Erabaru.net. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menggelar kunjungan resmi ke Tiongkok, Senin (1/4/2019). Selama kunjungan sehari itu, Jacinda Ardern menemui pemimpin komunis Tiongkok. Ia menyinggung soal masalah-masalah rumit seperti Huawei dan hak asasi manusia.

Soal Huawei yang gagal mendapatkan persetujuan dari Badan Keamanan Komunikasi Pemerintah Selandia Baru atau Government Communication Security Bureau – GCSB – Ardern mengatakan ia telah secara aktif mengangkat masalah ini dengan Presiden Xi Jinping.

November tahun lalu, GCSB mengumumkan larangan terhadap perusahaan Huawei untuk berpartisipasi dalam pembangunan jaringan 5G dengan perusahaan raksasa telekomunikasi Selandia Baru ‘Spark’.

Pada 14 Januari lalu, Menteri GCSB Selandia Baru Andrew Little telah memberikan tanggapan atas pertanyaan Huawei. Selandia Baru menyebutkan bahwa Undang-undang intelijen komunis Tiongkok adalah alasan yang sudah diketahui secara umum mengapa Selandia Baru melarang Huawei.

Jacinda Ardern mengungkapkan, ia menjelaskan kepada Xi Jinping bahwa keputusan Selandia Baru menolak Huawei adalah sesuai dengan prosedur yang dikehendaki Selandia Baru yang menentukan cara membuat keputusan. Dia menunjukkan langkah yang sudah ditempuh pada saat ini.

Sebelum pertemuan, Ardern mengatakan kepada media bahwa ia akan menyampaikan kepada pihak berwenang Tiongkok bahwa keputusan Selandia Baru tentang Huawei tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik maupun diplomatik.

Selain itu, Ardern menyinggung soal HAM dengan Xi Jinping. “Terutama yang terkait dengan Xinjiang” dan penahanan besar-besaran terhadap Muslim Uighur,” kata Ardern.

Setelah insiden penembakan rasis yang mengejutkan di Selandia Baru, kunjungan Ardern ke Tiongkok yang dijadwalkan satu minggu menjadi sehari.

Selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, ia membahas masalah-masalah seperti peningkatan kerjasama Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok – Selandia Baru. Kemudian ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Selandia Baru adalah negara maju Barat pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok.

Xi Jinping juga menyatakan penghargaannya kepada Ardern karena komitmennya yang berulang-ulang terhadap hubungan Tiongkok – Selandia Baru sejak ia memangku jabatan.

Hubungan antara pemerintah Ardern dengan pemerintah Tiongkok terus berada dalam kondisi tegang.

Pemerintah Selandia Baru secara terbuka menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya pengaruh komunis Tiongkok di wilayah Pasifik Selatan. Selandia Baru juga menolak perusahaan telekomunikasi raksasa Tiongkok, Huawei untuk berpartisipasi dalam putaran pertama penawaran lokal untuk pembangunan jaringan seluler 5G di negara itu.

Pada Maret lalu, pihak Tiongkok telah membatalkan keikutsertaannya dalam upacara pembukaan Tahun Pariwisata Tiongkok – Selandia Baru yang diadakan di Selandia Baru. Hal ini  menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh yang semakin besar dari komunis Tiongkok di Pasifik dan ketegangan antara kedua negara.

Sejauh mana kunjungan PM. Jacinda Ardern mampu meningkatkan hubungan kedua negara ? Mari kita pantau bersama. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular