Erabaru.net. Dua puluh tiga tahun yang lalu, di Kabupaten Fuyuan, Tiongkok, sebuah kecelakaan mobil menyebabkan seorang gadis kecil kehilangan ibunya. Setelah itu, tiga polisi lalu lintas di jajaran kepolisian Fuyuan menjadi “anggota keluarganya”.

Dua puluh tiga tahun kemudian, dia akhirnya menemukan “anggota keluarga” yang membantunya ketika itu dan meneriakkan kata “Ayah” yang telah bertahun-tahun ingin dia ucapkan dari bibirnya.

Pada tahun 1993, kecelakaan mobil di Kabupaten Fuyuan menyebabkan seorang wanita paruh baya tewas seketika di tempat, meninggalkan putrinya yang baru berusia 6 tahun.

Pada waktu itu, Shi Chuankun, yang merupakan kapten dari brigade polisi lalu lintas ketika itu, meminta bantuan dua polisi muda Lei Xueliang dan Yao Zhengfang untuk sementara waktu mengurus gadis kecil itu. Setiap pagi, kedua polisi itu membawa gadis kecil ke kantor polisi tempat mereka bertugas.

Malamnya, membawanya pulang ke rumah. Dari kebersamaan selama 3 bulan itu, kedua polisi tersebut kemudian menjadi anggota keluarga seutuhunya dari gadis kecil itu. Gadis kecil itu dengan akrab memanggil Lei Xueliang sebagai “ayah” dan Yao Zhengfang sebagai “paman.”

Belakangan. setelah lama mencari anggota keluarga gadis cilik itu, tim polisi akhirnya menemukan kakek-nenek gadis kecil itu, yang kemudian dijemput oleh kerabatnya, dan hubungannya dengan polisi itu pun otomatis berakhir sampai di situ.

Mereka baru tahu dengan identitas gadis cilik itu setelah menemukan kerabatnya. Ternyata gadis kecil itu dan ibunya berasal dari Heilongjiang.

Tak lama setelah adik laki-laki dari gadis cilik itu meninggal karena sakit, ayahnya pun menyusul. Karena tak kuat menerima kenyatan yang memilukan, mental ibunya terganggu, kemudian membawa gadis kecil itu pergi dari Heilongjiang dan mengemis sepanjang jalan hingga sampai di Fuyuan, Provinsi Yunnan. Tapi malang bagi ibunya yang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan dan tewas di tempat, sehingga meninggalkan gadis cilik yang baru berusia lima tahun.

Lei Xueliang, polisi itu menuturkan : “Gadis kecil bernama Li Wei itu tampak dekil pada saat itu, rambutnya juga berantakan tak pernah disisir. Saat berjalan juga kakinya tampak tinggi sebelah karena perjalanan panjangnya.”

Waktu itu, dia sudah berdiskusi dengan istrinya. Jika mereka tidak menemukan kerabat gadis kecil itu, maka mereka berencana untuk mengadopsinya karena “gadis cilik sangat menyenangkan”.

Sekarang, gadis kecil bernama Li Wei itu telah tumbuh besar dan menjadi sangat cantik. Lei Xueliang berkata kepadanya,: “Saya lega setelah melihatmu baik-baik saja.”

Setelah itu, Li Wei dan polisi Lei Xueliang berkomunikasi lewat video call. Kalimat pertamanya adalah: “Ayah,” dan Lei Xueliang, seorang polisi yang tegas pun tak kuasa menahan linangan air matanya mendengar panggilan tulus itu.

Li Wei juga berkata sambil menitikkan air mata,: “Ayah, kenapa ayah tampak begitu tua sekarang? Saya hampir tidak bisa mengenalinya. seingat saya, badan ayah tinggi dan ramping.”

“Anakku sudah semester IV sekarang, mana mungkin ayah tidak bertambah tua?” kata polisi Lei Xueliang

Seingat Lei Xueliang, dia baru menikah tak lama setelah membawa pulang gadis kecil itu.

“Istri saya juga sangat menyukai gadis kecil yang tegar itu. Meskipun baru tiga bulan hidup bersama, tapi semuanya berjalan sangat akrab dan familiar, tidak asing sedikit pun.”

Lei Xueliang berkata kepada Li Wei bahwa dia akan menceritakan kepada putrinya bahwa dia memiliki kakak perempuan yang jauh di Heilongjiang sana.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular