Erabaru.net. Ketika seorang bocah Vietnam berusia 13 tahun, Quyet Chien, mendengar bahwa adik lelakinya yang berusia 2 bulan dirawat di rumah sakit di Hanoi, bocah remaja itu dengan cepat bergegas ke rumah sakit untuk menemuinya.

Namun, masalahnya adalah bahwa rumah sakit itu jaraknya sekitar 300 km dari rumahnya dan satu-satunya transportasi yang tersedia adalah sepeda yang sudah tua yang telah kehilangan fungsi remnya.

Meskipun demikian, itu tidak menghentikan kakak lelaki yang pengasih itu mengunjungi adik bayi laki-lakinya yang sedang dirawat di rumah sakit. Ibunya juga ada di rumah sakit.

Pada tanggal 26 Maret, Chien yang tidak pernah meninggalkan kota kelahirannya memulai perjalanannya dari rumahnya di Son La ke Hanoi dengan mengendarai sepeda tuanya.

(Foto: Kenh14)

Sebelum hari itu, ia hanya bersepeda dari rumah ke sekolah.

Setelah lebih dari lima jam bersepeda tanpa henti dan telah menempuh jarak 96 km dari rumahnya, Chien yang kelelahan dan haus tiba di Kota Hoa Binh.

Ketika dia tiba di Kota Hoa Binh, kakinya bengkak dan sandalnya sudah robek karena dia harus sering menggunakannya sebagai rem untuk memperlambat ketika dia menuruni jalan yang menurun.

(Foto: Kenh14)

Dia hampir pingsan pada waktu itu, tetapi untungnya seorang supir yang baik hati bernama Le Van Tuyen lewat dan melihatnya. Tuyen tidak dapat mempercayai telinganya ketika dia mengetahui bahwa bocah itu telah bersepeda jauh dari Son La untuk mengunjungi saudaranya di Hanoi.

Chien dibawa ke kantor polisi terdekat dan setelah beberapa verifikasi, Tuyen memanggil ayah bocah itu. Akhirnya, dia menawari ayah dan putranya tumpangan ke rumah sakit di Hanoi.

Ketika Chien tiba di rumah sakit tempat adik bayi laki-lakinya dirawat, dia dan ibunya berpelukan dan menangis ketika mereka bertemu.

(Foto: Kenh14)

Memikirkan perjalanan putranya yang berbahaya sendirian, ibunya menangis sepanjang percakapan.

(Foto: Kenh14)

Banyak dokter dan perawat di rumah sakit tidak percaya ketika mereka mendengar berita tentang bocah lelaki pemberani itu.

Mengetahui bahwa sandalnya telah aus, seorang dokter kemudian membelikan Chien sepasang sandal baru dan membayar ongkos mobil untuk membawa Chien dan keluarganya kembali ke kota asal mereka di Son La.

Ketika kisah Chien menjadi berita utama, banyak orang kemudian datang untuk menawarkan sepeda baru untuk anak itu sebagai imbalan atas tindakan tanpa pamrihnya untuk adik lelakinya.

Van Van, nama bayi laki-laki itu, sangat beruntung memiliki kakak seperti Chien. Kami berharap adik bayinya itu akan pulih sesegera mungkin.(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular