oleh Olivia Li – The Epoch Times

Salah satu platform utang pinjaman online atau peer-to-peer (P2P) top Tiongkok, tuandai.com, runtuh pekan lalu, yang mengakibatkan kerugian finansial bagi sejumlah investor Tiongkok. Pemilik platform tuandai.com, Tang Jun dan Zhang Lin menyerahkan diri kepada polisi pada 27 Maret 2019.

Pinjaman P2P memungkinkan orang untuk saling meminjamkan uang sambil mendapatkan suku bunga yang tinggi — lebih tinggi daripada suku bunga yang ditawarkan bank. Perusahaan yang mengoperasikan platform P2P menghubungkan investor yang haus akan keuntungan dengan individu yang kekurangan uang atau bisnis kecil.

Platform P2P di Tiongkok pertama kali mulai beroperasi pada 2011 lalu. Dengan segera layanan keuangan seperti itu mulai populer. Pada puncaknya di 2015, ada sekitar 3.500 platform semacam itu di Tiongkok.

Tetapi sejak musim panas tahun lalu, platform P2P mulai ditutup satu demi satu ketika operator platform terungkap telah menipu para investor. Kurangnya peraturan dan pengawasan pemerintah Tiongkok telah menyebabkan penipuan yang merajalela.

Tuandai adalah platform P2P terakhir yang ditutup.

Tang Jun mendirikan Tuandai pada 2012 sebagai platform pinjaman online untuk pemilik usaha kecil guna mendapatkan pembiayaan. Sebelum musibah tersebut, Tuandai menempati peringkat ke-15 terbesar di antara semua platform P2P di Tiongkok.

Data pasar yang tersedia untuk umum mengungkapkan bahwa pada 28 Februari 2019, Tuandai telah melakukan pinjaman online senilai 130,77 miliar yuan  (19,48 miliar dolar Amerika Serikat), dengan total nilai pinjaman melebihi 14,5 miliar yuan (2,16 miliar dolar Amerika Serikat) atau setara Rp 29 Triliun. Jumlah pengguna yang terdaftar adalah lebih dari 8,36 juta orang, lebih dari 220.000 orang di antara mereka adalah pemberi pinjaman aktif saat ini.

Menurut situs web resmi Tuandai, perusahaan tersebut telah dipilih untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan pemerintah provinsi untuk layanan pembiayaan online, dan menerima berbagai penghargaan industri.

Tang Jun juga pengendali sebenarnya dari GuangDong PaiSheng Intelligent Technology Co, sebuah perusahaan publik dengan nilai pasar lebih dari 20 miliar yuan (2,98 miliar dolar Amerika Serikat).

Musibah yang menimpa Tuandai secara tiba-tiba menyebabkan pihak berwenang juga menangguhkan perusahaan Tang Jun lainnya dari pasar saham Shenzhen. GuangDong PaiSheng Intelligent Technology Co. merilis sebuah pernyataan pada 28 Maret 2019 yang mengklaim bahwa mereka telah sepenuhnya menghentikan bisnis pembiayaan online sejak akhir tahun lalu, dan bahwa Tang Jun tidak lagi menjabat di perusahaan tersebut.

Menurut pengumuman 28 Maret 2019 oleh polisi di kota Dongguan di mana Tuandai berada, Tuandai sedang diselidiki karena menggalang dana ilegal. Tang Jun dan Zhang Lin telah ditahan oleh polisi.

Industri P2P di Tiongkok telah mengalami gelombang kegagalan sejak Juni 2018. Jutaan investor telah kehilangan tabungan seumur hidupnya dalam platform pinjaman yang gagal dibayarkan.

Banyak korban yang berupaya untuk mengajukan banding kasus mereka ke pemerintah pusat, tetapi berulang kali dibungkam oleh pihak rejim Komunis Tiongkok. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular