- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Tangisan Pecah Ketika Komandan Polisi Muslimah Ini Berpidato Mengenang Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

Erabaru.net. Tangisan pecah dan air mata bercucuran ketika pidato Emosional yang disampaikan oleh seorang perwira polwan Muslimah berpangkat tertinggi di Selandia Baru.

Pidato ini disampaikannya ketika dia berbicara mengenang korban penembakan di dua Masjid Selandia Baru.

Pidatonya pun menjadi viral dan mendapat perhatian luas dari publik. 

Bersamaan suasana kesedihan mendalam, Inspektur Naila Hassan menyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa pasukan keamanan melakukan segala yang mereka bisa “untuk memastikan para korban serangan yang menghancurkan ini diperlakukan dengan sangat hormat.”

“Saya seorang Muslimah yang bangga dan saya seorang pemimpin di Kepolisian Selandia Baru dan saya takut pada kejadian di Christchurch,” katanya di depan ribuan orang di kegiatan mengenang korban penembakan di dua Masjid  Christchurch yang digelar di Auckland, Selandia Baru, dilansir dari The National.

Perwira polisi ini menegaskan bahwa aparatnya kepolisian telah meningkatkan kehadiran mereka di masjid-masjid dan pusat-pusat Islam di seluruh negeri.

“Saya ingin komunitas Muslim kita khususnya mengtahui, dan orang-orang Christchurch tahu, bahwa kami mendukung Anda dan kami semua berbagi dalam kesedihan dan kesedihan Anda,” katanya sembari tak kuasa menahan derasnya air matanya.

“Kami, Polisi Selandia Baru, akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung komunitas kami yang lebih luas dan khususnya komunitas Muslim kami,” ujarnya lagi dengan suasana hening larut dalam tangisan.

“Saya tahu ini adalah waktu yang sangat, sangat menakutkan bagi komunitas Muslim khususnya kami, tetapi untuk semua orang di komunitas kami,” katanya dengan tegar. 

Berdiri di sebelah Inspektur Naila adalah salah satu pemimpin komunitas Muslim Christchurch. Dia memuji polisi dan politisi atas dukungan mereka.

“Komunitas Selandia Baru semuanya berkumpul untuk mendukung kami. Saya punya ribuan pesan hanya dalam 30 jam,” katanya.

Dia mendesak orang untuk berpikir sebelum bertindak dan menyampaikan pesan pada ekstrimis dengan mengatakan: “Anda tidak akan membuat kami takut,” katanya.

“Kami akan mengatasi kebencian dengan cinta,” imbuhnya. (asr)

Sumber : The National

Video Rekomendasi :