- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Julian Assange Wikileaks Diusir Kedubes Diduga Karena Bocoran Foto

London – Pendiri Wikileaks, Julian Assange, diusir dari gedung kedutaan besar Ekuador. Dia diduga diusir karena membocorkan foto memalukan dari Presiden Ekuador, yang sedang bersantai di tempat tidur sambil makan lobster di kamar hotel.

Foto itu, yang merupakan salah satu foto yang lebih memalukan, adalah bagian dari 200 email pribadi, teks, dan dokumen yang diterbitkan di situs web anonim inapapers.org.

Kebocoran itu tampaknya membuat marah Presiden Ekuador, LenĂ­n Moreno, yang menuduh Wikileaks dari Assange berada di balik publikasi itu. File yang bocor juga termasuk foto keluarga Moreno pada liburan mewah di Eropa, menurut The New York Post.

“Assange tidak bisa berbohong atau, apalagi, meretas akun pribadi atau telepon pribadi,” Moreno mengatakan dalam sebuah wawancara radio.

Assange, 47 tahun, ditangkap oleh polisi Inggris, diborgol, dan dibawa keluar dari Kedutaan Besar Ekuador pada 11 April 2019 setelah suakanya dicabut. Penangkapannya berasal dari pelanggaran uang jaminan pada 2012. Dia tidak menyerahkan diri ke Pengadilan Inggris setelah penyelidikan kekerasan seksual di Swedia.

Setelah penangkapannya, Amerika Serikat meminta ekstradisi dan membuka kembali dakwaan pada Maret 2018 yang menyatakan bahwa Assange telah berkonspirasi dengan mantan analis intelijen Chelsea Manning, yang sebelumnya dikenal sebagai Bradley Manning, dalam melanggar dan membobol sistem komputer Angkatan Darat pada 2010.

Manning memberi Assange hampir 750.000 dokumen militer dan diplomatik yang bersifat rahasia atau sensitif. Dokumen yang kemudian diterbitkan oleh Assange di Wikileaks. Assange juga dituduh mendorong Manning untuk mencuri lebih banyak dokumen dan setuju untuk membantu Manning memecahkan kata sandi yang akan memberi Manning akses ke sistem komputer Angkatan Darat dengan nama pengguna yang berbeda.

Manning dihukum oleh pengadilan militer pada tahun 2013 atas dakwaan spionase dan pelanggaran hukum lainnya. Dia dijatuhi hukuman 35 tahun penjara. Akan tetapi, hukuman 28 tahun terakhirnya diringankan oleh mantan Presiden Barack Obama.

Dia kembali ditahan pada 8 Maret 2019 karena menolak memberikan kesaksian kepada dewan juri yang sedang menyelidiki Wikileaks.

Wikileaks sudah membantah dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, bahwa mereka memiliki peran dalam kebocoran dan menuduh pemerintah Ekuador mengarang sebuah cerita sebagai alasan untuk mengakhiri suaka Assange.

“WikiLeaks tidak menerbitkan INA Papers. WikiLeaks hanya melaporkan penyelidikan INA Papers oleh Majelis Nasional Ekuador dalam tweet 25 Maret 2019,” kata organisasi itu.

“WikiLeaks belajar dari dua sumber tingkat tinggi di negara Ekuador ‘bahwa Julian Assange akan dikeluarkan dalam hitungan hari, bahkan jam, menggunakan skandal lepas pantai #INAPapers sebagai dalih. Dan, bahwa Dia telah memiliki perjanjian dengan Inggris untuk penangkapannya,” Organisasi itu mengklaim pada 5 April 2019.

Seiring dengan dugaan kebocoran, gaya hidup Assange yang tampak jorok telah menyebabkan memburuknya hubungannya dengan pejabat Ekuador. Menteri Dalam Negeri Ekuador, Maria Paula Romo menuduh bahwa Assange telah melecehkan pengasuhnya, serta mengoleskan kotorannya sendiri di tembok kedutaan, sep[erti dikutip dari Australian Broadcasting Corporation.

Pengacara Jennifer Robinson, yang mewakili Assange, mengatakan kepada Sky News bahwa tuduhan itu ‘sangat keterlaluan’ dan digunakan untuk membenarkan penangkapan.

“Ekuador telah membuat dugaan ini untuk membenarkan tindakan yang melanggar hukum dan luar biasa, membiarkan polisi masuk ke dalam kedutaan,” kata Robinson.

Selain itu, Moreno mengatakan Assange telah berulang kali melanggar perjanjian dengan Ekuador yang tidak mengizinkannya mengomentari situasi politik di negara lain.

Jaksa Swedia mengatakan pada 11 April 2019, bahwa mereka telah menerima permintaan resmi untuk membuka kembali penyelidikan kekerasan seksual dari penasihat hukum yang mewakili korban. Permintaan itu disampaikan kepada Wakil Ketua Jaksa Penuntut Eva-Marie Persson, yang mengatakan jaksa akan menyelidiki masalah ini dan segera menentukan sikap.

Assange diharapkan muncul di pengadilan melalui tautan video dalam penampilan pengadilan berikutnya pada 2 Mei. (JANITA KAN, Petr Svab, dan Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :