Erabaru.net. Beberapa perusahaan di Tiongkok terpapar setelah mereka ditemukan membuat produk makanan dalam kondisi tidak bersih, menggunakan produk limbah medis untuk memproduksi plastik, dan mendaur ulang popok kotor untuk membuat popok baru, demikian menurut laporan dari CCTV, siaran milik pemerintah Tiongkok pada tanggal 15 Maret 2019.

Kantung-kantong produk limbah disimpan di perusahaan Tiongkok, ungkap laporan tersebut. Bahan itu diurai dan diubah menjadi pelet plastik, dan kemudian dijual kembali ke perusahaan lain dengan harga murah. Pabrik seperti itu berlokasi di seluruh negeri, termasuk di provinsi Shandong, Henan, Hebei, dan Shaanxi.

Namun, banyak pemirsa percaya bahwa apa yang diungkapkan CCTV hanyalah puncak gunung es.

Plastik Kotor

Perusahaan Hubei Best Hygenic Products Ltd., mengolah kantong produk limbah medis. Kantong produk limbah medis tersebut memenuhi gudang.

Foto: Kantung-kantong produk limbah medis. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Seorang pekerja di perusahaan Best Hygenic Products Ltd. mengatakan kepada reporter CCTV bahwa harga satu ton produk limbah  sekitar 600 dolar Amerika Serikat., sedangkan harga satu ton plastik yang memenuhi standar nasional Tiongkok sekitar 1.200 dolar Amerika Serikat . Pekerja itu mengatakan bahwa masalahnya adalah memenuhi harga yang diinginkan pelanggan.

Foto: Pengiriman pabrik. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Beberapa produk medis yang ditemukan dalam tempat pembuangan adalah botol untuk obat intravena, kantong intravena, jarum suntik sekali pakai, dan kantong darah.

Foto: Kantung darah digunakan sebagai plastik daur ulang. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Plastik daur ulang disiapkan dan dihancurkan.

Foto: Limbah medis dihancurkan. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Selanjutnya, limbah plastik dilebur.

Foto: Limbah plastik sedang dilebur. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Akhirnya, limbah itu berubah menjadi pelet plastik. Pelet plastik kemudian akan digunakan atau dijual ke perusahaan lain.

Foto: Pelet plastik yang terbuat dari limbah medis daur ulang. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Pelet plastik ini biasanya digunakan untuk membuat barang termasuk mainan anak-anak, wastafel, kantong plastik barang belanjaan, botol air, dan tas anyaman.

Foto: Mainan yang terbuat dari plastik limbah medis. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Satu perusahaan yang membuat tas anyaman berkomentar bahwa mereka membuat 100.000 tas sehari dan menjualnya di seluruh Tiongkok.

Foto: Jaring plastik tenun yang terbuat dari plastik limbah medis. (pengguna: CCTV Finance and Economics/weibo.com)

Permintaan Popok

Tiongkok memiliki populasi yang berusia tua. Pada tahun 2018, Tiongkok memiliki 249 juta penduduk yang di atas usia 60 tahun. Karena banyaknya populasi yang menua, datanglah permintaan produk popok untuk orang tua yang ngompol.

Pada tahun 2018 saja, terjual empat miliar produk popok untuk orang tua yang ngompol.

Tetapi beberapa perusahaan yang memproduksi popok orang dewasa melakukan modifikasi untuk memotong biaya produksi, dengan cara mengambil pelet plastik dari bahan yang tercemar.

Perusahaan produk kesehatan Shandong Jindeli adalah salah satu perusahaan yang diungkapkan dalam laporan CCTV yang telah melakukan tindakan tersebut. Seorang pekerja di sana menyatakan bahwa mereka sengaja tidak pernah membuat catatan pembelian pelet plastik bekas untuk menutupi jejak mereka.

Di pabrik, kantong-kantong berisi popok dan pembalut bekas ditemukan menumpuk di lantai, dipenuhi oleh kerumunan lalat.

Popok dan pembalut yang sudah kotor diurai menjadi beberapa bagian untuk membuat popok baru, menurut laporan tersebut. Apa saja yang masih dapat diselamatkan dari limbah popok bernoda tersebut diambil untuk membuat bagian dalam popok yang baru. Jamur, noda, dan debu dapat disembunyikan di dalam sana.

Bahan-bahan itu juga digunakan untuk membuat bahan bantalan di kasur tempat tidur.

Sementara itu, Bestar Corporation di Kota Xiantao, yang terletak di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, berfungsi sebagai Original Equipment Manufacturer (Pabrik Perlengkapan Asli)) untuk banyak merek terkenal di Tiongkok, menurut segmen CCTV. Perusahaan ini bahkan dianugerahi sebagai “Perusahaan Swasta Dapat Dipercaya” di Provinsi Hubei pada 2017.

CCTV memaparkan bahwa perusahaan ini mengumpulkan popok dan pembalut bekas untuk didaur ulang, dengan melemparnya ke dalam mesin bubur kertas, kemudian menggunakan bubur kertas tersebut untuk membuat popok orang dewasa.

Telur yang diberi Zat Aditif

Segmen CCTV juga mengungkapkan masalah keamanan pangan. Kini telur yang dihasilkan oleh ayam kampung yang mencari makan di padang rumput menjadi pilihan populer di kalangan konsumen yang sadar kesehatan, tetapi seringkali harganya lebih mahal daripada telur biasa.

Satu perusahaan Tiongkok meniru telur yang dihasilkan oleh ayam kampung yang mencari makan di padang rumput dengan menambahkan pigmen canthaxanthin ke dalam pakan ayam. Setelah ayam mengkonsumsi campuran pakan tersebut, kuning telur dalam telurnya akan berwarna merah gelap, mirip dengan telur asli yang dihasilkan oleh ayam kampung yang mencari makan di padang rumput.

Makanan Ringan Udang Pedas Sama Sekali Tidak Mengandung Udang

Di sebuah pabrik yang membuat makanan ringan udang pedas di Desa Gaochang, Kota Kaifeng, Provinsi Henan, para karyawan mengakui bahwa meskipun pada pembungkus makaan ringan tersebut tertera mengandung udang dan telur, sesungguhnya sama sekali tidak mengandung udang atau telur dalam makanan ringan tersebut. Sebagai gantinya, pabrik menggunakan berbagai bumbu dan zat aditif yang dicampur dengan tepung untuk membuat camilan bercitarasa seperti udang.

Di pabrik lain yang membuat makanan ringan, lingkungan produksi sangatlah tidak sehat. Adonan yang terlalu matang, menghitam dan tidak enak dilihat, berceceran di lantai. Di beberapa area pabrik, lantainya tertutup debu dan bubuk seperti arang. Ban berjalan (conveyor belts) tempat makanan ringan sedang diproses adalah berminyak dan kotor.

Reaksi Netizen (Warga Internet)

Menyangkut program hak perlindungan konsumen, kasus semacam ini membuat banyak netizen Tiongkok marah karena semua kasus yang disebutkan telah terungkap bertahun-tahun yang lalu. Selain itu, mereka percaya program tersebut hanya menyentuh sebagian kecil dari produk yang buruk buatan Tiongkok.

“Semua kasus produk ini adalah masalah kuno, dan tidak ada perusahaan besar yang disebutkan dalam program ini. Sepertinya kasus baru dan kasus yang melibatkan perusahaan besar tidak diperbolehkan untuk dipaparkan.”

Netizen lain merasa frustrasi karena pihak berwenang tampaknya tidak berdaya untuk menghukum orang yang berbuat salah atau mengatur standar produksi dengan lebih baik. “Mau diarahkan ke mana otoritas pemerintahan?”
“Apakah anda memiliki keberanian untuk berbicara mengenai vaksin palsu dan produk medis yang buruk?,” tanya netizen lainnya, menunjuk pada pengungkapan kasus yang lebih serius pada tahun lalu dari perusahaan obat Tiongkok yang menjual dan mendistribusikan vaksin yang sudah kadaluwarsa dan di bawah standar — seringkali untuk yang disuntikkan pada anak-anak — untuk otoritas kesehatan lokal.

Netizen lain berkata, “Dalam kehidupanku berikutnya, aku tidak ingin reinkarnasi di negara seperti neraka ini lagi!” (Daniel Holl & Olivia Li/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular