- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Terungkap Alasan Komunis Tiongkok Ekspansi Bangunan Penjara di Seluruh Daratan Tiongkok

oleh Luo Tingting

Beberapa tahun terakhir, komunis Tiongkok telah melakukan ekspansi bangunan  penjara di seluruh daratan Tiongkok. Mengapa ini harus dilakukan? 

Akun Twitter luar negeri ‘Haifeng Kuaibao’ mengungkapkan bahwa dalam 6 tahun terakhir, 200 bangunan penjara yang berada di seluruh negeri telah diperluas.

Menurut laporan media AS, warga etnis Uighur yang ditahan di kamp konsentrasi Xinjiang baru-baru ini dipindahkan secara besar-besaran ke sejumlah tempat penahanan yang berada di pedalaman. Menurut laporan, perluasan penjara di berbagai tempat terkait dengan hal ini.

‘Haifeng Kuaibao’ mengutip informasi publik online menemukan bahwa sejak tahun 2013, sedikitnya 200 bangunan penjara di daratan Tiongkok telah diperluas dalam berbagai tingkat.

Laporan menyebutkan sejak tahun 2018, ada 34 penjara, termasuk Penjara Hunan Shaoyang, Penjara Guizhou Xingyi, Penjara Luoyang di Henan, dan Penjara Harbin yang ekspansinya cukup ekstrem.

‘Haifeng Kuaibao’ menyindir pihak berwenang dengan menanyakan : ” Apa tujuannya dalam situasi damai ini pihak berwenang terus memperluas begitu banyak bangunan penjara yang ada di negeri ini ?

Organisasi Uighur di luar negeri mengungkapkan bahwa ekspansi penjara berkaitan dengan penganiayaan komunis Tiongkok terhadap warga etnis Uighur Xinjiang.

Kini kamp di Xinjiang mendapat perhatian luas. Sekarang keberadaannya sedang diselidiki oleh pihak internasional.

Pada 26 Maret lalu, juru bicara Kongres Uighur Sedunia, Dilxat Raxit, di Jerman mengungkapkan kepada Radio Free Asia atau RFA bahwa Kamp Pendidikan Ulang di Xinjiang sudah penuh sesak dengan tahanan. Oleh karena itu, di bawah tekanan internasional,  Komunis Tiongkok merasa perlu untuk memperluas fasilitas penahanan. Akhirnya diputuskan memindahkan sejumlah besar tahanan etnis Uighur ke provinsi-provinsi pedalaman Tiongkok.

Setelah orang-orang ini dipindahkan ke provinsi-provinsi di pedalaman Tiongkok, mereka ternyata terus ditekan dan menjalani pendidikan cuci otak.

Warga etnis Kazakh yang tinggal di Kazakhstan mengungkapkan baru-baru ini ratusan ribu warga di daerah telah dipindahkan secara diam-diam entah ke mana. Proyek perluasan berskala besar di penjara-penjara di seluruh daratan Tiongkok diyakini terkait dengan menerima warga Uighur dari Kamp Pendidikan Ulang Xinjiang.

Orang-orang dari Xinjiang, Tibet, dan daerah etnis minoritas di Mongolia Dalam menjadi sasaran dipindahkan ke penjara orang Han.

Sebelumnya, beberapa orang yang berada dalam sistem mengungkapkan kepada Epoch Times bahwa warga Uighur yang ditahan di kamp pendidikan ulang di Xinjiang memang dialihkan ke berbagai tempat. Sumber itu menyebutkan, operasi itu sangat dirahasiakan. Semua jalur yang digunakan mendapat pengawasan ketat dari pihak berwenang Tiongkok. Bahkan, polisi yang terlibat dalam operasi itu wajib menandatangani perjanjian kerahasiaan.

Menurut laporan RFA sebelumnya, sejak tahun lalu, banyak warga etnis Uighur dan Khazakh yang ditahan dalam kamp pendidikan ulang Xinjiang telah direlokasi ke tempat-tempat seperti Propinsi Gansu, Heilongjiang dan Jiangxi untuk melakukan pekerjaan fisik dan mengikuti pendidikan cuci otak wajib.

Situs ‘Minghui.org’ juga mengutip ungkapan polisi yang terlibat dalam operasi itu menyebutkan bahwa Penjara Tailai di Provinsi Heilongjiang telah dipersiapkan untuk menampung  lebih dari 5.000 orang tahanan pindahan dari Xinjiang. Secara bersamaan, tahanan asli di penjara itu telah dipindahkan ke penjara lain di Provinsi Heilongjiang.

Menurut laporan RFA, jumlah penjara yang diperluas sesungguhnya jauh lebih banyak daripada jumlah yang diberitakan oleh ‘Haifeng Kuaibao’.

Menurut laporan dari komunis Tiongkok, pihak berwenang telah membangun kembali dan memperluas penjara di seluruh negeri sejak diluncurkannya penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong pada tahun 1999 silam.

Menurut laporan, Zhang Fusen, Menteri Kehakiman Tiongkok pernah mengatakan dalam  Simposium Nasional Penyesuaian Tata Letak Penjara yang diadakan pada 26 November 2003 silam bahwa sejak tahun 2002, pihak berwenang telah melakukan penyesuaian tata letak terhadap lebih dari 700 penjara di seluruh negeri yang keseluruhannya diselesaikan pada tahun 2010. Pada saat itu, anggaran yang dikucurkan mencapai  4,46 miliar renmimbi atau setara lebih dari 8 triliun rupiah.

Laporan menunjukkan bahwa anggaran ekspansi yang diturunkan untuk Provinsi Liaoning berjumlah 1 miliar renmimbi atau setara dua triliun rupiah. 

Pada tahun 2003, ‘Kota Penjara’ pertama yang berhasil dibangun di kota Shenyang memiliki luas bangunan mencapai 400.000 meter persegi dan menempati area seluas 2.000 hektar. ‘Kota Penjara’ kota Shenyang itu dan Kamp Rehabilitasi Tenaga Kerja Masanjia dan “Sekolah Pendidikan Ideologi” Provinsi Liaoning adalah tempat-tempat penting yang digunakan komunis Tiongkok untuk menahan dan menganiaya para praktisi Falun Gong di Provinsi Liaoning. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :