- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Ibu Pemulung Ini Menghadiri Resepsi Pernikahan Anaknya dengan Pakaian Compang-camping, Tapi Entah Kenapa Besannya “Berlutut” Ketika Melihatnya !

Erabaru.net. Wang adalah seorang wanita yang hidup dengan memulung sebagai mata pencahariannya. Nasib nenek Wang memang malang, ia kehilangan sebelah lengannya dan menjadi cacat sejak kecil karena kecelakaan lalu lintas.

Kompensasi atas kecelakaannya disimpan oleh orangtuanya yang akan digunakan untuk bekal masa tua Wang kelak.

Berikut sekelumit perjalanan hidup Wang sejak kecil.

Wang tak pernah sekolah, belakangan orangtuanya meninggal. Simpanan yang ditinggalkan oleh orangtuanya tak pernah disentuhnya, ia bergantung pada subsidi pemerintah dan memulung untuk bertahan hidup.

[1]

Setelah dewasa, ia menikah dengan seorang pria yang juga cacat secara fisik sepertinya, tapi mereka saling mencintai dan hidup sederhana. Namun, suaminya meninggal karena sakit saat putranya baru berusia 5 tahun. Sejak itu, dia dengan susah payah membesarkan anaknya dengan keuletan dan kerja kerasnya. Wang Qiang, putranya berhasil lulus sarjana dan memiliki pekerjaan yang stabil di kota.

Tak lama kemudian, anaknya dikenalkan oleh manajernya dengan seorang gadis cantik, anak seorang pengusaha kaya. Karena malu dan takut pacarnya memandang rendah dengan kondisi keluarganya yang miskin, Wang Qiang pun berbohong dengan mengatakan dia anak yatim piatu.

Ketika orangtua pacarnya melihat Wang Qiang yang mandiri, orangnya juga cerdas dan dewasa, mereka pun setuju menikah putri dengan Wang Qiang tanpa permintaan apa pun, dan akan menanggung semua biaya pernikahannya.

Menjelang pernikahannya, perasaan Wang Qiang bergejolak tak menentu. Di satu sisi, ibunya yang dengan susah membesarkannya, dia merasa bersalah jika tidak memberi tahu ibunya tentan pernikahannya, di sisi lain, jika ibunya yang seorang pemulung itu datang menghadiri pernikahannya yang mewah, apakah tidak akan membuat mertuanya malu? Apalagi, dia sudah terlanjur mengatakan anak yatim piatu.

Pada hari pernikahan itu, perasaan Wang Qiang semakin tak menentu, hingga akhirnya menelepon ibunya, mengatakan bahwa dia saat ini menikah dan memberiahu tempat pernikahannya. Dia meminta ibunya untuk memaafkannya dan meminta sang ibu menghadiri pernikahannya.

Dalam pernikahan mewah itu, mempelai laki-laki tampak gelisah sambil melihat-lihat sekeliling, akhirnya, dia melihat ibunya yang mengenakan pakaian lusuh, dan tanpa peduli dengan tatapan aneh para tamu, Wang Qiang segera turun dari panggung, meraih tangan ibunya, dan menuntunnya ke atas panggung.

[2]

Melihat kedua mertua, istrinya dan para tamu di bawah panggung yang tercengang, Wang Qiang mengambil mikrofon. ” Ini ibu saya, Wang Shulan, ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkan saya dengan menjadi pemulung, tak seharusnya saya mengabaikan ibu saya, saya ingin berbagi kebahagiaan bersama dengannya! ” kata Wang Qiang, kemudian membungkuk memberi hormat pada ibunya.

“Saya minta maaf pada ibu atas ikiran saya yang dangkal dan kesalahan saya! “katanya sambil menahan linangan air matanya.

Ibu dan anak itu saling berpelukan, dan terdengar tepuk tangan meriah dari bawah panggung. Bersamaan dengan itu, mertuanya bergegas menghampiri mereka dan seketika berlutut sambil menggengam erat tangan ibu Wang Qiang dan berkata : “Ah ibu penolong kami, akhirnya kami menemukanmu!”
pernikahan [3]
Ternyata lebih dari 20 tahun yang lalu, ketika Wang sedang mengais barang-barang bekas di tempat sampah, ia melihat sepasang suami istri muda memeluk anaknya yang menangis.

Anaknya sakit parah dan perlu dirawat di rumah sakit. Namun, karena tidak punya uang yang cukup, dan meski telah memohon pada pihak rumah sakit tapi rumah sakit tetap menolaknya sebelum menyelesaikan prosedur administrasi. Akhirnya mereka pun tak berdaya dan bermaksud pulang ke kampung.

Melihat anak itu dalam keadaan kritis, nenek Wang bergegas pulang ke rumah dan mengambil simpanan uang kompensasinya ketika itu. Dia mengambil uang dari bank dan menyerahkannya kepada pasangan itu, menyuruh mereka segera membawa anaknya ke rumah sakit.

Pasangan itu adalah mertua Wang Qiang,anaknya , dan anak yang sakit parah itu adalah yang sekarang menjadi istri Wang Qiang. Karena mendesak dan kondisi kritis ketika itu, mereka tidak banyak bicara, hanya tahu bahwa nama nenek Wang bernama Wang Shulan, seorang pemulung.

Berkat pertolongan Wang, anak itu pun sembuh. Kemudian pasutri itu tinggal di kota untuk bekerja, berusaha mengumpulan uang untuk dikembalikan kepada Wang, namun, saat sudah terkumpul, mereka tidak menemukan Wang.

Kemudian, mereka mencari tahu keberadaan Wang, dan baru tahu ternyata Wang sudah pindah, dan tidak ada yang tahu alamat persisnya.

Pasutri muda itu kemudian membukia bisnis kecil-kecilan, dan semakin berkembang maju. Namun, mereka selalu teringat dengan nama dan wajah lembut wanita yang sudah menolongnya itu, dan selalu ingin membalas budi kebaikannya.

Sekeluarga saling berpelukan di atas panggung. Sementara itu, para kerabat dan teman-teman serta tamu undangan di bawah panggung tampak tersentuh dengan kisah yang menakjubkan sekaligus mengesankan itu.

Mereka juga menyatakan rasa hormat dan mendo’akan kebahagiaan untuk Wang, semoga Wang yang baik hati dapat menikmati sisa hidupnya dengan bahagia.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: