- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Tak Tega Melihat Gadis Cilik Ini Dioper ke Sana Kemari Seperti Bola, Nenek Ini Berkata dengan Lantang : “Biar Aku yang Mengurusnya”

Erabaru.net. Menurut laporan “Apple Daily”, ada sebuah kedai sederhana yang menghidangkan masakan Sichuan di District Banqiao, New Taipei City, Taiwan. Kedai ini, meski sederhana, ternyata menyimpan sebuah kisah yang mengharukan. Dua orang yang tidak ada hubungan darah sama sekali ini akhirnya menjadi kerabat paling dekat dibanding keluarga sedarah.

Berikut sekelumit kisahnya:

[1]
(Foto : ETtoday)

Yang Abao, seorang nenek pemilik kedai Sichuan yang berusia 61 tahun ini memiliki 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki dari hasil perkawinannya dengan suaminya.

Lebih dari sepuluh tahun silam, bersama dengan suaminya, nenek Yang datang ke Distrik Banqiao, Taiwan, dan membuka kedai makanan khas Suchuan. Sekarang anak-anaknya telah tumbuh dewasa, dan memiliki empat cucu.

Saat ini, ada seorang gadis remaja yang berusia 17 tahun sangat berterima kasih kepada nenek Yang. Jika bukan nenek Yang, gadis remaja ini sama sekali tidak pernah bisa sekolah, bahkan mungkin tidak punya masa depan yang cerah.

[2]
(Foto : Apple Daily)

Remaja 17 tahun itu bernama Sun Ling Xuan, saat baru berusia sekitar 3 atau 4 tahun, dia dicampakkan oleh ibu kandungnya, sementara ayahnya bekerja serabutan tidak punya waktu untuk mengurunya, sehingga ia kerap dititipkan ke sana kemari di rumah kerabatnya.

Mungkin karena bukan solusi yang baik untuk jangka panjang, neneknya kemudian mempercayakan Ling Xuan kepada seorang sahabat baiknya, yakni nenek Yang.

Karena nenek Ling Xuan pernah mengurus kedua orangtua nenek Yang, jadi untuk membalas budinya, nenek Yang bersedia mengurus Ling Xuan 2, 3 tahun, sampai SD kemudian baru membawa Ling Xuan ke Changhua untuk melanjutkan studinya.

Saat duduk di SD dan SMP, Ling Xuan tetap saja seperti bola dioper ke sana kemari, dia harus numpang tinggal di rumah kerabatnya saat sekolah, dan baru tinggal bersama nenek Yang saat liburan sekolah.

Saat tinggal di rumah nenek Yang, Ling Xuan baru benar-benar merasakan apa itu kasih sayang. Ling Xuan selalu menangis sedih dan tidak mau pergi dari rumah nenek Yang setiap saat harus kembali ke Changhua untuk sekolah.

Agar bisa lebih dekat dengan nenek Yang, Ling Xuan memutuskan akan sekolah menengah atas di New Taipei City.

Namun, untuk pindah ke tempat tinggal yang baru dibutuhkan proses administrasi dari dinas kependudukan setempat, sementara orangtua Ling Xuan tidak mau mengurusnya, bahkan tidak mau membayar uang sekolah.

Ketidakpedulian orangtua kandung Ling Xuan membuat nenek Yang semakin tak tega melihat nasib Ling Xuan yang tak menentu, kemudian nenek Yang memutuskan untuk memperjuangkan hak asuh atas Ling Xuan, agar ia bisa tinggal bersamanya.

[3]
(Foto: Apple Daily)

Demi mendapatkan hak asuh, nenek Yang meminta bantuan anggota parlemen He Bowen dan seorang pejabat setempat Li Yangren, dan bolak balik untuk mengurus semua dokumen terkait sampai siap dilimpahkan ke pengadilan setempat.

Di pengadilan, Ling Xuan mendengar sendiri ayah kandungnya menyerahkan hak asuhnya, sedangkan ibu kandungnya bahkan berkata dengan dingin: “Saya kan tidak pernah peduli sama kamu, untuk apa juga mengurusmu ?”

Bukan main sedihnya Ling Xuan mendengar kata-kata ibunya yang menusuk perasaan itu, matanya berkaca-kaca dan meneteskan air mata sambil berkata lirih : “Jelas-jelas orang yang melahirkan saya, tapi kenapa setega dan sekejam itu, tidak mau langsung dibuang … “

Dibanding dengan sikap kedua orangtua Ling Xuan, nenek Yang yang notabene adalah orang luar justru berusaha keras memperjuangkan hak asuhnya, membuat Ling Xuan semakin yakin siapa yang akan dibaktinya kelak di kemudian hari!

[4]
(Foto: Apple Daily)

Tiga tahun kemudian, Ling Xuan menjadi semakin semangat dan ceria di bawah keluarga nenek Yang. Ling Xuan menjadi lebih cepat dewasa (pola pikir).

Melihat Ling Xuan yang tahu membalas budi, nenek Yang berkata dengan lembut, :“Kamu tidak perlu pikirkan bagaimana harus membalas budiku. Dedikasikanlah untuk masyarakat jika kelak punya kemampuan, ingat memberi jauh lebih berkah daripada menerima, paham kan?”

Mendengar nasihat nenek Yang, Ling Xuan tak kuasa meahan tangisnya, ia memeluk nenek Yang sambil terisak : “Nek aku sayang sama nenek! ” Hanya sepatah kalimat pendek, tapi penuh dengan puji syukur bertahun-tahun.

Keduanya berpelukan dalam keheningan, dan perasaan mereka seakan menyatu meski tidak memiliki hubungan darah sama sekali!

Untung ada nenek Yang, sehingga gadis remaja itu dapat tumbuh dengan ceria, dan seperti mendapatkan orang terkasih, wajah mereka selalu berseri-seri penuh dengan kebahagiaan!(jhn/yant)

Sumber: Apple Daily

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: