Erabaru.net. Dua warga Tiongkok yang mengaku sebagai korban akibat bau beracun yang dikeluarkan dari mobil Audi buatan Tiongkok ditahan oleh polisi Shanghai setelah mereka mencoba menggelar protes publik.

Pada akhir Maret, sebuah pos media sosial Tiongkok menjadi viral, mengklaim bahwa enam orang yang memiliki mobil Audi yang diproduksi oleh FAW-Volkswagen segera menderita leukemia setelah menggunakan mobil tersebut; dua dari enam orang tersebut tewas.

FAW-Volkswagen adalah perusahaan patungan antara FAW, produsen mobil milik negara Tiongkok dengan produsen mobil Jerman yang terkenal. Perusahaan memproduksi Audi di pabriknya di kota Changchun di timur laut Tiongkok.

Semua pemilik melaporkan bau aneh yang keluar dari dalam mobil.

Setelah posting menjadi viral, 3.000 pemilik lainnya berbicara bagaimana mereka menderita masalah  kesehatan yang sama dari bagian beracun yang ditemukan di mobil Audi mereka.

Dua Pengunjuk Rasa

Pameran Industri Otomotif Internasional Shanghai ke-18 diadakan di Pusat Pameran dan Konvensi Nasional di Shanghai pada tanggal 16 April. Ketika para produsen mobil, dealer, konsumen, dan media di seluruh dunia hadir dalam persiapan untuk acara tersebut, dua wanita menggelar protes di tempat acara tersebut.

Media lokal milik pemerintah Qilu Evening News melaporkan bahwa kedua wanita yang memprotes pada tanggal 12 April adalah Lin Doudou, berusia 30 tahun, penderita leukemia dari kota Yantai, Provinsi Shandong; dan seorang wanita dengan marga Tian, ​​istri Fang Shuai, seorang pria Beijing berusia 40 tahun yang meninggal karena leukemia. Lin dan Tian mengklaim bahwa Lin dan suami Tian sakit setelah menggunakan Audi buatan Tiongkok.

Tetapi laporan itu segera dihapus dari situs web surat kabar.

Kedua wanita itu dibawa oleh polisi sebelum mereka dapat memasuki tempat itu, dan ditahan selama beberapa jam di kantor polisi Kota Xujing. Setelah  mereka diperbolehkan pulang, mereka melakukan wawancara eksklusif melalui telepon dengan Radio Free Asia, media berbasis Amerika Serikat.

“Saya tidak tahu bagaimana polisi menemukan informasi kontak kami, dan mengapa mereka menahan kami. Kami adalah wanita tanpa senjata. Lagi pula, saya adalah penderita. Saya bertanya kepada polisi mengapa mereka menahan kami? Mereka tidak mengatakan apa-apa, dan tidak mengizinkan kami untuk pergi,” kata Lin kepada Radio Free Asia.

Lin mengatakan bahwa dia dan Tian telah merencanakan untuk protes di pameran mobil karena FAW-Volkswagen adalah salah satu peserta pameran.

Keduanya tiba di Shanghai pada tanggal 11 April, mereka mengatakan mendengar tendangan keras di luar pintu kamar hotel mereka larut malam. Keduanya menjadi takut bahwa pihak berwenang mengancam mereka, lalu mereka pindah ke hotel lain.

Pagi berikutnya, ketika mereka tiba di pusat pameran, mereka ditahan oleh polisi. Di kantor polisi, petugas mengatakan kepada Lin dan Tian bahwa perwakilan FAW-Volkswagen ingin berbicara dengan mereka. Tian mengatakan polisi membawa tujuh atau delapan orang yang mereka klaim sebagai perwakilan FAW-Volkswagen. Namun, mereka tidak mengatakan apa-apa kepada Lin dan Tian dan duduk di sana melihat ponsel mereka.

Akhirnya, polisi mengizinkan mereka pergi tetapi mengantar mereka pergi ke stasiun kereta api untuk memastikan bahwa mereka akan segera meninggalkan Shanghai.

Kisah Lin

Menurut sebuah laporan oleh portal berita Sohu, Lin membeli Audi A4L pada bulan Mei 2015, yang diproduksi pada bulan Maret 2015. Pada bulan Januari 2018, ia didiagnosis menderita leukemia.

Kemudian dokter yang merawat Lin dan keluarganya berpikir bahwa Audi A4L memiliki bau aneh di dalamnya.

Lin mengendarai mobilnya ke pusat pengujian kualitas udara pada tanggal 25 Mei 2018 dan 5 April 2019. Hasil kedua uji tersebut menunjukkan bahwa udara di dalam mobilnya tidak sehat.

Uji pertama menunjukkan bahwa kerapatan formaldehida, diketahui sebagai karsinogen, adalah 0,17 miligram per meter kubik, melebihi angka penyisihan untuk kualitas udara dalam ruangan yang diperbolehkan di Tiongkok, yaitu 0,10 miligram per meter kubik.

Uji kedua menunjukkan bahwa kerapatan benzena, yang juga merupakan karsinogen, adalah 0,23 miligram per meter kubik, melebihi batas ambang yang diperbolehkan yaitu 0,11 miligram.

“Aku tidak dapat punya anak. Saya tidak tahu kapan saya akan meninggal,” kata Lin kepada Sohu. Keluarganya telah menghabiskan lebih dari 1 juta yuan (149.400 dolar Amerika Serikat) untuk perawatan medisnya.

Sementara itu, Tian dan suaminya membeli Audi Q5  pada tanggal 30 Desember 2014. Fang Shuai didiagnosis menderita leukemia pada tanggal 23 Agustus 2016 dan meninggal pada bulan September 2017 setelah keluarganya menghabiskan lebih dari 3 juta yuan (448.000 dolar Amerika Serikat) untuk mengobatinya.

Lin memberi Sohu database yang berisi nama asli 85 orang yang diduga telah ia kumpulkan dalam beberapa bulan terakhir — yang semuanya mengatakan mereka menderita kanker setelah menggunakan mobil Audi buatan dalam negeri.

Pada bulan Maret, Lin dan Tian bekerja sama dengan 3.000 korban, mencari ganti rugi kepada Administrasi Negara Tiongkok untuk Pengaturan Pasar. Mereka belum menerima tanggapan.

Sementara itu, FAW-Volkswagen telah merilis pernyataan yang mengatakan regulator Tiongkok  telah menguji kendaraan Audi dan menemukan bahwa “kandungan formaldehida dan benzena di dalam mobil tersebut berada dalam kisaran standar nasional dan tidak membahayakan kesehatan manusia.” (Nicole Hao/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular