Erabaru.net. Sekarang perusahaan menerapkan sistem kerahasiaan upah. Gaji para karyawan di departemen yang sama mungkin tidak sama dan tidak saling mengetahui. Selain itu, perusahaan juga memiliki peraturan bahwa barang siapa membocorkan gaji akan dikenai sanksi yang relevan.

Sistem atau peraturan ini jelas bagi semua karyawan, jadi jarang bertanya mengenai gaji rekan-rekan lain. Tetapi jika suatu hari mendapati Anda yang bekerja sudah lama dan gaji And tidak setinggi karyawan baru, dipastikan Anda akan sangat kesal!

Ada dua karyawan yang baru direkrut beberapa waktu lalu di perusahaan tempat kerja Sony. Agar karyawan baru terbiasa dengan pekerjaannya sesegera mungkin, bos menugaskan seorang karyawan senior yang telah 7 tahun bekerja di departemen mereka.

Karyawan lama ini adalah sosok orang yang jujur. Tugas yang diberikan padanya selalu bisa diselesaikannya dengan baik dan memuaskan. Dia benar-benar melakukan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab. Bos mengatakan kepadanya bahwa dia akan ditempatkan ke departemen yang lebih baik jika karyawan baru datang, dan karyawan senior yang jujur ini pun percaya dengan janji bosnya!

Setelah dua bulan membimbing karyawan baru, beberapa pengetahuan dasar pun sudah dikuasainya dengan baik.

Pada akhir bulan saat pembagian gaji, salah satu karyawan baru secara tidak sengaja menjatuhkan slip gajinya ke meja karyawan lama itu. Karyawan lama melirik sekilas kolom pada slip gaji dan seketika membuatnya menjadi tidak tenang.

Bagaimana tidak, dia melihat slip gaji karyawan baru itu Rp 16 juta, lebih tinggi dari gajinya sendiri, dan dia langsung bergegas ke ruangan bosnya.

Bos, berkata pada karyawan lama itu: “Pola pikir anak-anak muda sekarang jauh lebih dinamis, selain itu, perusahaan akan segera memperkenalkan sejumlah peralatan berteknologi tinggi. Pemberian gaji yang tinggi pada mereka agar mereka dapat melakukan lebih banyak upaya keras di masa depan, dan mendatangkan lebih banyak manfaat untuk perusahaan, jadi demi kepentingan bersama secara keseluruhan, saya harap kamu bisa memahaminya !”

Untuk pertama kalinya, karyawan lama itu merasa kecewa terhadap bosnya. Perasaanya berkecamuk dan berkata : “Memintaku memaklumi, lha pernahkah Anda memaklumi saya ?”

Bosnya agak marah mendengarnya dan berkata,: “Saya kan sudah bilang akan menempatkan kamu pada bagian yang lebih baik, mengapa kamu tidak sabaran? Kalau tidak, begini saja, saya naikkan dulu gajimu, kamu kerja dulu seperti biasa!”

Mendengar kata-kata bosnya, karyawan lama langsung mengundurkan diri tanpa menoleh lagi. Melihat sikap karyawan lama itu, sang bos pun hanya bisa menggerutu dongkol.

Akibatnya, pada hari ketiga setelah pengunduran diri karyawan lama, dimana karena prosedur operasionl mesin terlalu rumit, karyawan lama biasanya yang menangani, mereka hanya mengeoperasikan, dan sekarang mereka telah bisa mengoperasikannya secara mandiri, namun, baru diketahui mereka tidak ingat dengan prosedur kerja mesin yang paling mendasar.

Kedua karyawan baru itu sering keluar masuk ruangan bos, melaporkan operasional yang bermasalah dan sebagainya terkait mesin.

Akhirnya, bos terpaksa menelepon karyawan lama dan mengeluh mengapa tidak mengajari dulu karyawan lama sampai benar-benar menguasai prosedur kerja mesin baru mengundurkan diri!

Sekarang perusahaan harus menghentikan produksi, dan sikap Anda sebagai seorang karyawan lama, apakah Anda berhati nurani? !

Karyawan lama itu akhirnya tahu sosok orang seperti apa bos-nya itu dan berkata: “Mau berhenti produksi atau tidak, bahkan meski bangkrut sekali pun juga apa hubungannya dengan saya!” Katanya langsung menutup telepon.

Setengah tahun kemudian, posisi yang dulu ditempati oleh karyawan lama itu telah diisi beberapa kali oleh karyawan baru, tetapi tidak ada satu pun yang bisa menguasainya. Sementara itu, bos telah berulang kali meminta karyawan lama itu untuk kembali dan akan diberi gaji tinggi.

Setelah mendengar penjelasan bosnya, dia tidak tergiur sedikit pun oleh gaji yang tinggi, tetapi ia tersenyum dan berkata kepada bos :” Jujur saja, saya memang bekerja untuk uang, dan gaji yang Anda berikan memang jauh lebih tinggi dari gaji saya saat ini. Tetap, untuk mencari uang juga harus melihat dengan siapa kita bekerja.

“Bos tempat saya kerja sekarang menganggap saya sebagai saudara, terus terang saja, saya akan bekerja dengan tulus untuk perusahaan bos saya ini meski saya harus bekerja ekstra. Sementara saya di mata Anda, tak lebih hanyalah sebuah mesin pencetak uang untuk Anda.

“Anda akan mempertahankannya jika masih bermanfaat, sebaliknya ditendang jika sudah tak berguna lagi.

Dan saya tidak akan pernah mengabdi untuk sosok bos seperti Anda meski diimingi dengan gaji yang fantastis. Terima kasih! :

Bos itu pun termangu di tempat mendengar kata-katanya, mantan karyawan senior dan tulang punggung perusahaannya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular