- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Stasiun Kereta Australia Dievakuasi Setelah Tas Gitar Dikira Senjata Api

Sydney – Polisi bersenjata berat dikerahkan untuk menyelidiki laporan tentang ‘penembak-potensial’ di Australia. Insiden bermula ketika seorang penumpang salah mengira tas instrumen pengamen sebagai tas senapan, di pusat kota Melbourne, Australia, pada 28 Maret 2019.

Musisi itu sedang dalam perjalanan untuk memainkan gitarnya di kawasan pusat bisnis. Ketika stasiun kereta Flagstaff tiba-tiba ditutup selama jam sibuk pagi hari.

Polisi dari divisi insiden kritis kemudian menggeledah stasiun dan dengan cepat mengevakuasi semua penumpang pada sekitar pukul 8.30 pagi waktu setempat. Peristiwa itu memaksa kerumunan massa yang tertekan untuk menunda rencana perjalanan mereka dan berlari keluar dari platform stasiun bawah tanah.

Seorang pekerja konstruksi, Shannon Marrell adalah salah satu dari banyak orang yang tampaknya terguncang ketika dia tiba di area stasiun tepat sebelum polisi menyerbu masuk ke peron kereta.

“Saya mendengar di kereta bahwa mereka harus merunduk, seperti mereka ingin semua orang tiarap,” tutur Shannon kepada Australian Associated Press.

Penumpang lainnya, Paddy Naughtin berada di atas kereta pada pukul 8:19 pagi, menuju ke pinggiran Melbourne utara, Mernda ketika rangkaian lokomotif berhenti.

“Selusin polisi berlari melewati gerbong. Setengahnya telah dipersenjatai dengan senapan berat,” ujar Naughtin.

Ketika polisi akhirnya mendekati pria itu, mereka menyadari bahwa dia hanya membawa tas ransel olahraga dan bukan tas senjata. Polisi berbicara dengan pria itu selama sekitar 20 menit dan memastikan dia benar-benar tidak membawa senjata api. Barulah kemudian stasiun kereta dibuka kembali. Mereka membenarkan bahwa tidak ada ancaman bagi masyarakat.

“Dia adalah pengamen setempat yang ada di sana untuk memainkan alat musik di kota,” kata Inspektur Polisi Victoria Jacob Bugeja pada konferensi pers. “Ada tas yang orang itu bawa dan dia punya alat untuk membawanya.”

Ketika ditanya mengapa para penumpang melaporkan pengamen, polisi menjelaskan bahwa pria itu menimbulkan kecurigaan karena dia melakukan latihan pernapasan di kereta.

Komisaris Polisi Graham Ashton menyebut evakuasi sebagai tindakan pencegahan keselamatan. Karena anggota masyarakat benar-benar meyakini bahwa mereka melihat tas yang benar-benar mirip tas senapan.

“Kami khawatir mungkin ada seseorang dengan senjata api di kereta pada pagi ini menuju ke loop kota,” kata Graham kepada radio 3AW. “Kami menghentikan kereta di Flagstaff dan anggota dari respons insiden kritis melakukan pencarian kereta dan setelah itu, mereka memastikan tidak ada senjata api di kereta. Jadi mereka telah memberikan semua upaya guna memastikan aman bagi kereta untuk melanjutkan perjalanan.”

Ashton berencana untuk menyelidiki mengapa pengemudi kereta memberi tahu penumpang, ada seorang pria bersenjata yang bepergian melintasi jaringan kereta tanpa konfirmasi.

“Kita harus benar-benar berhati-hati tentang jenis komunikasi yang disampaikan dan kapan informasi disampaikan. Anda tidak ingin orang bereaksi dengan cara yang dapat membahayakan keselamatan mereka. Untungnya, orang-orang dapat kembali ke perjalanan mereka. Kami mohon maaf atas gangguan ini tetapi kami harus segera mengambil tindakan dan tim respons insiden kritis merespons dengan cepat.”

Polisi telah meminta keterangan kepada operator kereta yang didanai pemerintah, Metro Trains. (RICHARD SZABO dan Australian Associated Press/The EPoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :