Erabaru.net. Banyak orang pernah melihat lukisan terkenal di dunia ini: Seorang wanita telanjang di atas kuda, tetapi tidak tahu dengan kisah di baliknya!

Pada tahun 1040 silam, Earl Leofric, salah satu tuan tanah yang berkuasa di Inggris di bawah Raja Denmark, Canute, menikah dengan seorang wanita bangsawan Anglo-Saxon bernama Lady Godiva.

Lady Godiva adalah seorang wanita yang sangat cantik dan anggun, dia sangat dikagumi orang-orang, tetapi dia tidak bahagia sepanjang hari.

Suatu hari, Earl Leofric, bertanya kepadanya: “Mengapa kamu selalu murung sepanjang hari, apakah karena budak-budakmu itu tidak bisa melayanimu dengan baik?”

Godiva menggelengkan kepalanya dan berkata, : “Mana bisa bahagia ketika melihat raut wajah penduduk di sini penuh dengan kebencian?”

Leofric berkata dengan kesal mendengar alasannya,: “Menggelikan, kamu selalu murung hanya karena sekelompok orang-orang yang tak tahu diri itu.”

“Tapi mereka nyaris tak bisa hidup lagi, aku minta kamu kurangi beban pajak mereka?”

Ternyata untuk mendukung pasukan Inggris, Leofric memerintahkan pemungutan pajak yang tinggi, sehingga orang-orang menjadi kesal dan marah.

Karena itu, keduanya berdebat, Leofric mengatakan dengan tegas,: “Saya seorang pejabat kerajaan, jadi saya harus mengutamakan kerajaan.”

Tapi Godiva bersikeras mengatakan : “Sudah cukup banyak kamu mengambilnya dari mereka, kali ini jangan membebani mereka lagi dengan pajak tinggi.”

Leofric berkata dengan jengkel: “Pajak akan diturunkan dengan syarat kamu berani berkuda dengan bertelanjang bulat di kota.”

(Foto: en.wikipedia.org)

Keesokan paginya, Godiva melepas baju tidurnya dan menunggang kudanya dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benang pun di badan.

Leofric ingin mencegahnya, tetapi dia tidak berani berbicara, akhirnya dia menunggangi kuda dan mengikutinya dari belakang.

Godiva menunggang kudanya di jalan, tetapi semua orang seakan sudah sepakat sebelumnya, mereka menutup pintu dan jendela. Jalan-jalan tampak sepi tak seorang pun di sana. Tidak ada yang memanfatkan kesempatan untuk mengintip kemolekan tubuhnya.

“Bagaimana kamu tahu mereka layak kamu bantu meski harus menempuh risiko seperti ini?” Tanya Leogric.

Godiva tersenyum dan berkata,: “Jika kamu benar-benar ingin membantu orang lain dengan tulus, maka jangan pernah berpikir bagaimana orang lain akan membalas budimu, bukankah begitu ?”

Leofric mengangguk-anggukan kepala dan segera mengumumkan pemotongan pajak di seluruh penjuru kota.

Bertahun-tahun kemudian, pelukis terkenal Inggris John Collier mendengar hal itu, kemudian langsung menggambarnya dengan lukisan minyak , “Nyonya Godiva di atas punggung kuda”.

(Foto: en.wikipedia.org)

Collier mengatakan, : “Keluhuran sejati adalah berani melakukannya untuk membantu orang lain yang membutuhkan ketika memahami betul apa yang seharusnya dilakukan, dan tidak akan memikirkan apakah orag lain akan berterima kasih atas sesuatu yang dilakukannya untuk mereka, dan tidak akan mengubah niat tulus semula hanya karena tanggapan orang lain.”

Saat ini, lukisan terkenal ini masih disimpan di Museum Kota Coventry. Lukisan cat minyak dan Godiva ini telah menjadi “kartu nama” Kota Coventry. Inggris.

Kemunafikan, meski sehebat apa pun juga tidak akan mampu melawan ujian waktu, karena pasti akan ketahuan dihadapan fakta dan krisis. Kebenaran sejati tidak perlu berpura-pura, dan akan selalu indah meski telah pudar dimakan waktu.

Hanya ketika Anda benar-benar menjadi sosok manusia yang tulus, Anda baru akan mendapatkan ketulusan hati dari orang lain.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular