negara Penting dalam UE Mendukung Perubahan Kebijakan Terhadap Tiongkok

Seorang diplomat senior Jerman mengatakan bahwa dalam tantangan yang semakin serius dari hubungan UE – Tiongkok, laporan itu dengan jelas mengungkapkan tentang prospek strategis antara Eropa dengan Tiongkok, seperti kurangnya timbal balik dalam masalah pembukaan pasar dan proteksionisme Tiongkok yang terus berkembang.

“Laporan itu memberikan dorongan penting bagi negara-negara Eropa untuk bersama-sama menanggapi ancaman komunis Tiongkok,” kata diplomat senior Jerman tersebut.

Brussels dan Beijing rencana akan mengadakan pertemuan bilateral bulan depan, dan Italia kemungkinan akan menjadi negara G7 pertama yang mendukung inisiatif OBOR komunis Tiongkok.

Perubahan sikap UE terhadap Tiongkok berarti tidak setuju dengan beberapa negara UE seperti Italia dan Hongaria yang mendukung prakarsa infrastruktur OBOR dari komunis Tiongkok.

Pekan depan, para menteri luar negeri UE akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Pada paro kedua bulan Maret, para pemimpin UE akan membahas tantangan strategis yang dibawa oleh komunis Tiongkok.

Perdana Menteri Li Keqiang pada 9 April akan langsung pergi ke Kroasia untuk menghadiri pertemuan Grup 16 +1 setelah mengakhiri KTT Uni Eropa – Tiongkok. Kelompok ini termasuk 11 negara anggota UE oleh UE dianggap sebagai kuda Trojan bagi komunis Tiongkok. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Atau anda menyukai video ini : 

Share

Video Popular