Amsterdam — Tersangka utama dalam insiden penembakan kereta trem yang mematikan di kota Utrecht Belanda akan didakwa dengan pelanggaran hukum, termasuk beberapa pasal pembunuhan dan pembunuhan dengan maksud aksi terorisme. Demikian dikatakan oleh jaksa penuntut Belanda, Kamis (21/3/2019) waktu setempat.

Hasil investigasi insiden penembakan pada hari Senin (18/3/2019) itu menunjukkan bahwa penembak beraksi seorang sendiri. Jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan tertulis mengatakan bahwa terdakwa menewaskan tiga orang korban, dan tiga orang lainnya terluka parah.

Tersangka utama, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Gokmen Tanis, lelaki 37 tahun keturunan Turki, juga menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan atau pembunuhan. Dia juga akan didakwa dengan melakukan perbuatan ancaman dengan maksud terorisme.

Pernyataan kantor kejaksaan menambahkan bahwa penyelidikan terus berlanjut ke apakah tindakan tersangka mengalir dari masalah pribadi, yang kemudian dikombinasikan dengan ideologi yang diradikalisasi.

Tim yang menyelidiki penembakan itu akan meminta lembaga psikiatri dan psikologi forensik untuk melakukan tes kepribadian pada tersangka. Tanis akan muncul di hadapan hakim investigasi pada hari Jumat (22/3/2019) waktu setempat. Audiensi semacam itu biasanya diadakan di balik pintu tertutup.

Seorang lelaki berusia 40 tahun turut ditahan pada Selasa sore. Dia masih dalam proses penyelidikan untuk menetapkan apakah terduga terlibat atau memiliki peran pendukung, di luar insiden penembakan.

Dua pria dan seorang wanita tewas pada hari Senin, ketika tersangka melepaskan tembakan di sebuah trem di Utrecht. Pihak berwenang membuat kota terbesar keempat Belanda itu ditutup dan nyaris lumpuh selama berjam-jam, di tengah kekhawatiran bahwa lebih dari satu penembak aktif ada di beberapa lokasi yang berbeda.

Tingkat siaga teror juga dinaikkan dari level empat menjadi maksimum, atau level lima, ketika polisi memburu pelaku. Levelnya kembali turun menjadi empat setelah tersangka berhasil ditangkap.

Jaksa penuntut mengatakan, mereka fokus pada kemungkinan motif teroris karena sifat penembakan itu. Mereka mengatakan tidak ada korban yang diketahui terkait dengan pelaku. Selain itu, ada catatan yang ditemukan di mobil yang digunakan oleh tersangka untuk melarikan diri. Mereka belum mengungkapkan apa yang tertulis dalam surat catatan itu.

Pawai sunyi direncanakan akan digelar pada Jumat malam di Utrecht. Acara itu akan digelar untuk memperingati para korban penembakan. (THE ASSOCIATED PRESS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular