oleh Xu Zhenqi

Negosiasi perdagangan AS – Tiongkok sedang berlangsung. Selain membahas mekanisme penegakan hukum dan tarif, negosiasi ini juga mencegah Tiongkok memanipulasi nilai mata uangnya untuk meningkatkan ekspor.

Negosiasi perdagangan memasuki tahap kritis dalam diskusi mengenai mekanisme penegakan hukum. Pasalnya, memanipulasi nilai mata uang untuk mendongkrak ekspor barang dagangan, bisa jadi akan digolongkan sebagai pelanggaran dalam perjanjian perdagangan AS – Tiongkok.

AS Minta pihak Tiongkok mengungkap lebih banyak perilaku ekonomi

Wall Street Journal melaporkan pada 12 April bahwa seorang pejabat AS yang akrab dengan negosiasi mengatakan bahwa sebagai bagian dari perjanjian perdagangan, Amerika Serikat dan Tiongkok telah sepakat untuk mengambil sejumlah langkah-langkah. Pejabat AS akan mencegah Beijing memanipulasi nilai mata uang dengan meminta Tiongkok mengungkapkan lebih banyak perilaku ekonominya.

Pejabat itu mengatakan bahwa jika Tiongkok memanipulasi Renminbi untuk mendongkrak ekspor, maka sebagai pelanggaran terhadap standar internasional. Bahkan, bisa jadi akan digolongkan sebagai pelanggaran terhadap perjanjian dan mendapatkan hukuman.

Amerika Serikat telah lama mengkritik Beijing karena dugaan memanipulasi nilai Renminbi.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kepada Wall Street Journal, mengatakan masalah mendasarnya adalah AS ingin memastikan bahwa setiap orang memenuhi kewajiban mereka dan tidak mendepresiasi mata uangnya untuk tujuan kompetitif.

Fred Bergsten, mantan pejabat senior Kementerian Keuangan AS dan salah satu pendiri Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional mengatakan bahwa langkah-langkah di bidang moneter yang dapat diterapkan akan menjadi penting, mewakili kemajuan lebih lanjut dalam disiplin pada masalah manipulasi mata uang.

AS mensyaratkan Tiongkok untuk melakukan pengungkapan langkah ekonominya untuk menilai apakah kebijakan moneter melibatkan memanipulasi nilai tukar. Beijing tidak mengungkapkan komposisi cadangan devisanya.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Tiongkok pada 12 April lalu, saldo cadangan devisa Tiongkok pada akhir bulan Maret adalah USD. 3,1 triliun, ini merupakan cadangan devisa terbesar di dunia. Namun, masih sulit untuk menilai apakah Beijing memanipulasi nilai Renminbi.

Perjanjian perdagangan akan mencakup penegakan hukum dan mata uang

Dalam pertemuan IMF yang diadakan pada Rabu lalu, Mnuchin mengatakan bahwa AS dan Tiongkok hampir menyelesaikan perjanjian moneter. Pada akhirnya akan membatasi Beijing dalam memanipulasi nilai tukar untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan yang tidak adil.

Gubernur Bank Sentral Tiongkok Yi Gang juga mengatakan pada konferensi pers bulan lalu bahwa pengungkapan bisnis valuta asing Bank Sentral Tiongkok akan menjadi bagian dari perjanjian perdagangan.

Kepada Wall Street Journal pejabat AS mengatakan bahwa klausul tentang mata uang dan sistem implementasinya sudah pasti akan menjadi bagian dari perjanjian dagang antara AS – Tiongkok.

Pejabat Keuangan AS menolak untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang aturan penegakan mata uang. Juru bicara Perwakilan Dagang AS juga menolak berkomentar. Seorang juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.

Seorang pejabat senior Kementerian Keuangan AS mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa perjanjian mata uang AS – Tiongkok mirip dengan reformasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara yang ditandatangani oleh administrasi Trump tahun lalu dengan Kanada dan Meksiko.  Tetapi dalam beberapa hal “melebihi” perjanjian antara Amerika Serikat – Meksiko – Kanada.

Negosiasi perdagangan masih berlangsung, pejabat AS memperingatkan, tidak akan ada hasil akhir sampai kedua belah pihak sepakat tentang semua masalah.

Reuters sebelumnya telah melaporkan bahwa perjanjian perdagangan AS – Tiongkok mencakup 6 bidang reformasi struktural : Transfer teknologi wajib dan pencurian lewat dunia maya, hak kekayaan intelektual, layanan, mata uang, pertanian, dan hambatan perdagangan non-tarif.

Chuck Grassley, ketua Komite Keuangan Senat AS mengatakan : “Penegakan hukum adalah hal yang sangat penting, jika tidak semua prestasi yang Anda capai akan tidak berarti.” (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular