Erabaru.net. Dana pensiun negara Tiongkok kemungkinan akan habis pada tahun 2035, dengan tenaga kerja yang menyusut dan populasi yang semakin menua, menurut sebuah laporan oleh Akademi Ilmu Sosial Tiongkok yang dirilis pada tanggal 10 April 2019.

Laporan tersebut meramalkan bahwa tingkat dukungan institusional Tiongkok untuk pensiunan akan berlipat ganda dalam 30 tahun ke depan. Saat ini negara Tiongkok memiliki cadangan 106 miliar yuan (16 miliar dolar Amerika Serikat). Diperkirakan mencapai puncaknya pada 2027 hingga 7 triliun yuan (1,0 triliun dolar Amerika Serikat), dan kemudian mulai terjadi aliran dana mengalir keluar pada tahun 2028 sampai dana mengering pada tahun 2035.

“Sistem pensiun dasar telah lama menghadapi tantangan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan. Jika bukan karena subsidi keuangan, dana pensiun akan sudah mulai mengalir keluar  tahun ini,” kata laporan itu.

Tekanan untuk mempertahankan dana pensiun akan terus meningkat mulai tahun ini. Pada tahun 2019, hampir dua pekerja mendukung seorang pensiunan. Pada tahun 2050, hanya sekitar satu pekerja yang dapat mendukung seorang pensiunan.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa ada enam provinsi yang dana pensiunnya sudah dalam  posisi mengalir keluar seperti pada tahun 2015. Diperkirakan pada tahun 2022, akan ada 13 atau 14 provinsi yang mengalami hal yang sama, di mana  hampir setengah dari semua provinsi di Tiongkok.

Menurut data Kementerian Keuangan Tiongkok, masalah defisit dana pensiun dimulai pada tahun 2011 dan sejak itu masalah defisit menjadi lebih parah selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2016, Dana Jaminan Sosial Tiongkok mengalami defisit 606 miliar yuan (90 miliar dolar Amerika Serikat).

Sebuah laporan resmi yang dikeluarkan oleh otoritas Tiongkok pada bulan Desember 2017 menunjukkan bahwa dana pensiun di banyak provinsi sedang dalam krisis. Dana pensiun mengalami defisit di tujuh provinsi dan daerah otonom: Hebei, Liaoning, Jilin, Heilongjiang, Hubei, Qinghai, dan Mongolia Dalam. Di antara provinsi tersebut, defisit dana pensiun di Heilongjiang adalah yang paling parah, yaitu sebesar 23 miliar yuan (3,5 miliar dolar Amerika Serikat).

Menurut Phoenix Network, Lembaga Penelitian Kependudukan dan Sumber Daya Manusia Universitas Tsinghua memperkirakan bahwa antara tahun 2022 dan 2027, total defisit dana pensiun negara Tiongkok sebesar 8 hingga 10 triliun yuan (1,2 hingga 1,5 triliun dolar Amerika Serikat).

Pada 2012 ahli ekonomi Lang Xianping menulis bahwa dana pensiun saat ini dari kaum muda dibayarkan kepada para pensiunan, yang berarti ketika kaum muda saat ini pensiun, mereka tidak akan memiliki dana pensiun untuk dibelanjakan. Ini adalah situasi yang sangat berbahaya.

Untuk mengatasi masalah defisit pensiun, rezim komunis Tiongkok telah mengadopsi berbagai langkah seperti menunda usia pensiun negara dan mengurangi premi asuransi sosial. Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Tiongkok mengumumkan bahwa mulai tahun 2017, usia yang memenuhi syarat untuk pensiun akan meningkat secara bertahap. Pada tahun 2030, usia yang memenuhi syarat di seluruh negara akan menjadi 65 tahun.

Sejumlah sarjana Tiongkok menunjukkan bahwa langkah ini akan memaksa setiap pekerja Tiongkok untuk membayar premi asuransi pensiun selama lima tahun lagi, sambil menikmati pensiun lima tahun lebih sedikit. Ini sebenarnya eksploitasi terselubung.

Laporan pensiun baru-baru ini oleh Akademi Ilmu Sosial Tiongkok juga menyerukan kepada otoritas Tiongkok untuk menggelar rencana baru untuk meningkatkan usia pensiun yang memenuhi syarat.

Ada banyak diskusi online di antara netizen Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, apakah sistem pensiun Tiongkok adalah “skema Ponzi.” Mereka menduga bahwa rezim komunis Tiongkok “gali lubang tutup lubang” untuk menutupi masalah defisit dana pensiun. Akhirnya akan ada krisis besar ketika dana pensiun benar-benar mengering. (Olivia Li/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular