Erabaru.net. Pada 2012, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok meluncurkan kapal induk pertamanya, Liaoning. Proyek ini menarik perhatian  media dan para ahli, karena Liaoning dibangun di Ukraina pada senjakala Perang Dingin, sebelum dijual ke Tiongkok pada tahun 1999 persyaratan  awal adalah kapal induk tersebut tidak akan difungsikan kembali untuk kepentingan  militer.

Sebaliknya, Liaoning, yang sebelumnya bernama Varyag, menjadi dasar bagi program ambisius Tiongkok untuk merancang dan menggunakan kapal induk miliknya sendiri. Penjualan dan reparasi Varyag cocok dengan tren pasca-Perang Dingin yang penting: Ukraina, yang sangat banyak mewarisi perusahaan pembangunan dan industri pertahanan dari bekas Uni Soviet, semakin memandang Tiongkok sebagai klien utamanya.

20 Juta Dolar Amerika Serikat untuk 30 Tahun Teknologi Soviet

Pada awalnya Varyag bernama Riga sampai akhirnya berganti nama untuk pertama kalinya pada tahun 1990. Pada tahun 1985, Varyag bersandar di galangan kapal Laut Hitam dan diluncurkan dalam keadaan setengah jadi pada tahun 1988, saat Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Ketika Uni Soviet bubar pada tahun 1991, dihentikanlah pembangunan kapal yang belum selesai tersebut.

Pada akhir dekade, Varyag dijual kepada sebuah perusahaan yang masih aktif namun tidak tampak aktif yang berbasis di Hong Kong hanya seharga 20 juta dolar Amerika Serikat, sangat murah dibandingkan dengan nilai potensi teknologi dan militer dari kapal induk tersebut.

Surat kabar South Tiongkok Morning Post yang berbasis di Hong Kong melaporkan bahwa ada seorang “pengusaha Hong Kong” yang terlibat dalam pembelian kapal induk tersebut yang telah berjanji Varyag tidak akan digunakan untuk kepentingan militer — kapal itu seolah-olah akan diubah fungsinya menjadi kasino terapung, seperti halnya dengan kapal induk Soviet yang lebih kecil yang kini menjadi taman hiburan Tiongkok — penjualan kapal induk Varyag juga disertai dengan set dokumen teknis yang lengkap seberat 20 ton. Data teknis tersebut mewakili pengembangan dan pengalaman selama tiga dekade dalam pembangunan kapal induk Soviet.

Pada tahun 2005, pihak berwenang Tiongkok mengangkut Varyag ke Dalian, pelabuhan utama di Provinsi Liaoning, timur laut Tiongkok, untuk dibangun kembali oleh Perusahaan Industri Perkapalan Dalian. Varyag diluncurkan kembali pada tahun 2012 dengan nama Liaoning.

Mendaftar Bakat Ukraina

Penjualan Varyag hanya merupakan awal kerja sama yang luas antara perusahaan pertahanan Ukraina dengan Partai Komunis Tiongkok. Untuk membuat terobosan lebih lanjut dalam teknologi kapal induk, Partai Komunis Tiongkok juga berupaya yang terbaik untuk menarik para pakar Ukraina untuk datang ke Tiongkok.

Menurut sebuah artikel oleh Tiongkok.com yang diterbitkan pada bulan September 2017, insinyur maritim senior Ukraina bernama Valery Babich pindah dari Ukraina ke Tiongkok untuk bekerja di perusahaan pembuatan kapal Tiongkok. Artikel itu menyebut Valery Babich sebagai “bapak” dari generasi pertama kapal induk Tiongkok, yang diwakili oleh “Liaoning,” karena Valery Babich telah berpartisipasi dalam merancang semua kapal induk di Uni Soviet, termasuk Varyag, dan merupakan kepala arsitek kapal induk di galangan kapal Laut Hitam selama bertahun-tahun.

Meskipun media pemerintah Tiongkok tidak pernah mengungkapkan apakah dan kapan Valery Babich mulai berpartisipasi dalam pembangunan kapal induk Tiongkok, pengumuman yang dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi Shandong pada tahun 2014 memberi petunjuk.

Pada bulan Februari 2014, pemerintah Provinsi Shandong, yang terletak di utara Tiongkok di seberang Laut Kuning dari Dalian, memasukkan Valery Babich dalam “Daftar Pakar untuk Rencana Industri Biru Para Cendekiawan Gunung Tai.”

Kemungkinan besar, para ahli Ukraina lainnya juga terlibat, karena Partai Komunis Tiongkok bersedia menghabiskan banyak uang untuk menarik bakat. Menurut perincian yang tercantum dalam “Rencana Cendekiawan Gunung Tai,” peneliti utamanya adalah Valery Babich yang kemungkinan akan menjadi contoh, yang memenuhi syarat untuk menerima jutaan yuan dalam subsidi pembangunan dan pendapatan bebas pajak.

Setelah peluncuran Liaoning, angkatan laut Tiongkok mulai bekerja di kapal yang sama, Tipe 001A. Menampilkan peningkatan desain dan teknologi, konstruksi Tipe 001A dimulai pada akhir 2013 dan ditugaskan kurang dari empat tahun kemudian pada tanggal 26 April 2017. Kerangka waktu bertepatan dengan periode di mana Valery Babich dan mungkin ahli Ukraina lainnya, seperti dilansir oleh Phoenix News Hong Kong, cenderung direkrut oleh rezim Tiongkok untuk membantu dalam pengembangan angkatan laut.

Menurut laporan Tiongkok.com, perusahaan Tiongkok yang bergabung dengan Valery Babich adalah Akademi Penelitian dan Desain Kapal Khusus Tiongkok-Ukraina (CUSA) di Qingdao, sebuah pelabuhan di Shandong. Menurut situs tersebut, perusahaan ini didirikan pada bulan September 2014 dengan upaya bersama oleh pemerintah kota Qingdao dan Akademi Ilmu Pengetahuan Shandong dari pihak Tiongkok, dengan Biro Desain dan Konstruksi Kapal Laut Hitam Ukraina yang merupakan mitra kerja sama.

Sebanyak 700 juta yuan (104 juta dolar Amerika Serikat) diinvestasikan di Akademi Penelitian dan Desain Kapal Khusus Tiongkok-Ukraina. Misinya,  seperti yang terdaftar di situs webnya sebelumnya, adalah merekrut ahli desain kapal Ukraina untuk bergabung dengan perusahaan tersebut, memanfaatkan teknologi desain kapal canggih dari Ukraina, dan untuk merancang dan membangun “kapal khusus” di kota Qingdao.

Berita bahwa Valery Babich mungkin bekerja untuk industri kelautan Tiongkok menimbulkan kontroversi menyusul laporan di media Rusia dan Ukraina. Dalam artikel berikutnya, tabloid yang dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok yaitu Global Times mengklaim bahwa putra Valery Babich telah membantah laporan bahwa ayahnya dipekerjakan di sebuah perusahaan Tiongkok. Sementara itu, informasi sensitif mengenai masalah ini dihapus dari situs web pemerintah Provinsi Shandong dan Akademi Penelitian dan Desain Kapal Khusus Tiongkok-Ukraina.

Memperdalam Kerja Sama

Selain kapal induk, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat telah menaruh minat besar dalam pengembangan kapal perusak yang canggih dengan sistem radar dan senjata modern – dimainkan dalam propaganda yang dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok sebagai “Penghancur Aegis Tiongkok.” Namun, seperti banyak teknologi tercanggih lainnya, rejim Tiongkok mengandalkan impor dan menyalin ke bidang desain terbaru.

Menurut Tinjauan Pertahanan Kanwa, radar susunan berfase yang dikirimkan melalui kapal, yang berfungsi sebagai “mata” perusak dan merupakan bagian terpenting dari “Aegis Tiongkok,” dikembangkan berdasarkan cetak biru yang disediakan oleh Institut Penelitian Sistem Radar Kvant-radiolokatsiia Ukraina. Pada tahun 2000-an, pengembangan turbin gas Tiongkok yang digunakan pada kapal-kapal besar angkatan laut juga berasal dari Ukraina, menurut sebuah artikel pada bulan Maret 2011 oleh Youth Online, milik negara Tiongkok.

Teknologi militer lainnya yang telah diperoleh Tiongkok dari Ukraina termasuk mesin pesawat terbang, hovercrafts “Bison”, rudal jelajah nuklir Kh-55 yang diluncurkan di udara, dan simulator pelatihan pesawat terbang berbasis-kapal induk NITKA. Pada bulan September 2017, laporan berita yang beredar secara internal di rezim Tiongkok, yang dikenal sebagai “referensi internal,” mengatakan bahwa pada tahun 2012, Tiongkok telah memulai kerja sama dengan Ukraina dalam lebih dari 30 kategori pembangunan yang melibatkan lebih dari 2.000 proyek teknologi militer dari Ukraina. (Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular