Erabaru.net. Forum dialog tentang kebebasan beragama ‘A Civil Dialogue on Securing Religious Freedom in the Indo-Pacific Region’ yang diselenggarakan di Taiwan berakhir pada Selasa (12/3/2019). Sebanyak 7 Perwakilan dari kelompok Falun Gong diundang untuk berpartisipasi dalam forum tersebut.

Perwakilan Falun Gong mengatakan bahwa sebagian besar peserta sangat jelas dan sangat prihatin terhadap penganiayaan brutal Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong yang memicu pembentukan dan pertumbuhan gelombang anti penganiayaan di seluruh dunia.

Falun Gong atau Falun Dafa telah diperkenalkan ke publik pada tahun 1992 silam oleh Mr. Li Hongzhi. Latihan ini berdasarkan pada prinsip-prinsip moral dari sejati, baik dan sabar, termasuk latihan meditasi.

Falun Gong menyebar secara luas, lebih dari 100 juta praktisi yang berlatih di Tiongkok pada 1999 silam. Khawatir bahwa popularitasnya akan mengancam kekuasaan Partai Komunis Tiongkok, pemimpin Partai Jiang Zemin saat itu meluncurkan penganiayaan pada Juli 1999. Sejak itu, ratusan ribu orang diperkirakan telah ditangkap dan ditahan di dalam penjara, kamp-kamp kerja paksa, pusat pencucian otak, dan fasilitas-fasilitas penahanan lainnya

Menanggapi penganiayaan terhadap Falun Gong, Duta Besar Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat, Sam Brownback, mengatakan bahwa tirai besi penindasan agama akan runtuh di seluruh dunia. Gambar tersebut menunjukkan pidato pembukaan Brownbeck pada 11 Maret di “Dialog Masyarakat Sipil Kebebasan Beragama di Kawasan Indo-Pasifik”. (Chen Baizhou / Epoch Times)

Duta Besar Kebebasan Beragama Amerika Serikat, Sam Brownback  kepada NTDTV memberi semangat kepada praktisi Falun Gong yang dianiaya dan masyarakat yang berkeyakinan lainnya. Ia mengatakan  bahwa jiwa akan bersinar karena kegigihan.

BACA JUGA : Kerajaan Berita Hoax : Studi Kampanye Propaganda Komunis Tiongkok Menyerang Falun Gong

Dia menyampaikan ucapan penyemangat kepada para praktisi Falun Gong yang mengalami penganiayaan dan seluruh masyarakat yang berkeyakinan, berharap mereka semua dapat terus mempertahankan semangat yang tinggi.

“Jiwa akan bersinar karena kegigihan.Ada banyak ujian di bumi, tetapi jangan menyerah dan terus menjalankan keyakinan kalian. Kalian berada di sisi kebenaran, Kalian tidak salah dan berhak untuk melakukannya,” kata mantan Gubernur Kansas, AS selama dua periode ini, Senin (11/3/2019).

Zhang Jinhua (tengah), dari Himpunan Falun Dafa Taiwan, Zhu Rongqi, Juru Bicara Kelompok Pengacara Hak Asasi Manusia Falun Gong Taiwan (kiri 3), dan dari Himpunan Falun Dafa di Hong Kong, Jian Hongzhang (kanan 2) dan perwakilan Falun Gong lainnya menghadiri (Chen Baizhou / Epoch Times)

Theresa Chu, juru bicara Kelompok Pengacara HAM Falun Gong Taiwan mengatakan kebanyakan dari peserta yang hadir dalam forum cukup paham dengan situasi penganiayaan yang dilakukan oleh PKT terhadap para praktisi Falun Gong di Tiongkok, terutama masalah pengambilan paksa organ tubuh hidup.

“Kami menemukan bahwa para wakil yang berpartisipasi sangat prihatin, dan bertanya bagaimana untuk menghentikannya,” kata Theresa.

BACA JUGA : Seratus Juta Orang Berlatih Ini Pada Tahun 1999, Di Mana Mereka Sekarang?

Theresa Chu mengatakan bahwa organisasi internasional dan pemerintah telah mengakui bahwa praktisi Falun Gong di Tiongkok telah mengalami penganiayaan yang paling parah dari PKT, jika itu tidak dihentikan, maka rakyat Tiongkok tidak akan memiliki hari-hari yang memiliki hak asasi manusia. Ia mengharapkan lebih banyak orang untuk bersatu untuk menentang  penganiayaan.

Theresa Chu (NTDTV.com)

Menurut Theresa Chu, setiap orang di dunia dapat memahami bahwa penganiayaan kejam seperti di Xinjiang, Tibet, dan Falun Gong harus terus diungkapkan kepada masyarakat dunia.

“Hanya dengan pengungkapan yang terus-menerus dan persatuan yang berkelanjutan akan membentuk tekanan kuat kepada PKT. Ini juga akan membutuhkan dukungan (penekanan) dari semua pemerintahan negara Eropa dan Amerika Serikat,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Falun Dafa Hong Kong, Jian Hongzhang,  mengatakan : “Dari sana (dialog selama 2 hari) kita melihat bahwa kekuatan lurus yang berasal dari komunitas internasional sedang membentuk gelombang anti penganiayaan yang dilakukan PKT, dan itu masih terus berkembang dengan pesat.”

Jian Hongzhang (NTDTV.com)

Dialog Sipil tentang Pengamanan Kebebasan Beragama di Wilayah Indo-Pasifik yang terselenggara dengan kerjasama antara Taiwan dengan Amerika Serikat yang dihadiri oleh Sam Brownback, Duta AS untuk Kebebasan Beragama Internasional.

Sam merupakan perwakilan tertinggi dari pemerintah federal AS yang mengunjungi Taiwan dalam 40 tahun terakhir diberlakukannya ‘Taiwan Relations Act’. Ketujuh perwakilan dari kelompok Falun Gong yang hadir dalam forum tersebut, masing-masing turut menceritakan tentang fakta penganiayaan yang dialami para praktisi Falun Gong. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau anda menyukai video Ini :

Share

Video Popular