Erabaru.net. Harman Singh, seorang mahasiswa penganut Sikh yang kuliah di Universitas Auckland, Selandia Baru, melihat seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun mengalami kecelakaan mobil. Saat itu ia segera melepas sorbannya untuk membalut pendarahan si bocah.

Tindakan spontannya seketika menyentuh hati banyak orang, bahkan saluran berita TV Selandia Baru One News secara khusus mengunjunginya untuk wawancara, dan memberinya kejutan besar.

Haman melepas sorbannya untuk menyelamatkan bocah yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Rumahnya sangat sederhana.

Melepas sorban mungkin merupakan masalah sepele bagi sebagian orang, tetapi tidak bagi Harman. Dia adalah seorang penganut Sikh. Dalam ajaran Sikhisme, sorban adalah bagian dari tubuh dan hanya boleh dilepas ketika mandi. Ajaran itu sangat penting bagi pengikut Sikh.

Namun, demi menyelamatkan seorang bocah 5 tahun itu, Harman mendobak aturan ajarannya dengan melepas sorbannya, dan keberanian serta kebaikan hatinya itu mendapat pujian luas masyarakat.

Harman menangis terharu ketika stasiun TV mengantar perabotan rumah tangga untuknya.

Harman yang duduk di sofa tampak sangat gembira.

Saluran berita TV Selandia Baru One News berkunjung ke rumah Harman untuk wawancara. Kru TV menemukan seisi rumah Harman tampak sangat sederhana setelah mereka masuk ke dalam, nyaris tidak ada barang-barang furniture.

Hanya ada satu kasur untuk tidur di kamar yang digelar langsung di lantai, dan sebuah meja plastik kecil berikut dua kursi plastik. Setelah wawancara, Kru TV kemudian menghubungi toko mebel dan meminta mereka untuk mengirim beberapa perabot rumah tangga.

Harman menjenguk bocah yang cedera di rumah sakit.

Harman tidak menyangka akan menerima hadiah seperti itu. Dan matanya berkaca-kaca ketika truk berisi muatan furnitur muncul di pintu rumahnya dan memindahkan sofa, meja, dan tempat tidur ke dalamnya.

Selain puji syukur dan ucapan terima kasih, Harman tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Bukan main senangnya Harman ketika duduk di atas sofa yang empuk nyaman.

Di sela-sela rasa bahagianya dia sempat menyinggung tentang almarhum ayahnya yang telah meninggal tahun lalu, ayahnya pasti sangat bangga dan bahagia jika dia melihat keadaaanya sekarang, kata Harman.

Orangtua bocah itu sangat berterima kasih pada Harman atas pertolongannya.

Harman juga ke rumah sakit menjenguk bocah yang cedera itu, meskipun luka memar di wajahnya masih belum sembuh sepenuhnya, namun, proses pemulihannya sangat baik.

Bocah itu tampak malu ketika Harman masuk ke kamarnya, sementara ayah dan ibunya terus mengucapkan “terima kasihi”, mereka berpikir nyawa anaknya pasti sangat berbahaya jika tidak ada Harman ketika itu.

Sementara Harman sendiri merasa apa yang dilakukannya itu bukanlah sesuatu yang hebat, dia sangat berterima kasih kepada mereka yang mendukung tindakannya, tetapi dia merasa itu adalah sesuatu yang memang sudah selayaknya dia lakukan.

Dia melepas sorbannya di saat-saat kritis, sekaligus membuat banyak orang menemukan kembali kepercayaan mereka. Tindakan spontan Harman ketika itu memang layak mendapat pujian dari semua orang.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular