oleh Isabel van Brugen- The Epochtimes

Seorang pelawak Uighur terkenal dikhawatirkan hilang dalam jaringan luas “pusat cuci otak” di Tiongkok di tengah meningkatnya tindakan keras terhadap para intelektual dan tokoh budaya Uighur di wilayah tersebut.

Kini lebih dari lima bulan terakhir, tidak lagi terdengar kabar dari aktor komedian populer Adil Mijit yang masuk daftar orang dicari oleh Partai Komunis Tiongkok. Keluarganya khawatir ia telah ditahan di fasilitas penahanan di mana lebih dari satu juta etnis Uighur.

Berbicara kepada The Epoch Times dalam sebuah wawancara telepon dari Turki, menantu Mijit bernama Arslan Hidayat, berusia 31 tahun, mengatakan ia tiba-tiba hilang kontak dengan aktor tersebut sejak November tahun lalu.

Adil Mijit yang berusia 55 tahun, telah dipekerjakan oleh kelompok seni pemerintah Tiongkok – Kelompok Opera Xinjiang – selama lebih dari 30 tahun di mana ia sering dipaksa untuk menyebarkan pesan-pesan dari Partai Komunis Tiongkok.

BACA JUGA : Pasca Turki Mengutuk Kamp Konsentrasi Xinjiang, 4 Pengusaha Turki Ditahan Komunis Tiongkok : Diplomasi Sandera?

Menurut Arslan Hidayat, mertuanya biasanya Adil menghubungi dirinya dan istrinya bernama Adile Mijit melalui aplikasi media sosial Tiongkok, WeChat, setiap hari. Namun, sehari setelah kelahiran cucu perempuan keduanya pada November 2018, mereka kehilangan kontak dengan Adil Mijit.

“Kami telah sepakat… melalui WeChat, kirim kepada kami sebuah tanda titik untuk menunjukkan kepada kami bahwa anda dalam keadaan aman, kirim sebuah tanda seru untuk memberitahu kami bahwa anda masih hidup, demikian kode di antara kami,” katanya.

“Namun hingga hari ini, kami tidak pernah menerima kiriman seperti itu,” jelas Arslan Hidayat.

Foto: Adil Mijit (Atas perkenan Arslan Mijit Hidayat)

Hilangnya Adil Mijit secara tiba-tiba terjadi di tengah kekhawatiran bahwa tidak ada seorang pun yang tidak tersentuh oleh Partai Komunis Tiongkok.

Partai Komunis Tiongkok membenarkan telah melakukan peningkatan tindak kekerasan terhadap orang-orang Uighur sebagai cara untuk “mendidik dan mengubah” mereka yang dianggap berisiko menyebarkan “tiga kekuatan jahat,” yaitu “ekstremisme, separatisme, dan terorisme.”

Komunis Tiongkok terus mendorong narasinya bahwa pusat penahanan massal yang sebelumnya dirahasiakan sebenarnya adalah fasilitas pendidikan “keterampilan kejuruan”, seperti membuat roti dan menjahit, ketika secara terbuka mengakui keberadaan mereka pada Oktober 2018.

Foto: Aktor dan komedian Uyghur, Adil Mijit, yang masuk daftar orang dicari oleh Partai Komunis Tiongkok. (Atas perkenan Arslan Mijit Hidayat)

Mengingat kedekatannya dengan pemerintah Tiongkok, Adil Mijit yakin ia terlindung dari bahaya di Xinjiang. Meskipun ada pembatasan perjalanan di wilayah itu, Adil Mijit diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Turki untuk menengok putri dan menantunya.

“Sejak April 2017, perbatasan dengan Tiongkok ditutup. Paspor semua orang diambil. Namun, ayah saya cukup terhubung dengan pemerintah Tiongkok sehingga ia dapat datang ke sini dua bulan setelah perbatasan ditutup dan kami terkejut,” jelas Arslan Hidayat.

“Ia pikir ia adalah seorang yang ‘tidak tersentuh.’ Ia pikir tidak ada yang terjadi padanya.” “Kami pikir ia juga aman. Ia seperti aktor papan atas.”

Foto: Aktor dan komedian Uyghur, Adil Mijit, yang masuk daftar orang dicari oleh Partai Komunis Tiongkok sedang bersama dengan dan istrinya di suatu acara televisi. (Atas perkenan Arslan Mijit Hidayat)

“Kami juga menghindari protes politik dan menghindar tempat di mana bendera Turkestan Timur dikibarkan,” tambah Arslan Hidayat.

Adil Mijit, yang tidak hanya terkenal di antara orang-orang Uighur tetapi juga di antara masyarakat Tiongkok, dahulu dipilih Partai Komunis Tiongkok untuk mewakili orang-orang Uighur di sebuah acara di Beijing untuk merayakan Hari Nasional Republik Rakyat Tiongkok, yang dirayakan setiap tahun pada 1 Oktober.

BACA JUGA : 9 Langkah Komunis Tiongkok Halangi Pemantauan HAM PBB

Masa gembira yang seharusnya terajut dalam kehidupan Arslan Hidayat dan istrinya dengan cepat berubah menjadi pahit. Adil Mijit sempat berbincang-bincang dengan keluarganya di Turki ketika cucu perempuan keduanya lahir pada 1 November 2018.

“Pada 2 November 2018, kami terus mengirim foto dan video, tetapi kali ini tidak ada jawaban sama sekali. Kemudian, kami diberitahu salah satu teman kami bahwa ayah mertua saya telah diciduk,” ujar Arslan.

“Kami pikir ia berada di kamp atau penjara. Kami masih belum mendapat tanggapan,” kata Arslan Hidayat.

Foto: Adil Mijit dengan menantunya, Arslan Mijit Hidayat. (Atas perkenan Arslan Mijit Hidayat)

Meskipun hilang secara tiba-tiba, Arslan Hidayat yakin ayah mertuanya akan mengirim berita apa yang terjadi padanya melalui pesan suara WeChat.

“Karena tidak dapat secara terbuka mengucapkan selamat tinggal karena semuanya terekam dalam WeChat, ia berkata secara tersirat, ‘Pastikan kamu merawat cucu-cucuku demi aku’ dalam Oktober 2018.”

“Sepertinya ia secara perlahan mengucapkan selamat tinggal.”

Selain Adil Mjit, tokoh intelektual dan budaya Uighur lainnya di Xinjiang juga dilaporkan hilang oleh keluarga di luar negeri. The Uyghur Human Rights Project (UHRP) mengatakan dalam laporan Januari lalu bahwa setidaknya 338 tokoh intelektual dan budaya Uighur telah “ditahan, dipenjara, atau dihilangkan secara paksa” oleh Partai Komunis Tiongko sejak April 2017.

”Penumpasan tersebut adalah “bagian dari upaya terkoordinasi untuk secepat mungkin melemahkan dan menghilangkan identitas Uyghur yang berbeda di kamp asimilasi paksa yang agresif yang belum pernah terjadi sebelumnya,” demikian laporan The Uyghur Human Rights Project. (vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular