Brussels — Uni Eropa memperingatkan Inggris, bahwa mereka akan segera mulai melakukan pemeriksaan penuh atas barang-barang yang masuk dari Inggris. Ini memicu antrian panjang di kedua sisi terowongan Chunnel yang menghubungkan Inggris ke Benua Eropa.

Pejabat senior di Brussel mengatakan jika tidak ada kesepakatan Brexit minggu depan, pemeriksaan akan dilakukan. Blok tersebut mengaku harus segera menerapkan peraturan bea cukai dan keamanan pangan jika kedua belah pihak tidak menandatangani perjanjian atau perpanjangan keanggotaan Inggris di UE, dengan tenggat waktu yang telah diperpanjang, hingga 12 April 2019.

Mereka menekankan bahwa ini berarti semua hewan hidup, dari ternak hingga kuda balap, dan produk turunan hewan, termasuk daging, susu, dan madu, akan dikontrol di perbatasan UE dengan Inggris dalam skenario seperti itu.

Dalam serangkaian briefing pada 4 April, Komisi Eropa memperingatkan keluarnya Inggris dari blok itu kini ‘sangat mungkin’, karena krisis politik yang sedang berlangsung di Westminster.

Para pejabat telah memperingatkan perpecahan seperti itu akan memerlukan perubahan ‘yang brutal’ hanya dalam semalam. Perubahan yang akan menghasilkan runtuhnya sistem hukum yang menopang hubungan antara kedua belah pihak.

“Jika ada Brexit yang tidak ada kesepakatan, Inggris akan menjadi negara ketiga dari satu hari ke hari berikutnya,” kata Pierre Moscovici, yang merupakan komisaris Uni Eropa yang bertanggung jawab atas bea cukai. “Jika ada skenario no-deal, kontrol pabean baru harus diperkenalkan. Saat ini, barang bergerak tanpa formalitas pemeriksaan pabean atau pengecekan.”

Politisi Prancis itu mengatakan bahwa lima negara yang paling terkena dampak Brexit, adalah Belgia, Prancis, Jerman, Irlandia, dan Belanda. Mereka kini sudah merekrut sekitar 2.500 petugas bea cukai baru guna menangani sistem kontrol baru bagi produk impor asal Inggris.

Namun, Dia memperingatkan bahwa skenario kebijakan yang ‘terjun bebas’ itu akan menimbulkan gangguan besar. Dari 10 mitra dagang global teratas Inggris, tujuh diantaranya adalah negara di dalam UE. Angka-angka di Brussel menunjukkan lebih dari 4 juta kendaraan angkutan barang bepergian antara Dover dan Calais setiap tahun, dengan laju 11.000 trip per hari.

“Gangguannya bisa sangat, sangat besar. Jika pesawat tidak dapat terbang, jika kereta tidak dapat berjalan, jika truk tidak dapat menyeberangi Selat, maka kami memiliki masalah yang sangat serius,” kata seorang pejabat senior Uni Eropa, yang berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk membicarakan masalah ini.

“Bahkan jika kereta, pesawat, dan truk dapat beroperasi dengan baik, kami masih akan memiliki masalah sejauh mana Anda dapat mengangkut hewan hidup dan produk apa yang dapat Anda bawa ke UE dari Inggris,” sambungnya.

Komisaris blok untuk transportasi, Violeta Bulc, bersikeras serangan publisitas atas rencana no-deal Uni Eropa tidak dirancang untuk menakut-nakuti rakyat dan politisi di Inggris, menjelang pertemuan puncak Brexit minggu depan.

“Pada titik ini, yang benar-benar saya pedulikan adalah warga negara Eropa dan pemangku kepentingan Eropa. Anda akan terkejut betapa banyak pemangku kepentingan yang tidak mendengar pesan ini. Ini serius dan kami benar-benar harus siap untuk skenario no-deal,” kata Bulc.

Komisi Uni Eropa telah mengumumkan sejumlah tindakan sepihak yang terbatas waktu dalam hal Brexit tanpa kesepakatan, biasanya berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun, meliputi bidang-bidang seperti penerbangan, transportasi jalan, bea cukai, dan lingkungan.

“Berulangkali ditekankan bahwa langkah-langkah tersebut hanya terbatas pada kepentingan blok itu sendiri, didasarkan pada tindakan timbal balik Inggris, dan tidak meniru keunggulan keanggotaan klub atau perjanjian yang dinegosiasikan.” (NICK GUTTERIDGE/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular