Erabaru.net. Saya sedang berjalan beberapa hari yang lalu dengan teman saya, dan kami mengobrol tentang akhir pekan. Saat itu hari Rabu dan saya bertanya kepadanya apa rencananya untuk akhir pekan.

Dia mengatakan kepada saya bahwa dia hanya akan menunggu meeting pada hari Selasa, dan dia mungkin akan menunggu hari itu dan menghabiskan waktu selama akhir pekan.

Menghabiskan waktu selama akhir pekan telah terjebak di dalam kepala saya selama beberapa hari dan saya tidak bisa mengeluarkannya dari kepala saya.

Bukan karena saya benar-benar berpikir bagaimana kami akan menghabiskan waktu, tetapi saya merasa agak rendah dan tertekan oleh pikiran itu.

Karena sementara kita asyik menghabiskan waktu, di saat yang sama, waktu juga sedang menghabisi kita. Pada saat kita pensiun atau tua nanti, kehidupan yang lebih besar sudah hilang dan tidak ada jalan untuk mengembalikan semua itu.

Saya berusia tiga puluhan, berpikir tentang uang dan keamanan, tetapi sesungguhnya saya tidak merasa senang dan puas ketika saya mengejar hal-hal itu.

Kita semua tahu ada faktor “waktu” untuk mendapatkan uang, tetapi bagaimana jika kita semua terjebak dalam kesibukan tiada henti dan tidak pernah keluar dari lingkaran itu?

Bagaimana jika kita mengetahui hal-hal ini, namun “terpaksa” harus terus melakukan pekerjaan yang kita benci hanya untuk mendapatkan gaji?

Kita semua harus bangun! Tidak hanya bangun jam 6 pagi untuk pergi bekerja, tetapi secara harfiah bangun dari angan-angan.

Kita harus lebih sadar, di sini di detik ini. Faktanya, kita harus melakukan lebih banyak hal yang membuat kita bahagia.

Saya menyadari bahwa jika Anda terlalu mengejar sesuatu, Anda tidak akan pernah bahagia.

Kita harus menetapkan tujuan kita lebih tinggi daripada hal-hal atau orang-orang, dan di saat yang sama, harus ingat untuk menghargai waktu yang “tidak bisa dikembalikan lagi” yang kita miliki. (rpg)

Sumber: dailypositiveinfo

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular